Agama & Masyarakat

Nasihat Syaikh Mahir Dan Gus Ghofur Di Halaqah Santri NU

Tuesday, 24 Januari 2017 | View : 174
KUDUS-SBN.
Sanad keilmuan umat Islam Indonesia, sangatlah luar biasa. Sanad maupun metodologi pengajaran melalui Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyyah, tersebar di seantero negeri. Selain itu, banyak putra bangsanya menjadi ulama' besar kaliber (kelas) dunia, seperti Syaikh Nawawi Al-Bantany dan Syaikh Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadany.
Cendekiawan Muslim asal Syiria, Dr. Syaikh Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Santri NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Nashrul Ummah Yayasan Nusantara Satu Kudus di Selatan PR. Nojorono, Desa/Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (21/1/2017).
‘’Kalian semua sangat beruntung hidup di Indonesia. Banyak ulama yang ilmunya bisa Anda serap. Jadilah generasi penerus ulama salaf yang dulu sangat semangat dan gigih menyebarkan ilmu agama,’’ tegasnya dalam halaqah yang digelar oleh GP. Ansor dan Aswaja Center Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Pada kesempatan itu, Dr. Syaikh Mahir Hasan Al-Munajjid juga berpesan, agar dalam melaksanakan dakwah, umat Islam Indonesia melakukannya dengan santun. ‘’Amar ma'ruf nahi mungkar sebagai sarana da'wah, laksanakan dengan cara ma'ruf serta bi al-hikmah wa al-mauidlati al-hasanah,’’ katanya.
Kepada para peserta halaqah, ia juga berpesan agar pemuda bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar, belajar dan belajar. ‘’Dengan begitulah maka Anda akan menjadi pemuda yang pandai membaca zaman dengan hukum Allah SWT.,’’ paparnya.
Dr. KH. Abdul Ghofur, memaparkan mengenai sejarah ke-Islam-an Bangsa Arab yang bermacam-macam, dilihat dari sisi kultur (budaya) hingga kesukuan yang pada gilirannya berhasil disatukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
‘’Keberagaman yang ada di Indonesia, pada saatnya akan bisa disatukan, dengan mengikuti cara dakwah Rasulullah. Untuk itu, maka harus mempelajari sejarah (sirah nabawiyyah),’’ terang putra KH. Maimun Zubair yang akrab disapa Gus Ghofur itu.
Pada kesempatan itu, Gus Ghofur juga menekankan pentingnya bersikap tawassuth dalam melakukan dakwah, termasuk dalam gerakan kepemudaan.
‘’Tawassuth ini sebagai upaya harmonisasi di tengah kemajemukan bangsa,’’ tuturnya.

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Tradisi Grebeg Besar
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
Selamat Jalan Mike Mohede
Rais Syuriah PB NU KH Mas Subadar Wafat
22 Acara Puncak Satu Abad Qudsiyyah
Kasdim 0716/Demak Hadiri Silaturahmi Bupati, Wakil Bupati Dengan Ulama & Tokoh Masyarakat
Kuatkan Nilai-nilai Aswaja, Iksab TBS Agendakan Silatnas
Dandim 0716/Demak Hadiri Open House Bupati
Marwah Band Semarakkan Halalbihalal UMK
Ibunda Nyai Hajjah Siti Fatmah Berpulang Ke Rahmatullah
Pelantikan PDM & PDA Kudus, Kuatkan Sinergitas Dengan AUM
Launching Rembug Warga NU Dengan Bedah Buku Masterpiece Islam Nusantara
Khosifah Nahkodai Aisyiyah Kudus
Ahmad Hilal Majdi Kembali Pimpin PDM Kudus
Pembukaan Musyda Muhammadiyah Dan Aisyiyah Kudus Periode Muktamar Ke-47
Tektek Kampling
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.111.913 Since: 05.03.13 | 0.1556 sec