Internasional

Krisis Mesir, Mohamed Badie Ditangkap

Wednesday, 21 Agustus 2013 | View : 863

KAIRO-SBN.

Kepala Militer Mesir, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi, berjanji akan ‘menindaklanjuti’ segala bentuk aksi kekerasan yang belakangan terjadi dan hampir meremukkan sendi-sendi kehidupan masyarakat Mesir. Jenderal Abdel Fatah al-Sisi pun memperingatkan pula agar aparat keamanan Mesir berhati-hati terhadap kekerasan yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa. "Kami tidak akan pernah diam dalam menghadapi kehancuran negara ini. Kami siap untuk ini, menindaklanjuti dengan kekuatan atas setiap serangan terhadap pos-pos polisi dan gedung-gedung pemerintah," seru Jenderal Abdel Fatah al-Sisi lewat pernyataan persnya, Minggu (18/8/2013). Pernyataan Jenderal Abdel Fatah al-Sisi itu menunjukkan bahwa militer Mesir tidak akan mundur menghadapi ancaman unjuk rasa dari para simpatisan mantan Presiden Mesir, Mohamed Moursi. Dalam aksi unjuk rasa selama lima hari sejak Rabu (14/8/2013) lalu, yang dilakukan oleh para simpatisan Ikhwanul Muslimin dan Persaudaraan Muslim, lebih dari 850 orang telah meninggal dunia.

Kepala Militer Mesir, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi, membuktikan janjinya untuk bersikap tegas. Pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) kembali ditangkapi oleh militer Mesir, Selasa (20/8/2013). Penangkapan itu disebabkan IM dinilai sebagai kelompok yang paling bertanggung jawab atas unjuk rasa berdarah yang sepekan ini terjadi.

Mohamed Badie, 70 tahun, diciduk dari apartemennya di Kota Nasr, wilayah utara Kairo. Kawasan itu adalah area tempat para simpatisan IM meneriakkan tuntutan mereka agar mantan Presiden Mesir, Mohamed Moursi, dibebaskan setelah enam pekan sejak penggulingan tidak diketahui rimbanya.

Militer Mesir beralasan penahanan Mohamed Badie dilakukan karena dia didakwa telah menghasut para pengunjuk rasa sebelum Mohamed Moursi terguling pada 3 Juli lalu. Rencananya, Mohamed Badie disidangkan pada 25 Agustus 2013 bersama dua wakilnya di IM.

Penahanan Mohamed Badie sontak membuat IM marah besar dan mengutuk tindakan itu. Sebelumnya, pada Jumat (16/8/2013) lalu, Mohamed Badie kehilangan putranya, Ammar Badie, yang tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa pro-Moursi dan aparat keamanan. "Saat tangan penindasan meluas untuk menangkap sosok penting ini, itu artinya kudeta militer sudah menggunakan segala senjatanya dan siap bertempur," kata IM dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/8/2013).

Kantor berita pro pemerintah mewartakan Mohamed Badie dibawa ke penjara Tora, di pinggir selatan ibu kota Kairo, penjara yang juga menahan para pemimpin IM lainnya, termasuk mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Terkait Hosni Mubarak, pengadilan Mesir, pada Senin kemarin (19/8/2013), secara mengejutkan mengeluarkan perintah membebaskan mantan Presiden Hosni Mubarak. Jika Hosni Mubarak betul dibebaskan, hal itu akan membuat harapan yang diterbitkan dalam revolusi Mesir dua tahun lalu dipertanyakan.

Sejumlah analis hukum melihat upaya pembebasan Hosni Mubarak itu adalah hal yang mungkin, setidaknya dalam beberapa pekan ke depan. Jaksa Penuntut Umum harus mencari-cari alasan untuk tetap bisa memenjarakan mantan tokoh otokrat tersebut yang ditahan sejak tahun 2011.

Sejumlah analis lain berpandangan peluang dibebaskannya Hosni Mubarak telah memberikan sinyalemen terhadap bakal kembalinya sistem pemerintahan bergaya Hosni Mubarak. "Saya tidak berpikir memperhatikan hal tersebut. Jika itu terjadi (pembebasan Hosni Mubarak), imbasnya tidak akan seperti tahun lalu, saat dia dipaksa lengser. Paradigmanya sekarang sudah bergeser (dari pemerintah) yang mendukung militer," ucap Hussein Gohar, juru bicara Partai Sosial Demokrat, Selasa (20/8/2013). (rtr/afp) 

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.067 Since: 05.03.13 | 0.1563 sec