Internasional

Gempa Di Italia Tengah

Friday, 20 Januari 2017 | View : 147

ROMA-SBN.

Empat gempa kuat mengguncang Italia Tengah pada Rabu (18/1/2017), menyebabkan kepanikan di daerah yang menghadapi serangkaian peristiwa seismik tahun lalu, dan gelombang udara sangat dingin dalam beberapa hari belakangan.
Sedikitnya satu orang tewas di dekat Kota Teramo, dan satu orang lagi hilang setelah salju longsor di dekat LAquila, keduanya di wilayah Abruzzo menurut laporan kantor berita Ansa.
Gempa pertama dengan kekuatan 5,3 Skala Richter (SR) terjadi pukul 10.25 waktu setempat menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Nasional Italia (INGV). Pusat gempanya relatif dangkal, pada kedalaman sembilan kilometer.
Gempa kedua dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SR) mengguncang pukul 11.14 waktu setempat, yang ketiga dengan kekuatan 5,3 SR terjadi pukul 11.25 waktu setempat, dan yang keempat dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR) terjadi pukul 14.23 waktu setempat.
Pusat gempa terdeteksi ada di antara Provinsi Rieti dan LAquila, kata INGV.
Kota L'Aquila, yang sebagian besar hancur oleh gempa pada 2009, tidak mengalami kerusakan akibat gempa Rabu.
Lebih dari 100 gempa susulan terdeteksi di antara empat gempa utama itu menurut INGV. Gempa utama dirasakan di seluruh bagian Tengah negeri tersebut yakni Abruzzo, Marche, dan Lazio.
Getaran gempa terasa sampai Ibu Kota Italia, Roma, sekitar 100 kilometer di sebelah Barat, tempat kebanyakan sekolah ditutup, dan stasiun kereta bawah tanah untuk sementara dikosongkan pada pagi hari. Tak ada kerusakan yang dilaporkan di sana.
Sejauh ini, korban yang dicatat ialah seorang lelaki berusia 83 tahun, yang mayatnya ditemukan di reruntuhan bangunan di Castel Castagna yang ambruk akibat kedua gempa dan salju tebal, kata Departemen Perlindungan Sipil sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.
Pria kedua yang berusia 60 tahun hilang hingga Rabu (18/1/2017) malam, dan tim pertolongan khawatir ia mungkin telah terkubur di bawah longsoran di Desa Campotosto, tempat atap balai kota ambruk akibat guncangan.
Seorang perempuan dan anaknya diselamatkan dari reruntuhan satu rumah yang ambruk yang juga berada di dekat Teramo menurut Ansa.
Satu dari beberapa bangunan yang masih berdiri di Amatrice, menara bel, ambruk pada Rabu (18/1/2017). Kota kecil itu sudah rata dengan tanah akibat gempa dengan 6,0 pada Skala Richter (SR) pada 24 Agustus, yang secara keseluruhan menewaskan 300 orang.
Dua gempa kuat terjadi setelah 26 Oktober dan 30 Oktober tahun lalu, dan menghancurkan sebagian besar warisan sejarah di wilayah itu, dan memaksa ribuan orang tinggal di kota tenda, rumah sementara, atau trailer.
Gempa Bumi dengan magnitudo 6,6 mengguncang Italia Tengah pada Minggu (30/10/2016), menyebabkan lebih banyak bangunan dan gereja bersejarah runtuh di kota-kota kecil yang sudah diguncang gempa dalam sepekan terakhir.
Gempa yang menurut prakiraan awal lembaga survei geologis Amerika Serikat (U.S. Geological Survey/USGS) berkekuatan 7,1 SR namun kemudian direvisi menjadi 6,6 SR itu merupakan yang terkuat sejak gempa besar yang menewaskan hampir 300 orang dan meratakan beberapa kota kecil dengan tanah pada 24 Agustus.
Belum ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban akibat gempa itu yang menurut USGS berpusat di 6,6 kilometer Utara Norcia pada kedalaman 10 kilometer itu.
Gempa kuat dengan magnitudo 6,6 SR yang menurut lembaga survei geologis Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS) mengguncang wilayah Italia Tengah pada Minggu (30/10/2016) pagi dilaporkan menyebabkan bangunan dan gereja bersejarah runtuh, namun belum ada laporan mengenai korban.
Gempa yang getarannya terasa sampai ke Roma dan Venesia itu berpusat di enam kilometer Utara kota kecil Norcia dan terjadi pukul 06.40 GMT pada Minggu (30/10/2016), empat hari setelah gempa dengan magnitudo 5,5 dan 6,1 SR mengguncang Italia Tengah.
Gempa itu membuat anjing-anjing menggonggong di kota-kota seperti Norcia, Castelsantagelo, Preci, dan Visso, yang kebanyakan warganya memilih meninggalkan rumah dan tidur di dalam mobil atau pindah ke dekat pantai menyusul gempa-gempa yang terjadi pekan ini.
"Semua runtuh. Saya bisa melihat kolom-kolom asap, ini bencana," kata Marco Rinaldi, Wali Kota  Ussita, yang mencakup desa-desa pegunungan yang indah yang terdampak gempa sebelumnya.
"Saya sedang tidur di dalam mobil saya, saya menyaksikannya," kata dia.
Badan Perlindungan Sipil Italia menyatakan "pemeriksaan sedang dilakukan di seluruh kota yang terdampak gempa pagi ini untuk mengetahui dampaknya pada warga dan bangunan."
Foto-foto yang disiarkan stasiun televisi Italia, Sky News 24, menunjukkan para biarawan berlutut dan berdoa dalam diam di depan patung St Benedict of Norcia yang berada di luar ruangan sementara warga berdiri di sekitarnya.
Basilika St Benedict dilaporkan runtuh akibat gempa Minggu (30/10/2016), menurut warta kantor berita AFP.
Siaran televisi menunjukkan gereja yang runtuh di pusat kota Norcia, satu kota dekat Perugia di Umbria. Bagian-bagian dari kota sudah ditutup.
Bangunan-bangunan yang rusak di Norcia meliputi bangunan bersejarah Basilica St. Benedict dan Balai Kota.
Menurut Badan Perlindungan Sipil Italia gempa itu merobohkan bangunan-bangunan di Italia Tengah, namun belum ada laporan mengenai korban.
Gempa Minggu (30/10/2016) terjadi setelah serangkaian gempa mengguncang bagian negeri itu dalam lima hari terakhir.
Getaran gempa itu terasa hingga Bolzano, dekat perbatasan dengan Austria, dan jauh ke Selatan di daerah Puglia di ujung Selatan Semenanjung Italia dan terasa sangat kuat di Ibu Kota Roma.
Gempa dengan magnitudo 6,4 mengguncang bagian Timur kota itu pada Rabu (26/10/2016) dan getarannya dirasakan sampai Ibu Kota Italia, Roma.
Gempa-gempa itu terjadi dua bulan setelah gempa kuat meratakan kota-kota kecil dan menewaskan hampir 300 orang di Italia Tengah, demikian menurut warta kantor berita Reuters.
Peristiwa baru pada Rabu (18/1/2017) terutama sangat mempengaruhi penduduk lokal. Kondisi kehidupan mereka sudah buruk akibat gelombang udara sangat dingin.
Temperatur beku mengganggu pasokan listrik dan air di Abruzzo dan Marche, sehingga tak kurang dari 87.000 orang tak memperoleh listrik, dan 5.000 orang tak memperoleh air menurut pemerintah setempat. (afp/reuters/xinhua)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.509 Since: 05.03.13 | 0.1816 sec