HAM

Tolak Lurah Perempuan Beragama Lain Bukti Virus Intoleransi Menyebar

JAKARTA-SBN. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau ‘Ahok’ dengan tegas menolak aspirasi keinginan sebagian kecil warga muslim Kelurahan Lenteng Agung (LA) yang enggan dipimpin oleh Lurah Perempuan beragama Kristen Protestan, bernama Susan Jasmine Zulkifli. Penolakan sebagian kecil warga muslim Kelurahan Lenteng Agung (LA), Jakarta Selatan, terhadap kepemimpinan Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli hanya karena beda agama dengan warga yang mayoritas muslim, tidak dapat diterima oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dikabarkan, sejumlah warga muslim Kelurahan Lenteng Agung menolak penempatan Lurah nonmuslim di wilayahnya, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan alasan tidak nyaman. Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama Kristen Protestan dianggap tidak merepresentasikan wilayah Lenteng Agung yang mayoritas beragama muslim.

Sebelumnya, beberapa warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sempat menyambangi Balaikota DKI Jakarta. Sejumlah warga Lenteng Agung tersebut meminta Gubernur DKI, Ir. H. Joko Widodo, untuk segera mengganti lurah di daerahnya. Alasannya, Susan Jasmine Zulkifli adalah non-Muslim dan seorang perempuan. Sejumlah warga muslim Kelurahan Lenteng Agung tersebut menuntut agar Pemprov DKI mencopot atau memindahkan Susan Jasmine Zulkifli yang baru saja dilantik sebagai Lurah Lenteng Agung hasil dari promosi jabatan terbuka. “Dari dulu pemimpin di sini muslim,” cetus perwakilan warga penolak Mochamad Rusli (45 tahun) saat ditemui di kediamannya di Lenteng Agung, Kamis (22/8/2013) seperti dilansir situs voa-islam.com. Mochamad Rusli menyatakan baiknya Susan Jasmine Zulkifli dipindah ke daerah yang lebih heterogen. "Kami bukan menolak, tapi menyarankan dipindah ke wilayah lain," tukas Mochamad Rusli. Mochamad Rusli mengatakan keberatan karena merasa kurang sreg pemimpin non-muslim memimpin di wilayah mayoritas muslim.

Pada Senin lalu, Mochamad Rusli sudah menyampaikan pandangan itu ke Balaikota DKI. Warga mengklaim telah mengumpulkan 2.300 nama dan 1.500-an Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai tanda bukti dukungan untuk memperkuat penyampaian pendapat pemberhentian Lurah Susan Jasmine Zulkifli. Bukti itu akan segera diserahkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti. 

"Angkanya masih belum mayoritas, tapi kalau semua warga sudah tahu, 99% saya yakin mereka mendukung," ketus Mochamad Rusli. Saat ini tercatat ada sekitar 9.000 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Lenteng Agung.

Desakan sejumlah warga muslim Kelurahan Lenteng Agung yang meminta Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, dicopot ditolak mentah-mentah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Terlebih, desakan itu hanya karena yang bersangkutan beragama non-Muslim. Mantan anggota DPR RI tersebut menegaskan, Pemprov DKI tidak dapat memberhentikan seseorang dari jabatan hanya sekadar urusan agama. Sebab, keyakinan yang dianut setiap orang bukan merupakan tindakan melanggar aturan. "Wah saya kira kita tidak bisa menangani penolakan dia, Lurah Lenteng Agung hanya karena gara-gara dia agamanya beda dengan warga yang dipimpinnya. Jadi tidak bisa tolak, karena agama itu tidak ada urusan. Nanti lama-lama ditolak juga gara-gara kamu masuk kelompok Syiah. Kan repot gitu lho," tandas Wakil Gubernur DKI Jakarta yang biasa disapa ‘Ahok’ ini kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Namun, Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan Pemprov DKI baru akan mengambil tindakan pencopotan maupun pergantian jika lurah tersebut melanggar aturan atau Susan Jasmine Zulkifli dinilai kinerjanya tidak cakap memimpin, mengayomi, dan meningkatkan kesejahteraan warga Kelurahan Lenteng Agung, alasan tersebut bisa diterima. Bahkan bisa dipertimbangkan untuk diganti dengan orang yang lebih mumpuni darinya. 

Mantan Bupati Belitung Timur ini, Basuki Tjahaja Purnama, sangat menyayangkan tindakan sebagian kecil warga muslim Kelurahan Lenteng Agung (LA) yang menolak dengan mengumpulkan ribuan KTP. Harusnya, warga melihat kemampuan dan kinerja seseorang tidak berdasarkan agama, melainkan dari keseriusan dan ketaatan pejabat itu terhadap amanah yang diembannya dan konstitusi yang ada.

Mantan anggota DPR RI tersebut, Basuki Tjahaja Purnama menilai penolakan tersebut tidak masuk akal dan tidak ada urusannya dengan kepemimpinan Susan Jasmine Zulkifli di kawasan Lenteng Agung. “Jadi, tidak bisa lah kita ganti itu, penolakan karena agama itu tidak ada urusannya,” imbuh mantan anggota DPR RI, Basuki Tjahaja Purnama.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tidak peduli dengan agama atau jenis kelamin anak buahnya. Selama bisa menjalankan tugas dengan baik, maka tidak ada alasan untuk memecat bawahan. "Kalau dia nyolong, dia tidak mau melayani, ya itu baru masalah. Ngumpulin KTP untuk tolak saya juga banyak," ungkapnya. Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menegaskan, dirinya terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2012 silam dengan dukungan sekitar 52,7% pemilih, berarti ada 40% lebih yang tidak mau saya jadi Wakil Gubernur. Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama kembali menegaskan bahwa aspirasi keinginan sebagian kecil warga Muslim Lenteng Agung itu bertentangan dengan konstitusi. “Yang ngumpulin KTP untuk menolak saya mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur (Wagub) juga banyak. Orang yang milih saya di DKI hanya 52,7%. Artinya ada 40% lebih yang nggak mau saya jadi Wagub,” ucapnya. “Jadi saya tegaskan, ya nggak ada urusannya kinerja orang dengan agama, kita cuma taat konstitusi bukan nggak pada konstituen," tegasnya. (republika/voaislam)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.650.486 Since: 05.03.13 | 0.1506 sec