Internasional

Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona

Friday, 18 Agustus 2017 | View : 471

BARCELONA-SBN.

Pemerintah Kerajaan Spanyol memerintahkan aparat keamanannya menggelar operasi anti-teror pada Jumat (18/8/2017) setelah seorang sopir menabrakkan mobil bak yang dia kendarainya ke arah kerumunan khalayak di Las Ramblas, Barcelona, Spanyol, hingga menewaskan 13 orang dan melukai puluhan warga, Kamis (17/8/2017).

Sopir itu masih menjadi buron, sementara itu Kepolisian Spanyol menduga penabrakan itu adalah bagian dari rencana serangan teror beruntun, yang berhasil segera diantisipasi.

Kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan di jalan paling terkenal di Barcelona tersebut, yang saat itu dipenuhi wisatawan. Angka kematian diperkirakan meningkat mengingat lebih dari 100 orang juga terluka, kata pejabat setempat.

Kepolisian Spanyol menyatakan menewaskan lima pelaku lain pada Kamis (17/8/2017) di Cambrils, kota kecil di Selatan Barcelona, untuk menggagalkan rencana mereka meledakkan bom bunuh diri, demikian laporan Reuters.

Enam warga dan seorang polisi terluka di Cambrils saat para pelaku menabrak mereka dengan sebuah mobil. Polisi kemudian berhasil menembak mati mereka dan menjinakkan bahan peledak.

Menurut pihak keamanan, insiden itu terkait dengan penabrakan mobil di Barcelona.

Sesaat sebelum terjadinya penabrakan di Jalan Las Ramblas, satu orang tewas dalam sebuah ledakan di tempat terpisah di kawasan Selatan Barcelona. Sejumlah teroris di sana dikabarkan tengah menyiapkan bom.

Polisi sudah menangkap dua orang, seorang warga Maroko dan seorang pria Spanyol. Keduanya bukan sopir pelaku penabrakan.

Belum diketahui secara pasti berapa orang yang terlibat dalam serangan penabrakan dan insiden lain pada Kamis (17/8/2017) itu.

Sejumlah saksi mengatakan bahwa mobil bak itu berjalan zig-zag dengan kecepatan tinggi di Las Ramblas, menabraki para pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Mereka yang tewas dan terluka berasal dari 24 negara berbeda, dari Prancis, Jerman, Pakistan sampai Filipina, kata Pemerintah Katalonia, Jumat (18/8/2017).

"Pelaku serangan di Barcelona adalah syuhada ISIS dan dilakukan sebagai respon atas seruan untuk menyerang negara-negara koalisi," kata kantor berita ISIS, Amaq, merujuk negara sekutu Amerika Serikat (AS).

Jika klaim kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) terbukti, maka insiden di Barcelona adalah kasus terbaru dari rangkaian serangan yang terjadi sepanjang 13 bulan terakhir, di mana mereka telah menggunakan kendaraan untuk menebar teror di kota-kota Eropa.

Cara bertindak dengan menabrak orang menewaskan lebih dari 100 orang di Nice, Berlin, London, dan Stockholm.

Serangan pada Kamis (17/8/2017) itu juga menjadi peristiwa paling mematikan di Spanyol sejak 2004, saat kelompok Al Qaeda meledakkan sejumlah bom di kereta komuter Madrid sehingga menewaskan 191 orang dan melukai 1.800 lainnya.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy menetapkan hari duka selama tiga hari untuk insiden mematikan tersebut.

Sejumlah pemimpin dunia juga mengucapkan belasungkawa atas kejadian itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump mengatakan bahwa negaranya "mengecam serangan teror di Barcelona, Spanyol, dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu."

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang negaranya juga menjadi korban serangan paling mematikan dalam beberapa tahun belakangan, mengatakan, "Saya dan semua warga Prancis berduka cita terhadap semua korban serangan tragis di Barcelona." (reuters)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.270.806 Since: 05.03.13 | 0.3191 sec