Internasional

China Minta Diplomat Asing Tingkatkan Kerja Sama Antikorupsi

Friday, 20 Januari 2017 | View : 276

BEIJING-SBN.

China meminta para diplomat asing di Beijing untuk meningkatkan kerja sama memerangi korupsi, kata media pemerintah, Jumat (20/1/2017). China meminta para diplomat asing di Beijing membantu menciptakan jejaring kerja sama melawan korupsi. Permintaan ini disampaikan di tengah upaya Beijing memperluas kerja sama internasional dalam perang melawan korupsi yang sudah empat tahun dilancarkan Presiden Xi Jinping. Pemerintah China pimpinan Presiden Xi Jinping telah memerangi rasuah selama empat tahun, lapor Reuters. 
Ia berupaya meningkatkan kerja sama antikorupsi di tingkat internasional. 
Xi Jinping telah bersumpah untuk memerangi akar korupsi pada semua level di Partai Komunis China sampai para pejabat tidak berani, tidak bisa dan tidak ingin korupsi. Xi Jinping berjanji akan memberantas korupsi di tiap tahap, hingga anggota Partai Komunis nantinya "tidak berani, tidak dapat, dan tidak ingin" korupsi. 
Ia mengingatkan, jika perang terhadap korupsi gagal, maka masa depan partai akan terancam. Xi Jinping mengingatkan jika upaya ini gagal maka akan mengancam masa depan Partai Komunis China.
Kampanye ini bersifat global di mana pemerintah mempublikasikan daftar berisi buron 100 tersangka korupsi yang kabur ke luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat (AS), Kanada dan Australia, yang kerap sambil membawa kekayaan jarahan mereka.
Keinginan memperluas kerja sama dimulai saat otoritas terkait menyiarkan 100 tersangka korupsi yang telah melarikan diri ke luar negeri, diantaranya Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Australia. 
Tersangka itu biasanya membawa kekayaannya bersama mereka. 
Menurut pemerintah, China telah menyelamatkan 2,3 miliar yuan kerugian akibat korupsi dari sekitar 70 negara pada 11 bulan pertama 2016.
China berhasil mengembalikan 2,3 milyar yuan (334,47 juta dolar AS) uang korupsi dari 70 negara dan kawasan selama 11 bulan pada 2016, kata otoritas terkait, Desember. 
Tapi China kesulitan mendapatkan jaminan kerja sama penuh dari pemerintah-pemerintah asing dalam mengadili buronan korupsi yang lari ke luar negeri karena China sendiri tidak menandatangani perjanjian ekstradisi. Namun, China masih kesulitan membangun kerja sama penuh dengan negara asing untuk melacak dan memulangkan tersangka korupsi yang buron. 
Banyak negara belum ingin mengadakan kerja sama ekstradisi karena sistem hukum China dianggap kurang menjamin hak tersangka. 
Wakil ketua Komisi Inspeksi Disiplin Pusat (CCDI), badan antikorupsi China, Wu Yuliang mengarahkan perwakilan dari 113 misi diplomatik dan 13 organisasi internasional terkait kebijakan antikorupsi di China, Kamis (19/1/2017), kata kantor berita Xinhua. 
Namun melalui langkah yang tidak biasa, Wu Yuliang, wakil ketua Komisi Inspeksi Disiplin (CCDI), yang merupakan lembaga pemberantasan korupsi China, membriefing wakil-wakil dari 113 misi diplomasi asing dan 13 organisasi internasional, Kamis (19/1/2017), mengenai kinerja antikorupsi China.
Wu Yuliang memastikan bahwa kampanye China dalam memburu para pejabat korup di luar negeri dan buron-buron lainnya dilakukan sesuai dengan baik undang-undang China maupun hukum negara lain, demikian Reuters.
Meski demikian, berita itu tidak menyebut negara yang berpartisipasi. 
Namun, Duta Besar Yunani untuk China, Leonidas Rokanas disebut sebagai salah satu peserta.
Wu Yuliang menilai, upaya China itu sebagai "reformasi politik terdepan", diantaranya termasuk penguatan regulasi untuk pegawai negeri yang korupsi serta pembentukan komisi pengawas nasional.
Ia juga menjamin, tuntutan ekstradisi terhadap buronan masih sejalan dengan hukum di China dan negara lain.
Otoritas itu awal bulan ini menerbitkan interpretasi terhadap aturan penyitaan dari tersangka yang mati atau menghilang.
Media pemerintah mengatakan, kebijakan itu dapat mengembalikan aset China yang sempat hilang. (reuters/xinhua)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.082 Since: 05.03.13 | 0.1369 sec