Hukum

Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu

Thursday, 20 April 2017 | View : 132

MATARAM-SBN.

Mantan Ketua Umum PARFI Gatot Brajamusti atau sering disapa sebagai Aa Gatot divonis 8 tahun penjara terkait kepemilikan sabu. Vonis terhadap Aa Gatot lebih ringan dari tuntutan Jaksa yaitu 13 tahun penjara.

"Dia dituntut 13 tahun, vonisnya 8 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan penjara," ujar Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat saat dikonfirmasi awak media, Kamis (20/4/2017).

AKBP Cheppy Ahmad Hidayat mengatakan sidang vonis terhadap Aa Gatot digelar siang tadi di Pengadilan Negeri (PN Mataram). Aa Gatot dinyatakan terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

AKBP Cheppy Ahmad Hidayat menambahkan, dengan adanya hukuman ini, penahanan Aa Gatot akan dipindah dari Rutan ke Lapas di NTB.

"Dia tetap ditahan di NTB, tapi kalau ada permintaan untuk pindah bisa saja dibawa ke Jakarta," ujarnya.

Mengenai kasus Aa Gatot yang ditangani Polda Metro Jaya, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat menjelaskan itu masih berjalan. Kasus Aa Gatot di Polda Metro Jaya salah satunya adalah kasus dugaan pencabulan dan kepemilikan senpi tanpa izin.

"3 kasus di Jakarta masih berjalan, kemungkinan besar akan disidang dulu di Jakarta," ucapnya.

Gatot Brajamusti akhirnya mengakui melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak di bawah umur, yaitu CT dan AS.

Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan intensif di Mapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Gatot Brajamusti alias Aa Gatot akhirnya mengakui tuduhan hubungan seksual secara berkelompok atau threesome bersama para pengikutnya.

Perbuatan bejat itu dilakukan Gatot Brajamusti atas bantuan dua perempuan, yakni istrinya Dewi Aminah dan penyanyi Reza Artamevia.

Demikian dikatakan Kasubdid V Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Azhar Nugroho di Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (6/10/2016) seperti diberitakan Kompas Tv.

Senada dengan Aa Gatot, sang istri, Dewi Aminah, juga mengamini tuduhan itu. Sejumlah fakta baru pun turut terkuak dalam pemeriksaan ini, salah satunya adalah ritual Gatot yang selalu mencekoki para korbannya dengan narkoba jenis sabu yang ia beri nama aspat atau makanan jin.

Gatot Brajamusti menganggap pelecehan seksual yang ia lakukan terhadap CT dan AS itu merupakan bagian dari sebuah ritual.

Karena itu, sebelum ia melakukan hubungan intim layaknya suami istri, Gatot Brajamusti terlebih dulu menghisap aspat atau sabu-sabu di dalam kamarnya.

"Ya itu dilakukan Gatot dan Dewi (Aminah). Reza juga dilibatkan," ujar AKBP Azhar Nugroho.

Menurut AKBP Azhar Nugroho, apa yang dilakukan Gatot Brajamusti dianggapnya sebagai sebuah permainan.

"Ya itu semacam permainan. Ada beberapa permainan. Saudara Gatot konsumsi aspat lebih dulu. Ibu Dewi juga berperan," katanya.

"Dia (Aa Gatot) mengakui pernah melakukan threesome dengan beberapa wanita secara bersamaan. Ini diperkuat oleh pengakuan dari istrinya," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Awi Setiyono kepada awak media, Kamis (6/10/2016).

"Dia (Aa Gatot) mengakui melakukan persetubuhan dengan korban-korbannya secara bergiliran, satu per satu masuk ke kamar praktiknya," tutur Kombes Pol. Awi Setiyono.

Seperti diketahui, kasus dugaan pemerkosaan oleh Aa Gatot ini pertama kali muncul ke permukaan setelah seorang wanita muda berinisial CT melapor ke SPKT Polda Metro Jaya. Mantan pengikut Aa Gatot ini mengaku diperkosa sejak tahun 2007 hingga 2011.

Sebelumnya, perempuan berinisial CT (26), membeberkan soal ritual seks dan cara Aa Gatot yang memperdaya dirinya saat usianya masih 16 tahun.

CT mengaku pertama kali dinodai Aa Gatot pada saat usianya masih 16 tahun 10 bulan pada tahun 2007.

Atau masih dibawah umur. Kasus yang menimpanya ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/9/2016) lalu.

CT menuturkan, akibat tindakan Aa Gatot itu, ia sempat hamil dua kali. Satu anak pun sempat digugurkannya setelah dipaksa oleh Aa Gatot.

Pengacara CT, Sudarmono, menceritakan, kliennya mengenal Aa Gatot pada tahun 2007, ketika itu CT sedang bermimpi menjadi penyanyi dangdut dan bergabung di sebuah manajemen artis.

Disitulah ia diperkenalkan oleh seseorang dengan Aa Gatot yang sudah menjadi penyanyi di manajemen artis.

"Saat itu klien saya mau dijadikan backing vokalnya Aa Gatot," kata Sudarmono.

Sejak itulah CT kenal dekat dengan Aa Gatot. Dalam perkenalan itu, Aa Gatot memperkenalkan dirinya sebagai orang kuat dan sakti, CT pun percaya dan terperdaya.

Saat pertama kali dinodai Aa Gatot, kata Sudarmono, Aa Gatot memperdaya dengan sebuah cerita.

Sebelum bercerita, CT sempat dipengaruhi oleh sabu dan alkohol. Aa Gatot menceritakan bahwa di dalam dirinya ada jin bernama 'jibram' dan harus dikeluarkan.

Jalan satu-satunya untuk mengeluarkan jin itu adalah harus berhubungan intim dengan seorang perawan.

Di tahun 2007, kata Sudarmono, kliennya masih perawan karena baru berusia 16 tahun 10 bulan.

Lalu, Aa Gatot meminta CT untuk menghisap sabu dan mencekokinya dengan minuman keras. CT pun terperdaya.

Ritual menghisap sabu itu disebut Aa Gatot sebagai ritual 'Aspat'. Semacam memberi makan jin yang ada di dalam tubuhnya.

"Waktu itu klien saya masih dibawah umur. Dia belum tahu yang ia hisap itu sabu," kata Sudarmono.

Sejak itu CT sering diajak kesana-kemari oleh Aa Gatot. Dia kerap diajak ke rumah Aa Gatot di Pondok Indah, lalu ke padepokannya di Sukabumi, serta ke berbagai hotel.

Segalanya, kata Sudarmono, tak jauh soal sex ketika Aa Gatot mengajak CT. Selanjutnya CT mengikuti Aa Gatot sepanjang tahun 2007 sampai 2011. Dia melewatkan masa SMA-nya karena sudah tak fokus lagi.

Sementara itu, pengacara Aa Gatot, Muara Karta, terheran-heran dengan laporan yang dibuat CT.

"CT itu memang istrinya, tetapi mereka sudah pisah," kata Muara Karta.

Makanya Muara Karta mempertanyakan soal pelaporan itu dan mengaku tak pernah dinikahi kliennya.

Apalagi peristiwa pemerkosaan itu sudah terjadi dalam rentang waktu lama, yakni 2007-2010.

"Sekarang kalau bilang tak dinikahi, yang biayai anaknya siapa. Kan Aa Gatot yang nafkahin. Artinya klien saya bertanggung jawab," kata advokat Muara Karta.

Sedangkan, Kasiepenkum Kejati NTB Dedi Irawan, mengatakan istri Aa Gatot, Dewi Aminah juga divonis hari ini. Dewi Aminah dinyatakan melanggar Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemakaian Narkotika. Dewi Aminah divonis 6 bulan penjara.

"Dewi Aminah divonis 6 bulan, tuntutannya 6 tahun," ujar Dedi Irawan saat dikonfirmasi terpisah. (kompastv/tri/det/jos)

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.161.838 Since: 05.03.13 | 0.1819 sec