Internasional

Amerika Serikat Persiapkan Pelantikan Donald Trump Di Tengah Protes

Friday, 20 Januari 2017 | View : 319

WASHINGTON D.C.-SBN.

Washington DC tengah mempersiapkan pelantikan presiden terpilih Donald John Trump dengan tingkat keamanan yang tinggi setelah ribuan orang turun ke jalan-jalan Ibu Kota dan New York City untuk mengekspresikan ketidaksenangan mereka dengan pemerintah.

Sejumlah masyarakat yang rencananya akan berunjuk rasa pada Jumat (20/1/2017) waktu Washington karena terpilihnya Donald Trump tersebut, dinilai bukan hal yang biasa terjadi pada pelantikan presiden AS.

Sekitar 28.000 personel keamanan dikerahkan untuk berjaga beberapa kilometer dari pagar, barikade jalan, termasuk truk yang sarat dengan pasir guna memperketat penjagaan keamanan di sekitar pusat pelantikan di Washington. Malam sebelum pelantikan, ribuan orang memenuhi New York untuk menggelar aksi protes di Trump International Hotel and Tower, dan berbaris beberapa blok dari tempat tinggal pengusaha tersebut.

Beberapa tokoh, mulai dari politisi, aktivis dan selebriti ambil bagian dalam unjuk rasa tersebut. Sebut saja Wali Kota New York Bill de Blasio, Aktor Hollywood, Robert de Niro Dan Alec Baldwin, sutradara Pemenang Oscar untuk film dokumenter Michael Moore Dan Penyanyi Cher turut bergabung.

Michael Moore, sutradara film dokumenter peraih Oscar, mendesak para pengunjuk rasa untuk mengambil bagian dalam "perlawanan 100 hari", sebuah gerakan untuk menolak kebijakan Donald John Trump.

"Hal buruk yang kita pikirkan akan terjadi, bahkan lebih buruk," kata Michael Moore.

Pada kesempatan itu, ia juga menyerukan kalimat persatuan.

"Kita semua Muslim, kita semua orang Meksiko, kita semua perempuan. Kita semua warga Amerika, ya, dan kita semua aneh, terlalu," serunya.

Koresponden Al Jazeera Kristen Saloomey, yang melaporkan unjuk rasa anti Trump di New York mengatakan, orasi tersebut banyak membahas tentang rencana mereka untuk menentang pemerintahan Trump.

"Hal ini tidak mengherankan untuk New York, kota liberal dan berhaluan kiri, yang memilih Demokrat dalam pemilihan presiden. Hal yang mengejutkan adalah melihat para pejabat kota dan negara yang dipilih untuk bersumpah menjalankan kebijakan Trump," kata Kristen Saloomey.

Seorang pengunjuk mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Donald Trump memilih kabinetnya seolah-olah ingin merusak institusi Amerika.

"Dia adalah seorang gangster, ia fasis, dan ia adalah megalomaniak," kata seorang wanita tampak marah.

Para penentang Donald Trump kecewa dengan pernyataan pebisnis real estate ini karena komentarnya selama pemilu tentang perempuan, imigran tak berdokumen, masyarakat Muslim, serta janji untuk membatalkan reformasi kesehatan dan soal pembangunan tembok di perbatasan Meksiko yang dibiayai untuk Meksiko.

Sementara pada pendukung Donald Trump mengagumi pengalamannya dalam bisnis, termasuk sebagai pengembang properti dan bintang televisi realitas, dan mereka melihat Donald Trump sebagai orang luar yang akan menyegarkan politik Amerika Serikat (AS).

"Kita akan mendapatkannya kembali, kita akan mengambil pekerjaan kita kembali. Kami tidak akan membiarkan negara-negara lain mengambil pekerjaan kami lagi," kata Donald John Trump pada sebuah kesempatan di Washington DC.

"Kita akan membangun militer yang besar, kita akan memperkuat perbatasan. Kita akan melakukan hal-hal yang belum dilakukan untuk negara kita selama bertahun-tahun," tambahnya.

Diperkirakan, dua juta orang akan hadir pada Jumat (20/1/2017) malam sebagaimana ketika pelantikan pertama Presiden Barack Obama pada 2009.

Prakiraan cuaca hujan kemungkinan dapat mengurangi jumlah warga yang datang, karena petugas keamanan melarang warga membawa payung, meskipun diizinkan untuk yang berukuran kecil.

"Terus terang saya tidak peduli, apakah cuacanya indah atau akan hujan. Tidak ada bedanya dengan saya," pungkas Donald John Trump. Demikian diberitakan Al Jazeera. (aljazeera)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.856 Since: 05.03.13 | 0.1491 sec