Agama & Masyarakat

Nasihat Syaikh Mahir Dan Gus Ghofur Di Halaqah Santri NU

Tuesday, 24 Januari 2017 | View : 523
KUDUS-SBN.
Sanad keilmuan umat Islam Indonesia, sangatlah luar biasa. Sanad maupun metodologi pengajaran melalui Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyyah, tersebar di seantero negeri. Selain itu, banyak putra bangsanya menjadi ulama' besar kaliber (kelas) dunia, seperti Syaikh Nawawi Al-Bantany dan Syaikh Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadany.
Cendekiawan Muslim asal Syiria, Dr. Syaikh Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Santri NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Nashrul Ummah Yayasan Nusantara Satu Kudus di Selatan PR. Nojorono, Desa/Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (21/1/2017).
‘’Kalian semua sangat beruntung hidup di Indonesia. Banyak ulama yang ilmunya bisa Anda serap. Jadilah generasi penerus ulama salaf yang dulu sangat semangat dan gigih menyebarkan ilmu agama,’’ tegasnya dalam halaqah yang digelar oleh GP. Ansor dan Aswaja Center Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Pada kesempatan itu, Dr. Syaikh Mahir Hasan Al-Munajjid juga berpesan, agar dalam melaksanakan dakwah, umat Islam Indonesia melakukannya dengan santun. ‘’Amar ma'ruf nahi mungkar sebagai sarana da'wah, laksanakan dengan cara ma'ruf serta bi al-hikmah wa al-mauidlati al-hasanah,’’ katanya.
Kepada para peserta halaqah, ia juga berpesan agar pemuda bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar, belajar dan belajar. ‘’Dengan begitulah maka Anda akan menjadi pemuda yang pandai membaca zaman dengan hukum Allah SWT.,’’ paparnya.
Dr. KH. Abdul Ghofur, memaparkan mengenai sejarah ke-Islam-an Bangsa Arab yang bermacam-macam, dilihat dari sisi kultur (budaya) hingga kesukuan yang pada gilirannya berhasil disatukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
‘’Keberagaman yang ada di Indonesia, pada saatnya akan bisa disatukan, dengan mengikuti cara dakwah Rasulullah. Untuk itu, maka harus mempelajari sejarah (sirah nabawiyyah),’’ terang putra KH. Maimun Zubair yang akrab disapa Gus Ghofur itu.
Pada kesempatan itu, Gus Ghofur juga menekankan pentingnya bersikap tawassuth dalam melakukan dakwah, termasuk dalam gerakan kepemudaan.
‘’Tawassuth ini sebagai upaya harmonisasi di tengah kemajemukan bangsa,’’ tuturnya.

See Also

Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Said Aqil Siradj Sebut Beliau Tokoh Nasionalis Dan Religius
Ketua DPR RI Sebut Masjid At-Taufiq Dibangun Untuk Kenang Jasa Almarhum Taufiq Kiemas
Haul Sewindu Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Sebut Sudah Sewindu Bapak Wafat Tapi Masih Terasa Jasanya
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Katakan Saya Bersyukur Pernah Digembleng Pak Taufiq
Indonesia Resmi Tak Berangkatkan Ibadah Haji 2021
Menteri Agama Akan Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2021 Kamis Besok Siang
Bamsoet Sebut Pesan Gus Dur Soal Agama & Suku
Bamsoet Tekankan Menjaga Kebhinekaan Dalam Pluralitas Adalah Fitrah Bangsa Indonesia
Teliti Bisnis Sufistik Al-Ghazali Kiai Pesantren Raih Gelar Doktor
Gereja Katolik Tolak Memberkati Pernikahan Pasangan Sejenis
Agenda Pemimpin Tertinggi Katolik Di Irak
Wakil Ketua MPR RI Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Rasisme Tumbuh Di Indonesia
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.212.278 Since: 05.03.13 | 0.1822 sec