Nasional

Status Awas Gunung Agung

Sunday, 01 Oktober 2017 | View : 198

KARANGASEM-SBN.

Gempa-gempa masih terjadi dari aktivitas Gunung Agung. Gempa tersebut, terutama tektonik lokal, menandai energi magma yang bergerak menghancurkan patahan yang labil.

"Magma itu keluar bukan terpisah-pisah, tapi satu kesatuan dan masif bergeraknya. Dia terus mencari celah rapuh untuk keluar," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil di Pos Pengamatan Gunung Agung, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Minggu (1/10/2017).

Devy Kamil kemudian menjelaskan gempa tektonik lokal terjadi karena struktur patahan hancur oleh pergerakan magma. Patahan-patahan yang hancur merupakan patahan yang labil untuk bergerak sehingga teraktivasi oleh tekanan magma.

"Makanya terjadi gempa terasa sedemikian banyak. Terbayang tidak berapa banyak magma yang bergerak?" tanya Devy Kamil.

Dijelaskan oleh Devy Kamil, jumlah gempa tektonik lokal dan kekuatannya mengindikasikan adanya 15 juta meter kubik magma yang bergerak. Namun angka itu bukan keseluruhan dari volume magma yang berada di dalam Gunung Agung.

"Estimasi analisis kita sudah ada lebih dari 15 juta meter kubik magma yang bergerak. Itu hanya material yang menghasilkan gempa. Lebih dari itu yang kita dapat tapi bukan merepresentasikan volume seluruh magma," ucap Devy Kamil.

Angka tersebut didapatkan dari konversi magnitude gempa tektonik lokal yang berasal dari Gunung Agung. Sehingga PVMBG mampu menganalisa kekuatan dari tekanan magma di dalam perut gunung.

"Magnitude itu akan bisa mengestimasi berapa jumlah energi yang bisa kita kumpulkan atau hasilkan. Energi yang dihasilkan untuk menciptakan gempa-gempa itu sekitar 15 juta meter kubik," ungkap Devy Kamil.

Sebelumnya, kondisi Gunung Agung pada Sabtu (30/9/2017) pagi tertutup mendung dan kabut. Pada Sabtu (30/9/2017) dini hari, hujan sempat turun di sekitaran pos pemantauan.

Sehari sebelumnya, Jumat (29/9/2017) sore, Gunung Agung terlihat jelas dan cuaca cerah sehingga puncak Gunung Agung terlihat secara kasat mata dari pos pemantauan.

Berdasarkan data Pos Pemantauan Gunungapi Agung, pada Jumat (29/9/2017), dari pukul 00.00 WITA hingga 24.00 WITA, terjadi 565 kali gempa vulkanik dalam, 198 gempa vulkanik dangkal, dan 26 kali gempa tektonik lokal.

Pada Kamis (28/9/2017) lalu, terjadi 444 kali gempa vulkanik dalam, 230 vulknaik dangkal dan 60 kali gempa tektonik lokal.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani dalam keterangan persnya mengatakan, Bali masih aman untuk dikunjungi wisatawan. Namun pengunjung tidak boleh memasuki area terlarang di dekat Gunung Agung.

Area terlarang Gunung Agung yakni dari radius 9 km dan perluasan sejauh 12 km dari puncak ke arah Tenggara, Selatan dan Barat Daya, dan ke arah Utara hingga Timur Laut.

"Pengunjung ke Bali dan masyarakat setempat harus tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia," ucap Kasbani.

Setelah gempa dengan magnitudo 4.2 pada hari Selasa tanggal 26 September 2017 pukul 16.27 WITA, asap putih (uap) keluar dengan intensitas lebih besar sampai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak Gunung Agung.

Hal tersebut dijelaskan Kasbani, Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam keterangan pers mengenai perkembangan terkini mengenai aktivitas vulkanik Gunung Agung di magma.vsi.esdm.go.id.

Dalam rilis tersebut dijelaskan, gempa vulkanik yang tercatat masih menunjukkan jumlah yang tinggi dan mengindikasikan adanya peretakan batuan di dalam tubuh gunung api yang disebabkan oleh pergerakan magma gempa vulkanik diperkirakan berada dibawah kawah hingga kedalaman 20 km dari puncak Gunung Agung.

Selain itu, satelit juga mendeteksi adanya emisi asap putih (uap) dan area panas yang baru di kawah puncak Gunung Agung.

"Luas area panas teramati lebih membesar selama sepekan terakhir termasuk satu rekahan baru ditengah kawah, di mana asap putih (uap) juga terus berlangsung," tulis Kasbani.

Dengan kondisi data pemantauan pada saat ini, probabilitas untuk terjadi letusan masih lebih tinggi daripada probabilitas untuk tidak terjadi letusan. Namun probabilitas letusan dapat berubah sewaktu-waktu.

Jika terjadi letusan, kemungkinan akan diawali dengan letusan kecil namun juga memungkinan untuk diikuti letusan yang lebih besar dan besarnya letusan tidak bisa ditentukan dengan pasti.

Selain itu, PVMBG mengatakan tanggal dan waktu letusan tidak dapat diprediksi dan pihaknya tetap ajan mengeluarkan peringatan saat kondisi berubah dan/atau jika teramati kecenderungan yang lebih tinggi untuk terjadi letusan.

Saat ini, Bali masih aman untuk dikunjungi wisatawan namun pengunjung tidak boleh memasuki area terlarang di dekat Gunung Agung yang saat ini di dalam radius 9 km dan perluasan sejauh 12 km dari puncak ke arah Tenggara, Selatan dan Barat Daya dan ke arah Utara hingga Timur Laut.

"Pengunjung ke Bali dan masyarakat setempat harus tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia," ucap Kasbani.

Kabid mitigasi gunung api PVMBG, I Gede Suantika mengatakan, adanya rekahan yang terlihat di kawah Gunung Agung menunjukkan kondisi gunung makin kritis. Adanya rekahan itu menurut dia, menunjukkan sumber energi letusan semakin dekat ke permukaan.

"Menunjukkan sudah kritis, Gunung Agung siap meletus, pusat letusan mendekat," kata I Gede Suantika, Jumat (29/9/2017).

Rekahan juga mengindikasikan perubahan di dasar kawah akibat aktivitas vulkanik.

Pantauan dari pos pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Kabupaten Karangasem pada Jumat (29/9/2017) pagi hari, asap solfatara terlihat mengepul dari puncak gunung. Asap ini menurut I Gede Suantika, keluar melalui rekahan di kawah Gunung Agung.

Sebelumnya asap solfatara hanya terlihat di kawah. Tetapi, semakin hari terus meningkat sampai terlihat di puncak gunung. "Warna putih kami lihat dulu kan uap. itu jarang terlihat hanya lihat di kawah saja," sebutnya.

Asap solfatara yang keluar dari rekahan terlihat lebih kontinyu dalam dua hari terakhir. Berbeda dari pengamatan sebelumnya yang cenderung putus-putus. "Asap dilihat dari jauh artinya konsentrasi tekanan fluktuasi makin besar, artinya juga juga ada perluasan rekahan," kata I Gede Suantika.

Jika sampai terjadi letusan maka aliran lava akan keluar melalui rekahan tersebut. Namun kapan akan terjadi tidak dapat dipastikan. Mengingat sampai Jumat (29/9/2017) pagi petugas belum mendeteksi terjadinya gempa tremor.

Berdasarkan pantauan selama 6 jam mulai pukul 00.00-06.00 WITA terjadi 170 kali gempa, dengan rincian 125 kali vulkanik dalam, 40 kali vulkanik dangkal dan 5 kali tektonik lokal. Gempa tektonik juga sempat terasa sampai ke pos pantau yang berjarak 12 km dari puncak gunung. (kom/jos/det)

See Also

Basarnas Telah Mengetahui Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Kementerian Sosial Sediakan Logistik Untuk Pencarian Korban KM Sinar Bangun
Kecelakaan Tragis Mobil Menabrak Baja Pembatas Jalan
Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Nahkoda KM Sinar Bangun Diamankan
Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas Dalam Apel Pengecekan Personel Jelang Pilkada
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Terkendala Kedalaman Danau Toba
Kodim 0716/Demak Gelar Apel Pengecekan Usai Cuti Lebaran
Arus Balik Di Jalan Arteri Karawang Padat Merayap
Daftar Korban Hilang KM Sinar Bangun
Mendagri Lantik Plt Gubernur Jawa Barat
Jasad Seorang Wanita Ditemukan Dalam Perut Ular Sanca
Perempuan Ditelan Ular Sanca
Kronologi Perempuan Tewas Dimakan Ular
Truk Sampah Dinas LH DKI Hampir Jatuh Dari Jalan Tol Layang
Babinsa Koramil 02/Bonang Bantu Bagikan Sembako Saat Jelang Lebaran
Prajurit Kodim 0716/Demak Tes Urine Secara Acak
Babinsa Terus Dampingi Petani Saat Pengubinan
Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.780.353 Since: 05.03.13 | 0.4797 sec