Hukum

KPK Dalami Kasus SKK Migas

Wednesday, 21 Agustus 2013 | View : 932

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa salah satu pemilik perusahaan Kernel Oil Private Limited, SGT, terkait penyidikan kasus suap yang berkaitan dengan kegiatan hulu migas di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). SGT diperiksa sebagai saksi untuk Kepala SKK Migas nonaktif, R. "Hari ini ada pemeriksaan atas nama SGT dari pihak swasta sebagai saksi untuk tersangka R.," tutur Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di Jakarta, Senin (19/8/2013). Menurut Johan Budi SP, pemeriksaan SGT dilakukan berkaitan dengan penemuan uang US$ 200 ribu dalam sebuah tas hitam di ruangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penyidik KPK ingin mengetahui apakah uang tersebut berasal dari Kernel Oil Pte Ltd. "Hingga saat ini, belum ada (hubungan), makanya sedang divalidasi. Untuk melakukan klarifikasi, salah satunya dimintai keterangan (SGT) tadi yang di antaranya soal uang US$ 200 ribu itu," ujar Johan Budi SP.

Selain dari SGT, KPK berencana memeriksa Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Sekjen ESDM), Waryono Karyo, sebagai saksi. Waryono Karyo dianggap memiliki keterangan penting yang berkaitan dengan penemuan uang tersebut di ruang kerjanya. "Jadi, Sekjen ESDM mungkin akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi jika memang keterangannya diperlukan. Salah satunya adalah berkaitan dengan ditemukannya uang US$ 200 ribu dalam tas hitam itu," jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. Tidak hanya itu, Johan Budi SP juga menyatakan bahwa pihaknya menaruh kecurigaan terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa uang tersebut merupakan bagian dari dana operasional. "Karena sejauh yang saya tahu, seharusnya dana operasional berbentuk mata uang rupiah. Jadi, ini sepertinya bukan dana operasional," tukas dia. Lebih jauh, Johan Budi SP mengatakan kasus ini ditengarai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu. Secara umum, adanya dugaan praktik-praktik korupsi di SKK Migas tentu berdampak pada pengelolaan produk migas di Indonesia. "Memang belum ada kesimpulan sampai sejauh itu, tapi pasti ada pengaruhnya. Kenapa orang mau beri sesuatu ke pejabat kalau dia nggak punya tujuan tertentu dalam konteks bisnis yang dijalankan si pemberi itu?" tandas dia. 

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, menyatakan bahwa pihaknya sedang menelusuri adanya keterlibatan pihak-pihak lain, baik dari sisi pemberi maupun penerima suap. Jika ditemukan dua alat bukti yang cukup, siapa pun pihak yang terlibat akan ditetapkan sebagai tersangka. "Sedang ditelusuri nama-nama lain yang terlibat. Yang kita temukan kan nama SGT yang juga pejabat Kernel Oil Pte Ltd. Setelah itu, kita dapat bukti dia serahkan uang ke Ardi, lalu Ardi serahkan ke R. Nah, uang SGT dari siapa itu yang sedang ditelusuri, sementara ini dulu. Nanti masih dikembangkan," urai Johan Budi SP.

Terkait motor gede (moge) BMW seri R bernopol B 3946 FT, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan penyidik KPK masih menelitinya lebih lanjut. Berdasarkan temuan sementara, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) moge ini atas nama Deviardi. "Jadi, sementara ini, disita untuk ditelusuri lebih lanjut. Kalau tidak berhubungan, akan dikembalikan. Tapi paling tidak kendaraan ini yang dipakai oleh tersangka (Ardi)," ucap Johan Budi SP. 

Selain itu, pada hari yang sama, KPK diketahui memanggil tersangka R. Tidak untuk diperiksa, tetapi untuk mengembalikan sejumlah barang hasil penggeledahan miliknya yang tidak berkaitan dengan penyidikan kasus.

Sebelumnya, Ketua KPK, Abraham Samad, menyatakan bahwa KPK telah mendapatkan bukti-bukti yang signifikan dari penggeledahan di sejumlah tempat. Meski enggan membeberkan bukti-bukti yang dimaksud, Abraham Samad berkeyakinan kasus ini akan dapat terbongkar seluruhnya. "Yang perlu masyarakat ketahui, KPK mendapat beberapa bukti atau dokumen yang dapat disebutkan sebagai bukti-bukti yang sangat signifikan untuk membongkar kasus korupsi yang terjadi di institusi SKK Migas," ungkap Abraham Samad. 

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, mengatakan KPK sedang mendalami dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh R. Dalam hal ini, KPK telah meminta kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi mecurigakan yang mungkin terjadi. "(Memang) masih prematur, tapi tetap ada peluang (pencucian uang)," pungkas Busyro Muqoddas.

KPK telah menyita sejumlah dokumen setelah menggeledah di beberapa tempat dalam kasus tangkap tangan R., pekan lalu. KPK mengklaim telah memegang beberapa dokumen penting yang dapat membongkar aktor intelektual dari kasus suap Kepala SKK Migas ini. “Hasil penyitaan dokumen-dokumen itu bisa disimpulkan semakin signifikan untuk membongkar aktor intelektual,” ujar Ketua KPK Abraham Samad kepada wartawan, Senin (19/8/2013). Menurut Abraham Samad, beberapa dokumen penting itu didapat saat pihaknya menggeledah kantor SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pihaknya pun kini langsung memverifikasi dokumen tersebut untuk ditindaklanjuti. “Saat ini sedang dilakukan verifikasi oleh penyidik KPK. Bukti-bukti atau dokumen-dokumen yang didapat dari hasil penyitaan itu dapat disebut sebagai bukti yang sangat signifikan untuk membongkar kasus korupsi di institusi SKK Migas,” tandasnya lagi.

Kepala SKK Migas non aktif, R. diduga menerima suap dari bos Kernel Oil Private Ltd SGT melalui orang dekatnya Ardi. Kepala SKK Migas non aktif, R. ditangkap oleh KPK saat berada di rumahnya, setelah diduga menerima suap oleh Ardi alias Deviardi. Penyidik mengamankan barang bukti berupa uang sebesar USD 400.000 dan dan USD 90.000 serta SIN$ 127.000 di dus bekas peci. Kemudian, bersamaan dengan tangkap tangan, tim penyidik KPK menemukan uang di rumah Ardi alias Deviardi sebesar USD 200.000. 

Setelah ditemukannya uang di rumah R. dan A., tim penyidik KPK kemudian bergerak menggeledah Kantor SKK Migas di Jalan Gatot Subroto. Di sana, tim penyidik KPK menemukan uang di ruang Sekjen ESDM Waryono Karyo sebesar USD 200.000. Lalu penyidik juga menemukan uang sejumlah USD 350.000 di deposite box Bank Mandiri milik R.

Bukan hanya itu, tim penyidik KPK yang menggeledah di ruang kerja R., menemukan uang sebesar SIN$ 60.000 dan kepingan emas seberat 180 gram. Dengan demikian, total barang bukti yang disita penyidik terkait kasus R. ini senilai USD 1.240.000 atau setara dengan Rp 12.834.000.000 dan SIN$ 187.000 atau setara dengan Rp 1.525.359.000.

Selain menyita uang dolar di atas, penyidik juga mengamankan motor gede merek BMW bernopol B 3946 FT yang diduga hasil gratifikasi. Motor itu diduga nilainya ratusan juta rupiah.

Kasus ini semakin menarik, lantaran KPK meyakini ada pelaku lain yang turut melakukan korupsi di sektor migas, selain Kepala SKK Migas nonaktif, R. yang ditangkap menerima suap. Lembaga antikorupsi itu yakin ada petinggi ESDM yang terlibat dalam kasus ini. “Karena ada kebijakan yang dirumuskan, artinya terindikasi ada unsur perbuatan melanggar hukum. Kalau itu ke atas sampai pimpinan, akan menjadi kewajiban hukum bagi KPK untuk memanggil (diperiksa). Prinsipnya gitu,” tegas Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, usai upacara HUT Kemerdekaan RI, di KPK, Sabtu (17/8/2013). Kini, KPK masih terus menelusuri hal itu melalui dokumen-dokumen hasil penggeledahan di beberapa tempat. (kj/id/sp/mi/jp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.598 Since: 05.03.13 | 0.2073 sec