Internasional

ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom

Saturday, 25 Februari 2017 | View : 165
Tags : Irak, Isis

WASHINGTON DC.-SBN.

Kelompok ekstremis teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) memaksa anak-anak dan para penyandang disabilitas menaiki truk bermuatan bom dan membuat mereka mengemudikannya menuju pasukan keamanan Irak di Mosul, kata seorang jenderal dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).

Taktik keji tersebut, ditambah dengan langkah-langkah nekat lainnya di medan perang, merupakan tanda kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menyadari bahwa kekalahan mereka tidak dapat dihindari, kata para pejabat.

Ekstremis teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menggunakan truk yang dipasang bom, dikenal di kalangan militer sebagai vehicle-borne improvised explosive devices  (VBIED), untuk menyebabkan dampak merusak dalam operasi Mosul dan tempat lain di Irak.

Berbicara kepada AFP dan wartawan lainnya di Baghdad, Irak, pada pekan ini, Brigadir Jenderal Angkatan Udara AS Matt Isler mengatakan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) mengadopsi teknik-teknik baru yang koersif dalam penggunaan bom mobil bunuh diri karena ekstremis tampaknya kehabisan pengemudi sukarela.

"Kami melihat orang-orang dibawa ke VBIED, dimasukkan ke dalamnya dan dirantai di VBIED," katanya.

"Kami melihat anak-anak dimasukkan ke dalam VBIED sebagai pengemudi, orang-orang yang tidak dapat berjalan... saya tidak tahu apa mereka mengajukan diri untuk melakukan itu," tambah Matt Isler.

Koalisi sering melihat VBIED melakukan misi, tapi sopirnya keluar dari jalur dan mencoba bersembunyi di balik bangunan.

Matt Isler juga mengatakan mereka melihat pengemudi VBIED membelot, melihat komando dan kendali kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) berusaha mencari tahu ke mana sopir VBIED mereka pergi, melihat beberapa sopir VBIED kabur.

Koalisi pertama kali melihat sopir dirantai ke truk ketika pasukan keamanan Irak mendekati Sungai Tigris saat mereka membersihkan Mosul Timur, papar Matt Isler.

Operasi untuk membebaskan kota terbesar kedua Irak itu dari kendali kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dimulai pada Oktober. Setelah membersihkan sisi Timur, pasukan Irak pada Minggu (19/2/2017) melancarkan operasi yang bertujuan memukul mundur kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dari tepi Barat Mosul, demikian dikutip dari AFP. (afp)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.525 Since: 05.03.13 | 0.1636 sec