Hukum

PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati

Wednesday, 29 Maret 2017 | View : 434

JAKARTA-SBN.

Wawan alias Awing (42 tahun), terdakwa kasus pembunuhan manajer cantik asal Bandung, Kepala Cabang (Branch Manager) Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, Franceisca Yofie atau Sisca, kembali meminta keringanan hukuman pada sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Bandung, Jawa Barat. "Saya siap (menerima hukuman). Saya berharap lewat PK ini hukuman saya bisa turun," kata Wawan usai sidang di PN Klas IA Khusus Bandung, Jalan L. L. RE. Martadinata No.74-80, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (3/5/2016).

Namun, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) Wawan alias Awing (42 tahun). Alhasil, seluruh upaya hukum pembunuh Franceisca Yofie atau Sisca itu habis sudah dan ia tetap dihukum mati.

Wawan menghabisi nyawa Sisca Yofie secara kejam dan keji bersama Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat (27 tahun) pada Agustus 2013. Pembunuhan itu dilakukan dengan cara menyeret tubuh Sisca Yofie dengan sepeda motor selama 500 meter hingga muka Sisca Yofie hancur di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam.

Setelah itu Wawan dan Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat membacok Sisca Yofie berkali-kali hingga tewas.

Oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Wawan dan Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Keduanya divonis hukuman seumur hidup di PN Bandung pada hari Senin 24 Maret 2014.

Keduanya dinyatakan terbukti telah melanggar Pasal 365 ayat (4) KUHP tentang perampokan yang mengakibatkan kematian.

Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung Jawa Barat pada 6 Juni 2014. Hanya Wawan yang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung Jawa Barat, namun bandingnya ditolak.

Wawan tak putus asa. Dia mengajukan kasasi di Mahkamah Agung. Di tingkat kasasi, hukuman Wawan dinaikkan menjadi hukuman mati, pada Selasa (11/11/2014) di Jakarta. Vonis MA lebih berat yakni hukuman mati. Wawan divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung. Vonis mati tersebut diketok oleh tiga Hakim Agung. Duduk sebagai Ketua Majelis Kasasi, Dr. H. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M. dengan anggota Prof. Dr. Topane Gayus Lumbuun, S.H., M.H., dan H. Margono S.H., M.Hum., M.M.

Wawan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan kematian Sisca atau Franceisca Yofie.

Majelis Hakim MA menilai, perbuatan terdakwa keji dan tidak berperikemanusiaan.  Wawan menyeret korban dengan sepeda motor sejauh 500 meter hingga mengakibatkan wajah dan tubuh korban hancur.

Wawan tidak terima dan mengajukan PK.

"Menolak permohonan PK Wawan alias Awing bin Ahri Syafei," kutip awak media dari website MA, Rabu (29/3/2017).

Perkara Nomor 92 PK/PID/2016 mengantongi kategori pencurian dengan kekerasan. Duduk sebagai Ketua Majelis Syarifuddin dengan anggota Sumardjiatmo dan Eddy Army.

Di kasus ini, Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat hukumannya diperingan menjadi 20 tahun penjara.

Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda eksekusi mati yang akan dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung). (jos)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.781.717 Since: 05.03.13 | 0.2424 sec