Hukum

KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap

Friday, 20 Januari 2017 | View : 134

JAKARTA-SBN.

Kamis (19/1/2017), lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. hingga mengundurkan diri pada 8 Desember 2014, E.S. sebagai tersangka kasus suap.
Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan tentang penetapan tersangka E.S. "Benar (E. S. ditetapkan sebagai tersangka)," beber Agus Rahardjo.
E.S. diduga menerima suap terkait pembelian pesawat ketika menjabat sebagai Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. KPK pun telah menggeledah empat lokasi di Jakarta Selatan pada Rabu (18/1/2017) kemarin terkait kasus itu.
KPK pun menegaskan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
"Kasus ini sifatnya adalah pribadi dan kami sangat berterima kasih kepada manajemen sekarang juga sangat mendukung kasus ini diungkap dengan baik," ucap Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jalan HR Rasuna Said Kav.C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).
"Harapan kami sebetulnya satu, sangat berharap kasus ini tidak memberikan dampak negatif pada Garuda, karena bagaimanapun flight carrier ini harus kita jaga, apalagi sekarang sudah mendapatkan reputasi yang baik di internasional," imbuh Agus Rahardjo.
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memberi tanggapan terkait penggeledahan yang dilakukan KPK. Penggeledahan itu berkaitan dengan penetapan mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., E. S. sebagai tersangka suap.
"Sehubungan dengan investigasi KPK yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat terkait dengan BUMN transportasi, dengan ini manajemen maskapai nasional Garuda Indonesia menyampaikan bahwa dugaan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan korporasi saat ini," ucap VP Corporate Communications PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Benny S. Butarbutar dalam keterangan persnya, Kamis (19/1/2017).
Benny S. Butarbutar mengatakan Garuda Indonesia juga mendukung sepenuhnya dan akan bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan lebih lanjut yang saat ini tengah dilakukan oleh KPK.
"Manajemen Garuda Indonesia akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan evaluasi internal secara mendalam terkait hasil penyelidikan yang dilakukan KPK saat ini," tambah dia.
"Garuda Indonesia sebagai perusahaan publik selalu mengedepankan prinsip dan mekanisme GCG (cood corporate governance) yang penerapannya dilakukan secara ketat dan transparan," imbuh Benny S. Butarbutar.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan E.S. sebagai penerima suap. Selain itu, KPK menetapkan pemberi suap, yaitu Soetikno Soedarjo, selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.
Kasus itu berkaitan dengan pembelian pesawat dan mesin pesawat Rolls-Royce dalam beberapa tahun lalu. Pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama antara KPK dan Serious Fraud Office (SFO) asal Inggris serta Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) asal Singapura.
E.S. disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 6 ayat (1) KUHP dan Pasal 64 KUHP.
Sedangkan, Soetikno Soedarjo disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 KUHP.

See Also

Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
Gubernur Sultra Tersangka KPK
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.068.025 Since: 05.03.13 | 1.0485 sec