Internasional

Gempa Di Italia Tengah

Friday, 20 Januari 2017 | View : 540

ROMA-SBN.

Empat gempa kuat mengguncang Italia Tengah pada Rabu (18/1/2017), menyebabkan kepanikan di daerah yang menghadapi serangkaian peristiwa seismik tahun lalu, dan gelombang udara sangat dingin dalam beberapa hari belakangan.
Sedikitnya satu orang tewas di dekat Kota Teramo, dan satu orang lagi hilang setelah salju longsor di dekat LAquila, keduanya di wilayah Abruzzo menurut laporan kantor berita Ansa.
Gempa pertama dengan kekuatan 5,3 Skala Richter (SR) terjadi pukul 10.25 waktu setempat menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Nasional Italia (INGV). Pusat gempanya relatif dangkal, pada kedalaman sembilan kilometer.
Gempa kedua dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SR) mengguncang pukul 11.14 waktu setempat, yang ketiga dengan kekuatan 5,3 SR terjadi pukul 11.25 waktu setempat, dan yang keempat dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR) terjadi pukul 14.23 waktu setempat.
Pusat gempa terdeteksi ada di antara Provinsi Rieti dan LAquila, kata INGV.
Kota L'Aquila, yang sebagian besar hancur oleh gempa pada 2009, tidak mengalami kerusakan akibat gempa Rabu.
Lebih dari 100 gempa susulan terdeteksi di antara empat gempa utama itu menurut INGV. Gempa utama dirasakan di seluruh bagian Tengah negeri tersebut yakni Abruzzo, Marche, dan Lazio.
Getaran gempa terasa sampai Ibu Kota Italia, Roma, sekitar 100 kilometer di sebelah Barat, tempat kebanyakan sekolah ditutup, dan stasiun kereta bawah tanah untuk sementara dikosongkan pada pagi hari. Tak ada kerusakan yang dilaporkan di sana.
Sejauh ini, korban yang dicatat ialah seorang lelaki berusia 83 tahun, yang mayatnya ditemukan di reruntuhan bangunan di Castel Castagna yang ambruk akibat kedua gempa dan salju tebal, kata Departemen Perlindungan Sipil sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.
Pria kedua yang berusia 60 tahun hilang hingga Rabu (18/1/2017) malam, dan tim pertolongan khawatir ia mungkin telah terkubur di bawah longsoran di Desa Campotosto, tempat atap balai kota ambruk akibat guncangan.
Seorang perempuan dan anaknya diselamatkan dari reruntuhan satu rumah yang ambruk yang juga berada di dekat Teramo menurut Ansa.
Satu dari beberapa bangunan yang masih berdiri di Amatrice, menara bel, ambruk pada Rabu (18/1/2017). Kota kecil itu sudah rata dengan tanah akibat gempa dengan 6,0 pada Skala Richter (SR) pada 24 Agustus, yang secara keseluruhan menewaskan 300 orang.
Dua gempa kuat terjadi setelah 26 Oktober dan 30 Oktober tahun lalu, dan menghancurkan sebagian besar warisan sejarah di wilayah itu, dan memaksa ribuan orang tinggal di kota tenda, rumah sementara, atau trailer.
Gempa Bumi dengan magnitudo 6,6 mengguncang Italia Tengah pada Minggu (30/10/2016), menyebabkan lebih banyak bangunan dan gereja bersejarah runtuh di kota-kota kecil yang sudah diguncang gempa dalam sepekan terakhir.
Gempa yang menurut prakiraan awal lembaga survei geologis Amerika Serikat (U.S. Geological Survey/USGS) berkekuatan 7,1 SR namun kemudian direvisi menjadi 6,6 SR itu merupakan yang terkuat sejak gempa besar yang menewaskan hampir 300 orang dan meratakan beberapa kota kecil dengan tanah pada 24 Agustus.
Belum ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban akibat gempa itu yang menurut USGS berpusat di 6,6 kilometer Utara Norcia pada kedalaman 10 kilometer itu.
Gempa kuat dengan magnitudo 6,6 SR yang menurut lembaga survei geologis Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS) mengguncang wilayah Italia Tengah pada Minggu (30/10/2016) pagi dilaporkan menyebabkan bangunan dan gereja bersejarah runtuh, namun belum ada laporan mengenai korban.
Gempa yang getarannya terasa sampai ke Roma dan Venesia itu berpusat di enam kilometer Utara kota kecil Norcia dan terjadi pukul 06.40 GMT pada Minggu (30/10/2016), empat hari setelah gempa dengan magnitudo 5,5 dan 6,1 SR mengguncang Italia Tengah.
Gempa itu membuat anjing-anjing menggonggong di kota-kota seperti Norcia, Castelsantagelo, Preci, dan Visso, yang kebanyakan warganya memilih meninggalkan rumah dan tidur di dalam mobil atau pindah ke dekat pantai menyusul gempa-gempa yang terjadi pekan ini.
"Semua runtuh. Saya bisa melihat kolom-kolom asap, ini bencana," kata Marco Rinaldi, Wali Kota  Ussita, yang mencakup desa-desa pegunungan yang indah yang terdampak gempa sebelumnya.
"Saya sedang tidur di dalam mobil saya, saya menyaksikannya," kata dia.
Badan Perlindungan Sipil Italia menyatakan "pemeriksaan sedang dilakukan di seluruh kota yang terdampak gempa pagi ini untuk mengetahui dampaknya pada warga dan bangunan."
Foto-foto yang disiarkan stasiun televisi Italia, Sky News 24, menunjukkan para biarawan berlutut dan berdoa dalam diam di depan patung St Benedict of Norcia yang berada di luar ruangan sementara warga berdiri di sekitarnya.
Basilika St Benedict dilaporkan runtuh akibat gempa Minggu (30/10/2016), menurut warta kantor berita AFP.
Siaran televisi menunjukkan gereja yang runtuh di pusat kota Norcia, satu kota dekat Perugia di Umbria. Bagian-bagian dari kota sudah ditutup.
Bangunan-bangunan yang rusak di Norcia meliputi bangunan bersejarah Basilica St. Benedict dan Balai Kota.
Menurut Badan Perlindungan Sipil Italia gempa itu merobohkan bangunan-bangunan di Italia Tengah, namun belum ada laporan mengenai korban.
Gempa Minggu (30/10/2016) terjadi setelah serangkaian gempa mengguncang bagian negeri itu dalam lima hari terakhir.
Getaran gempa itu terasa hingga Bolzano, dekat perbatasan dengan Austria, dan jauh ke Selatan di daerah Puglia di ujung Selatan Semenanjung Italia dan terasa sangat kuat di Ibu Kota Roma.
Gempa dengan magnitudo 6,4 mengguncang bagian Timur kota itu pada Rabu (26/10/2016) dan getarannya dirasakan sampai Ibu Kota Italia, Roma.
Gempa-gempa itu terjadi dua bulan setelah gempa kuat meratakan kota-kota kecil dan menewaskan hampir 300 orang di Italia Tengah, demikian menurut warta kantor berita Reuters.
Peristiwa baru pada Rabu (18/1/2017) terutama sangat mempengaruhi penduduk lokal. Kondisi kehidupan mereka sudah buruk akibat gelombang udara sangat dingin.
Temperatur beku mengganggu pasokan listrik dan air di Abruzzo dan Marche, sehingga tak kurang dari 87.000 orang tak memperoleh listrik, dan 5.000 orang tak memperoleh air menurut pemerintah setempat. (afp/reuters/xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.189.885 Since: 05.03.13 | 0.1965 sec