Opini

Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 28 Maret 2017 | View : 154

SBN.

Acara Mata Najwa “Babak Final Pilkada Jakarta” Senin pada tanggal 27 Maret 2017 kemarin berhasil menampilkan diri Anies Baswedan dan Ahok lebih jauh. Perbedaan keduanya lalu nampak dengan jelas. Ahok secara eksplisit menyatakan bahwa ia mengikuti politik akal sehat yang digagas almarhum Dr. Sjahrir. Politik yang tidak asal merebut kekuasaan tetapi politik yang tidak melupakan akal sehat dan memberi ruang pendidikan ke masyarakat.

Anies tidak eksplisit menyatakan konsep politik yang digunakan namun dia berulang menggunakan kata MERANGKUL semua elemen yang ada. Itulah Anies merangkul siapa saja yang mendukungnya. Dia merangkul dengan melupakan akal sehat dan prinsip. Ini yang menjadi sasaran kritik banyak orang.

Kemarin Anies menggunakan mind set lawan Ahok untuk menyerang terus. Mind set yang menilai Ahok misal sebagai seorang pemecah bangsa. Ahok hendak digambarkan sebagai PERUSAK bangsa. Seolah seluruh kampanye sektarian yang memecah masyarakat adalah tanggung jawab Ahok. Dialah pencipta ketegangan politik yang terjadi.

Di puncak ketegangan yang terjadi banyak tokoh tanpa disadari mengeluarkan pikiran alam bawah sadarnya yang ternyata diskriminatif dan egois. Mereka intinya menyatakan bahwa mengapa kita begitu heboh untuk seorang China Kristen yang bermulut besar ini. Ahok bukan siapa-siapa dan mengapa harus seribut itu.

Bagi saya Ahok bukan pelaku keributan. Dia korban dan dikorbankan. Dia limbung namun dia tidak keluar dari akal sehatnya. Atas nama akal sehat maka dia siap menerima kekalahan dan tidak mau melacurkan diri. Ini titik perjalanan yang paling menyentuh. Meskipun Ahok begitu mencintai apa yang dikerjakan dan diperlakukan dengan begitu tidak adil, namun dia tetap memiliki batas dan prinsip.

Keteguhan berdiri di posisinya dengan membawa nama Tuhan sang pemilik hidup dan kekuasaan ini membawa “kita” masuk ke ranah lain yang barangkali memungkinkan Ahok terbang tinggi mengikuti badai. Dia laksana rajawali yang mampu terbang tinggi dan jauh dengan menggunakan energi badai. Sampai di mana Ahok nantinya? Mari kita saksikan. Semoga dia tetap berpegang dan berlindung pada Tuhan. (esh)

See Also

Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
Perempuan Jangan Tanggung Meraih Prestasi: Dobraklah
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.955.973 Since: 05.03.13 | 0.9862 sec