Internasional

Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis

Friday, 03 Nopember 2017 | View : 15

KUALA LUMPUR-SBN.

Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah kecewa dengan pernyataan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Datuk Seri Dr. Mahathir bin Mohamad yang juga dijuluki Dr. M. baru-baru ini yang menghasut rakyat Malaysia untuk membenci, menghina dan memandang rendah terhadap bangsa Bugis.

Setiausaha Dewan di-Raja Selangor, Hanafisah Jais di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/11/2017), mengatakan berdasarkan rekaman klip video ucapan Pengurus Pakatan Harapan yang viral di media sosial, Sultan Selangor menganggap pernyataan Dr. Mahathir Mohamad menghina dan menggolongkan bangsa Bugis berasal dari lanun atau perampok.

Mantan PM Malaysia ke-4 dengan masa jabatan dari 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003 tersebut, Dr. Mahathir bin Mohamad ketika berpidato dalam satu perhimpunan pertemuan partai-partai oposisi di Petaling Jaya pada hari Sabtu (14/10/2017) lalu mencoba mengaitkan keturunan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mungkin berasal daripada lanun Bugis.

"Anggota-anggota Dewan di-Raja Selangor menganggap ucapan tersebut amatlah keterlaluan dan bisa menimbulkan perasaan benci dan prasangka buruk rakyat terhadap bangsa Bugis sehingga bisa menimbulkan huru-hara," katanya.

Dia mengatakan pernyataan tersebut secara tidak langsung menghina silsilah dan keturunan Kesultanan Selangor yang berasal daripada Bugis.

Menurut Hanafisah Jais, fakta sejarah membuktikan Kesultanan Selangor berketurunan Bugis merupakan pahlawan yang memperjuangkan dan mempertahankan agama serta keamanan di seluruh kepulauan Melayu Nusantara.

Dia mengatakan Dr. Mahathir Mohamad sebagai seorang bekas Perdana Menteri yang memerintah negara selama 22 tahun seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan dan seharusnya juga lebih mengetahui tentang fakta sejarah keturunan bangsa Bugis.

"Duli Yang Maha Mulia Sultan Selangor juga mengingatkan kepada semua pihak terutama orang-orang politik untuk tidak menggunakan isu bangsa dan keturunan sebagai modal politik kerana ia bisa mengganggu keharmonian dan perpaduan rakyat negara ini," katanya.

Pernyataan Dr. Mahathir Mohamad itu, membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PPRBMM) protes di hadapan Yayasan Kepemimpinan Perdana 18 Oktober lalu.

Sejumlah organisasi masyarakat Bugis di Malaysia belum lama ini turut menuntut Dr. Mahathir Mohamad membuat permohonan maaf secara terbuka.

Lebih dari 200 anggota Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PRBM) melakukan unjuk rasa ke rumah mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya, Rabu (18/10/2017), memprotes pidato Dr. Mahathir Mohamad tentang Suku Bugis.

Mereka mendesak Dr. Mahathir Mohamad memohon maaf dan menarik balik pernyataannya yang mengatakan Bugis sebagai lanun.

"Tetapi, orang itu demo pada hari Deepavali. Hari itu kantor saya tutup," katanya pula.

Dr. Mahathir Mohamad yang juga Pengurus Pakatan Harapan saat Himpunan Sayangi Malaysia, Hapuskan Kleptokrasi di Padang Timur, Sabtu (14/10/2017) lalu, dilaporkan menyebut Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, mungkin berasal dari lanun Bugis yang sesat ke Malaysia dan memintanya balik ke Bugis.

Wakil Presiden PRBM, Tasman Matto, dalam pernyataannya ke media mengatakan pidato Mahathir Mohamad yang menyebut Bugis sebagai lanun, menyakitkan hati dan menyedihkan bagi seluruh masyarakat Bugis di Malaysia yang berjumlah sekitar satu juta orang.

Tasman Matto mengatakan unjuk rasa mewakili masyarakat Bugis dari sejumlah negara bagian tersebut untuk membuat bantahan dan menuntut supaya Mahathir Mohamad menarik kembali pernyataannya.

Tasman Matto mengatakan sebagai negarawan dan bekas pemimpin negara beliau tidak sepatutnya mengeluarkan peryataan demikian. "Soal ras jangan kita bangkitkan kalau mau Malaysia terus maju, keamanan perlu kita jaga. Soal politik itu adalah ideologi masing-masing, tidak perlu kita campur adukkan. Jangan khianati keamanan ini," katanya.

Dia mengatakan pernyataan tersebut tidak hanya menyinggung masyarakat Bugis di negara ini tetapi juga negara lain seperti di Indonesia.

Sebelumnya, Persatuan Bugis Johor juga membuat laporan ke polisi supaya mengambil tindakan terhadap ucapan Tun Dr. Mahathir Mohamad yang dinilai menghina dan rasis. Ketua Persatuan Bugis Johor, Datuk Awang Mohamad, mengatakan penyebutan Bugis itu lanun melukai masyarakat Bugis di Malaysia dan Nusantara.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad membantah bahwa dirinya menghina keseluruhan keturunan Bugis dalam ucapannya ketika perhimpunan anti-Kleptokrasi Sabtu (14/10/2017) lalu.

Dalam acara yang digelar oleh Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia pada Sabtu (14/10/2017) malam Dr. Mahathir Mohamad menyebutkan keturunan Bugis sebagai orang lanun atau perampok.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dr. Mahathir Mohamad untuk menyinggung lawan politiknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak. "Mungkin kerana (karena) dia berasal dari lanun Bugis. Entah macamana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi baliklah ke Bugis," kata politikus Malaysia tersebut, Mahathir Mohamad.

Sebagaimana dilansir MalaysiaKini, Sabtu (21/10/2017), berbicara di hadapan 2.000 pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10/2017) malam, Dr. Mahathir Mohamad berkata pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada "perampok yang mencuri uang rakyat".

Saat berpidato di hadapan pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10/2017) Dr. Mahathir Mohamad mengatakan pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada "perampok yang mencuri uang rakyat". "Saya tak hina orang Bugis, orang Bugis ada yang baik, tetapi perampok pun ada juga. Salahkah bilang begitu. Apakah orang Bugis tidak berkata kalangan orang Bugis tak ada perampok, ada," pungkas Dr. Mahathir Mohamad dalam ucapan di Majelis Rapat Umum di Dataran Stargate di Alor Setar itu pula. (ant)

See Also

Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
Joko Widodo Dinobatkan Pemimpin Terbaik Asia-Australia
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.114.071 Since: 05.03.13 | 0.1762 sec