Internasional

ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom

Saturday, 25 Februari 2017 | View : 577
Tags : Irak, Isis

WASHINGTON DC.-SBN.

Kelompok ekstremis teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) memaksa anak-anak dan para penyandang disabilitas menaiki truk bermuatan bom dan membuat mereka mengemudikannya menuju pasukan keamanan Irak di Mosul, kata seorang jenderal dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).

Taktik keji tersebut, ditambah dengan langkah-langkah nekat lainnya di medan perang, merupakan tanda kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menyadari bahwa kekalahan mereka tidak dapat dihindari, kata para pejabat.

Ekstremis teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menggunakan truk yang dipasang bom, dikenal di kalangan militer sebagai vehicle-borne improvised explosive devices  (VBIED), untuk menyebabkan dampak merusak dalam operasi Mosul dan tempat lain di Irak.

Berbicara kepada AFP dan wartawan lainnya di Baghdad, Irak, pada pekan ini, Brigadir Jenderal Angkatan Udara AS Matt Isler mengatakan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) mengadopsi teknik-teknik baru yang koersif dalam penggunaan bom mobil bunuh diri karena ekstremis tampaknya kehabisan pengemudi sukarela.

"Kami melihat orang-orang dibawa ke VBIED, dimasukkan ke dalamnya dan dirantai di VBIED," katanya.

"Kami melihat anak-anak dimasukkan ke dalam VBIED sebagai pengemudi, orang-orang yang tidak dapat berjalan... saya tidak tahu apa mereka mengajukan diri untuk melakukan itu," tambah Matt Isler.

Koalisi sering melihat VBIED melakukan misi, tapi sopirnya keluar dari jalur dan mencoba bersembunyi di balik bangunan.

Matt Isler juga mengatakan mereka melihat pengemudi VBIED membelot, melihat komando dan kendali kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) berusaha mencari tahu ke mana sopir VBIED mereka pergi, melihat beberapa sopir VBIED kabur.

Koalisi pertama kali melihat sopir dirantai ke truk ketika pasukan keamanan Irak mendekati Sungai Tigris saat mereka membersihkan Mosul Timur, papar Matt Isler.

Operasi untuk membebaskan kota terbesar kedua Irak itu dari kendali kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dimulai pada Oktober. Setelah membersihkan sisi Timur, pasukan Irak pada Minggu (19/2/2017) melancarkan operasi yang bertujuan memukul mundur kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dari tepi Barat Mosul, demikian dikutip dari AFP. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.304.454 Since: 05.03.13 | 0.1818 sec