Hukum

KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap

Friday, 20 Januari 2017 | View : 348

JAKARTA-SBN.

Kamis (19/1/2017), lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. hingga mengundurkan diri pada 8 Desember 2014, E.S. sebagai tersangka kasus suap.
Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan tentang penetapan tersangka E.S. "Benar (E. S. ditetapkan sebagai tersangka)," beber Agus Rahardjo.
E.S. diduga menerima suap terkait pembelian pesawat ketika menjabat sebagai Dirut PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. KPK pun telah menggeledah empat lokasi di Jakarta Selatan pada Rabu (18/1/2017) kemarin terkait kasus itu.
KPK pun menegaskan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
"Kasus ini sifatnya adalah pribadi dan kami sangat berterima kasih kepada manajemen sekarang juga sangat mendukung kasus ini diungkap dengan baik," ucap Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jalan HR Rasuna Said Kav.C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).
"Harapan kami sebetulnya satu, sangat berharap kasus ini tidak memberikan dampak negatif pada Garuda, karena bagaimanapun flight carrier ini harus kita jaga, apalagi sekarang sudah mendapatkan reputasi yang baik di internasional," imbuh Agus Rahardjo.
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memberi tanggapan terkait penggeledahan yang dilakukan KPK. Penggeledahan itu berkaitan dengan penetapan mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., E. S. sebagai tersangka suap.
"Sehubungan dengan investigasi KPK yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat terkait dengan BUMN transportasi, dengan ini manajemen maskapai nasional Garuda Indonesia menyampaikan bahwa dugaan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan korporasi saat ini," ucap VP Corporate Communications PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Benny S. Butarbutar dalam keterangan persnya, Kamis (19/1/2017).
Benny S. Butarbutar mengatakan Garuda Indonesia juga mendukung sepenuhnya dan akan bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan lebih lanjut yang saat ini tengah dilakukan oleh KPK.
"Manajemen Garuda Indonesia akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan evaluasi internal secara mendalam terkait hasil penyelidikan yang dilakukan KPK saat ini," tambah dia.
"Garuda Indonesia sebagai perusahaan publik selalu mengedepankan prinsip dan mekanisme GCG (cood corporate governance) yang penerapannya dilakukan secara ketat dan transparan," imbuh Benny S. Butarbutar.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan E.S. sebagai penerima suap. Selain itu, KPK menetapkan pemberi suap, yaitu Soetikno Soedarjo, selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.
Kasus itu berkaitan dengan pembelian pesawat dan mesin pesawat Rolls-Royce dalam beberapa tahun lalu. Pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama antara KPK dan Serious Fraud Office (SFO) asal Inggris serta Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) asal Singapura.
E.S. disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 6 ayat (1) KUHP dan Pasal 64 KUHP.
Sedangkan, Soetikno Soedarjo disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 KUHP.

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.781.265 Since: 05.03.13 | 0.1722 sec