Ekonomi

Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara

Saturday, 15 Juli 2017 | View : 20

JAKARTA-SBN.

Menteri Perindustrian (Menperin) Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT beserta pejabat Eselon I menggelar pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann dan delegasi.

"Pertemuannya berjalan baik. Banyak sektor yang bisa dikerjasamakan. Akan ada state visit Presiden Joko Widodo ke Swiss, Oktober," kata Direktorat Jenderal (Dirjen) Ketahanan Dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin sejak Juni 2016, Harjanto di Kemenperin, Jl. Gatot Subroto Kav.52-53, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).

Mantan Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah I dan Multilateral Kemenperin pada tahun 2010 tersebut, Harjanto menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menperin dalam pertemuan yang digelar di Ruang Garuda, Kemenperin, Jl. Gatot Subroto Kav.52-53, Jakarta Selatan, itu.

Menurut mantan Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (2015-2016) ini, Harjanto, terdapat beberapa hal yang dibahas oleh kedua negara, salah satunya adalah kerja sama di bidang pendidikan vokasi, di mana Swiss memiliki keunggulan ini.

Pemerintah Indonesia akan membangun beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di empat kawasan indsutri yang tengah digarap, yakni Politeknik di Morowali, Politeknik di Bantaeng, Batulicin dan Semarang.

Sementara itu, Swiss akan berkontribusi dalam pembuatan kurikulum dan menyediakan tenaga pengajar baik di sektor manufaktur maupun sektor lain, seperti pariwisata.

"Mereka memang unggul di bidang vokasi industri. Mereka sudah terbiasa membuat pendidikan vokasi selaras dengan kebutuhan industri," papar mantan Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (2014-2015), Harjanto.

Selain itu, kedua belah pihak juga membahas perkembangan Perundingan Indonesia-EFTA (European Free Trade Association) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

"Kami berharap pembicaraan ini bisa segera disepakati, karena masih terdapat berbagai perbedaan posisi," ujar mantan Atase Perindustrian pada KBRI Brussel tahun 2007, Harjanto.

Terkait investasi, keduanya membuka peluang kerja sama diberbagai bidang, seperti farmasi, industri berteknologi tinggi, serta makanan dan minuman. (ant/jos)

See Also

Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
Saham Wall Street Melemah
Vice President Lotte Gantung Diri Di Pohon
Dandim 0716/Demak Hadiri Demak Expo 2016
Kodim 0716/Demak Siap Dukung Sergap Demi Kedaulatan Pangan
Saham Hang Seng Berakhir Lebih Rendah
Dandim 0716/Demak Tinjau Lokasi Panen Yang Akan Dihadiri Mentan RI
21 Trayek Baru Transjakarta Jabodetabek
Menteri Perhubungan Minta Jaminan China Terkait Standar Teknologi KA Cepat
Tangerang Reklamasi Pantai Mutiara Seluas 9.000 Ha
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.954.195 Since: 05.03.13 | 0.6176 sec