Opini

Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Sunday, 19 Maret 2017 | View : 92

SBN.

Buku bergambar Seno Gumira Adidarma berjudul: "JEJAK PYONGYANG" mencelikkan pikiran saya tentang bahaya sebuah ide. Ide jahat bisa menjelma menjadi kejahatan yang sistemik.

Ide itu dipasarkan oleh Kim Il-Sung pendiri komunisme Korea Utara. Agama buddha sebagai mayoritas yang dianut masyarakat Korea Utara ditinggalkan karena usaha Kim Il-Sung. Dia gunakan peristiwa penjajahan Jepang yang membuat masyarakat menjadi sangat menderita sebagai bahan perubahan.

Masyarakat berdoa agar dibebaskan dari penderita tetapi doanya tidak dijawab. Lalu Kim Il-Sung menyatakan bahwa perubahan hanya bisa terjadi dengan usaha manusia. Lalu mereka diajari untuk lebih percaya pada manusia.

Celakanya adalah mereka diarahkan percaya kepada pemimpin besar mereka bernama Kim Il-Sung yang membangun negara komunis. Hasilnya adalah Kim Il-Sung mengambil tempat Tuhan dan mewakili Tuhan untuk mengontrol manusia. Lalu Korea Utara melakukan pengontrolan ketat atas hidup masyarakat. Tidak ada kebebasan. Yang ada adalah penyeragaman. Tidak ada individu. Tidak ada kebebasan. Semua tergantung pada pandangan pemimpin.

Buku Seno Gumira Adidarma membuat saya bergidik. Ngeri. Cerita mutakhir yang terjadi adalah pembunuhan keluarga sendiri karena tidak taat dengan lari ke Malaysia. Juga pernah saya melihat video tentang anak yang berhasil membebaskan diri melalui China dengan mengorbankan Ibunya yang diperkosa. Ide keliru yang kemudian menjelma menjadi sistem sungguh sulit menghancurkannya dan pasti menelan korban banyak. Karena itu Lao Tzu (Laozi/Lao-Tze) mengajari kita untuk memadamkan api selagi kecil dan ide-ide semacam yang intinya mengajari kita untuk lebih mengutamakan pencegahan.

Kim Il-Sung terinspirasi oleh Karl Marx yang menyatakan bahwa agama itu adalah candu. Ide ini ditulis berdasarkan suatu konteks di mana ketika Karl Marx hidup, agamawan sangat berkuasa dan kekuasaannya disalahgunakan. Counter terhadap ide ini tidak menukik pada esensinya yang intinya menyejajarkan ide fenomenal dengan noumenal. Thich Nhat Hanh mengingatkan bahwa kita jangan campur adukkan urusan fenomenal dengan noumenal. Levelnya tidak sama. Noumenal ada di level yang lebih tinggi dan tidak pernah bisa dibuktikan melalui indera manusia. Karena itu agama dan spiritualitas sebaiknya menjadi urusan pribadi manusia. Peran negara adalah menfasilitasi masyarakat untuk bebas mengakses ajaran-ajaran yang ada secara benar.

Sejalan dengan ide tidak mencampuradukkan fenomenal dengan noumenal maka saya juga percaya bahwa laki-laki tidak mungkin bisa mewakili Tuhan untuk mengendalikan perempuan, anak dan kelompok lemah lainnya. Maskulinitas yang didesign oleh budaya yang menyejarah perlu direkonstruksi dan atau didekonstruksi demi kepentingan kesejahteraan dan kemanusiaan. Ini syarat kalau kita ingin maju secara kolektif bersama. (esh)

See Also

Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
Perempuan Jangan Tanggung Meraih Prestasi: Dobraklah
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.954.090 Since: 05.03.13 | 1.6541 sec