Internasional

PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS

Wednesday, 12 Juli 2017 | View : 62
Tags : Irak, Isis, Mosul

MOSUL-SBN.

Perdana Menteri (PM) Irak Haider Jawad Kadhim Al-Abadi pada Senin (10/7/2017) secara resmi mengumumkan Mosul bebas dari kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) setelah sembilan bulan pertempuran sengit untuk mengusir petempur fanatik dari kubu utama terakhir mereka di Irak.

"Saya mengumumkan kepada seluruh dunia akhir, kegagalan dan ambruknya Negara Daesh, kelompok IS, yang mereka umumkan di sini di Mosul tiga tahun lalu," kata Haider Jawad Kadhim Al-Abadi di dalam pidato di Mosul, Irak.

Pada Minggu (9/7/2017), PM Irak Haider Jawad Kadhim Al-Abadi yang juga adalah Panglima Militer Irak mengunjungi Mosul dan mengadakan pertemuan dengan komandan militer sebelum ia berkeliling sisi Timur Mosul, tempat ratusan orang menyambut kehadirannya.

Pada Minggu (9/7/2017) malam, PM Irak Haider Jawad Kadhim Al-Abadi mengatakan "kemenangan tersebut dijamin" dan sisa kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) "dikepung di sisa wilayah", demikian antara lain isi pernyataan yang dikeluarkan kantornya.

Pada 17 Oktober 2016, Perdana Menteri Irak Haider Jawad Kadhim Al-Abadi mengumumkan dimulainya serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negeri tersebut.

Sejak itu, pasukan keamanan Irak telah memasuki pinggiran Mosul dan membuat kemajuan di jalur lain di seluruh kota tersebut, demikian laporan Xinhua, Selasa (11/7/2017) pagi. Mereka mempersiapkan diri untuk perang besar dalam penyerbuan ke kota itu dan mengusir petempur kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Pada penghujung Januari, PM Irak Haider Jawad Kadhim Al-Abadi mengumumkan pembebasan sisi Timur Mosul, atau tepi kiri Sungai Tigris, setelah lebih dari 100 hari perang melawan anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Pada 19 Februari 2017, pasukan keamanan melanjutkan serangan guna mengusir petempur fanatik dari sisi Barat Mosul, yang oleh warga setempat dikenal dengan nama pinggir kanan Sungai Tigris yang membelah kota tersebut.

Namun, bagian Barat Mosul, dengan jalannya yang sempit dan permukimannya yang padat penduduk di pusat Kota Tua itu, tampaknya menjadi tantangan yang lebih besar buat pasukan Irak. Diperlukan waktu lima bulan sampai tentara Irak sepenuhnya membebaskan pinggir Barat, termasuk Kota Tua.

Mosul, 400 kilometer di sebelah Utara Ibu Kota Irak, Baghdad, jatuh ke dalam kekuasaan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) sejak Juni 2014 ketika tentara pemerintah meninggalkan senjata mereka dan menyelamatkan diri, sehingga memungkinkan petempur kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) merebut banyak wilayah Irak Utara dan Barat. (xinhua)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.166.213 Since: 05.03.13 | 0.241 sec