Internasional

Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford

Friday, 18 Agustus 2017 | View : 16

BIRMINGHAM-SBN.

Gadis asal Pakistan, aktivis pendidikan, dan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, diterima di The University of Oxford, Oxford, Inggris, dan akan berkuliah di jurusan filsafat, politik dan ekonomi.

Pegiat pendidikan asal Pakistan, Malala Yousafzai, yang merupakan pemenang termuda Hadiah Nobel Perdamaian ketika ia berusia 17 tahun, mengatakan pada Kamis (17/8/2017) bahwa ia merasa "gembira" setelah ia diterima untuk berkuliah di The University of Oxford, Oxford, Inggris.

Aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat dari Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan tersebut, Malala Yousafzai mengatakan ia diterima di The University of Oxford untuk mengambil bidang studi Politik, Filsafat dan Ekonomi.

Ini adalah salah satu jurusan populer dan biasanya diambil oleh mereka yang ingin menekuni dunia politik.

Malala Yousafzai termasuk di antara ribuan siswa lainnya di Inggris yang menentukan di universitas mana mereka akan kuliah setelah hasil akhir ujian sekolah diumumkan.

Banyak anggota parlemen, Menteri, dan Perdana Menteri Inggris yang lulus dari jurusan ini. Jurusan ini pula yang diambil oleh mantan Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto saat berkuliah di The University of Oxford pada pada 1970-an.

Sosok-sosok terkenal yang merupakan jebolan Oxford, yang menjadi salah satu universitas terbaik di dunia, itu antara lain mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron dan mendiang Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto.

Malala Yousafzai diketahui sebagai aktivis pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di Lembah Swat, di mana Taliban telah dilarang pada waktu gadis bersekolah.

Pada awal tahun 2009, saat berumur 12 tahun, Malala Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.

Malala Yousafzai, yang saat ini berusia 20 tahun, muncul menjadi tokoh terkemuka ketika seorang anggota Taliban bersenjata menembak kepalanya pada 2012 setelah ia diincar karena berkampanye menentang usaha Taliban untuk membuat perempuan tidak mendapatkan pendidikan. Gadis berusia 20 tahun ini pada 2012 nyaris tewas ditembak oleh milisi Taliban di Pakistan karena mengampanyekan perlunya pendidikan untuk anak-anak perempuan melalui catatan harian anonim di internet.

Insiden terjadi ketika ia dalam perjalanan menuju sekolah. Beberapa milisi Taliban naik ke atas bus yang ia tumpangi dan mengeluarkan tembakan. Selain Malala, dua temannya juga mengalami luka-luka.

Insiden ini membuat namanya dikenal di seluruh dunia dan ia kemudian menjalani perawatan di Birmingham, Inggris, tempat ia kemudian menetap dan melanjutkan pendidikan.

Setelah pulih dari serangan Taliban, Malala Yousafzai bersekolah di Inggris.

Malala Yousafzai, yang sekarang menetap di Birmingham, Inggris mengumumkannya melalui akun Twitter, seraya mengucapkan selamat ke seluruh siswa sekolah menengah di Inggris yang menerima hasil aplikasi masuk ke perguruan tinggi hari Kamis (17/08/2017). "Gembira sekali bisa kuliah di Oxford!! Selamat kepada semua siswa tingkat-A, tahun terberat. Semoga sukses untuk masa depan!" katanya di Twitter. Tingkat-A adalah ujian akhir bagi para siswa sekolah.

Maret 2017 lalu ia mengatakan telah mendapatkan tawaran dari universitas di Inggris dengan syarat mendapatkan tiga nilai A.

Keberhasilan Malala Yousafzai diterima di The University of Oxford mendapat ucapan selamat dari berbagai tokoh, di antaranya penulis kisah fiksi Harry Potter, Joanne Rowling, CH, OBE, FRSL, FRCPE dengan nama samaran JK Rowling dan Robert Galbraith.

Malala Yousafzai memenangi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2014. Pada 10 Oktober 2014, Malala Yousafzai dinyatakan sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak. Ia menerima penghargaan pada usia 17 tahun, membuatnya menjadi penerima Nobel termuda dalam sejarah.

Selain Malala Yousafzai, Nobel Perdamaian 2014 juga diberikan kepada pegiat hak-hak anak India, Kailash Satyarthi. Pada tahun 2014 tersebut, Malala Yousafzai bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang Perdamaian pada tahun 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan.

Pada April 2017 Malala Yousafzai tercatat sebagai Duta Perdamaian PBB termuda.

Menurut data-data sebelumnya, jumlah kursi yang disediakan oleh universitas-universitas mengalami penurunan kendati jumlah siswa yang meraih angka tinggi meningkat.

Layanan penerimaan universitas, UCAS, mengatakan di lamannya bahwa penurunan jumlah tempat di universitas disebabkan oleh penurunan jumlah siswa lebih tua yang diterima serta dan siswa yang berasal dari Uni Eropa.

UCAS mengatakan sebanyak 416.310 siswa telah diterima di berbagai Perguruan Tinggi pada hari pengumuman hasil ujian nasional.

Jumlah itu turun sebanyak dua persen dibandingkan tahun 2016, demikian Reuters. (reuters/jos)

See Also

Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
Joko Widodo Dinobatkan Pemimpin Terbaik Asia-Australia
Badai Kilat Tewaskan Ratusan Rusa Kutub Di Norwegia
PBB Minta Yunani Lindungi Pengungsi Saat Musim Dingin
Tidak Ada WNI Korban Gempa Myanmar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.029.176 Since: 05.03.13 | 0.3124 sec