Hukum

KPK Perpanjang Penahanan Musa Zainuddin

Thursday, 20 April 2017 | View : 383
Tags : Dpr Ri, Kpk

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Musa Zainuddin. Perpanjangan penahanan kedua dilakukan untuk 30 hari ke depan.

"Kita lakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka MZ (Musa Zainuddin). Diperpanjang 30 hari ke depan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Sebelumnya, KPK kembali memanggil anggota Komisi V DPR RI Musa Zainuddin terkait dengan dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Musa Zainuddin dipanggil dalam status sebagai tersangka.

"MZ (Musa Zainuddin) akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan jalan di Kementerian PUPR," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (13/3/2017).

KPK menahan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pada Rabu (23/2/2017) lalu. Perpanjangan penahanan kedua ini dilakukan terhitung sejak 22 April 2017 hingga 21 Mei 2017.

"Ini perpanjangan 30 hari yang kedua," tutur Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Musa Zainuddin dan rekannya, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka. Musa Zainuddin, yang telah ditahan KPK sejak Kamis (23/2/2017) lalu, ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini bersama rekannya, Yudi Widiana Adia.

Musa Zainuddin disangka KPK menerima uang Rp 7 miliar, sedangkan Yudi Widiana Adia disangka menerima uang Rp 4 miliar. Yudi Widiana Adia disebut KPK menerima hadiah atau janji dari Komisaris PT. Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng senilai Rp 4 miliar. Aseng, sebagai pemberi suap, sudah ditahan sejak Rabu (1/3/2017) lalu.

Sebelumnya, KPK memeriksa Komisaris PT. Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng terkait dengan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Aseng dipanggil untuk tersangka Yudi Widiana Adia.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka YWA (Yudi Widiana Adia)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (20/3/2017).

Selain Aseng, KPK memanggil Kasi Pelaksana BPJN IX Kementerian PUPR Moch. Iqbal Tamher dan seorang PNS Ign Wing Kusbimanto. Keduanya juga sebagai saksi untuk Yudi Widiana Adia.

Nama Musa Zainuddin sempat muncul dalam sidang pembacaan dakwaan Amran H. Mustary. Dalam dakwaan Abdul Khoir, nama Musa Zainuddin juga disebut ikut menerima duit suap sebesar 8 persen atau senilai Rp 8 miliar dari total nilai proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara.

KPK pernah menegaskan Musa Zainuddin dan Yudi Widiana Adia bukanlah tersangka terakhir dalam kasus dugaan suap proyek jalan Kementerian PUPR. Hal tersebut karena masih ada yang terus didalami dari keterlibatan mereka.

"Ini bukan tersangka yang terakhir," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).

Kasus suap di Kementerian PUPR ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Januari 2016 terhadap Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu merupakan anggota Komisi V DPR RI.

KPK juga menangkap dua rekan Damayanti Wisnu Putranti, yakni Julia Prasetyarini dan Dessy A. Edwin. Mereka saat itu disangka menerima suap dari Abdul Khoir, yang juga ditangkap.

Kasus pun berkembang dan KPK menetapkan beberapa tersangka lain. Para tersangka yang ditetapkan dalam pengembangan kasus adalah Budi Supriyanto, Amran H. Mustary, Andi Taufan Tiro, So Kok Seng, Musa Zainuddin, dan Yudi Widiana Adia.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.788 Since: 05.03.13 | 0.1458 sec