Internasional

Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel

Saturday, 07 Januari 2017 | View : 147

TOKYO-SBN.

Jepang pada Jumat (6/1/2017) menyatakan sementara menarik duta besarnya untuk Korea Selatan sehubungan dengan keberadaan patung untuk memperingati perempuan-perempuan yang dipaksa bekerja di bordil militer Jepang selama Perang Dunia II, yang menurut pemerintah Jepang melanggar kesepakatan untuk menyelesaikan masalah itu.

Jepang menarik duta besarnya untuk Korea Selatan dalam rangka memprotes penempatan sebuah patung di luar gedung konsulatnya di Busan, Korsel, yang menyimbolkan korban budak seks semasa perang. Kisruh patung berwujud perempuan penghibur yang sedang duduk, memicu ketegangan diplomatik antara Jepang dan Korsel, termasuk tertundanya sejumlah pembicaraan ekonomi.

Kedua negara pada 2015 sepakat bahwa isu "perempuan penghibur", yang sudah lama mengganggu hubungan antara dua negara Asia bertetangga itu, akan "akhirnya akan secara ireversibel selesai" jika semua syarat kesepakatan, termasuk permintaan maaf dan pemberian bantuan bagi korban oleh Jepang, dipenuhi.

Patung yang menggambarkan seorang perempuan muda tanpa alas kaki duduk di sebuah kursi didirikan di dekat konsulat Jepang di Kota Busan, Korea Selatan, akhir tahun lalu.

Ketua sekretaris kabinet Yoshihide Suga mengatakan keberadaan patung itu "sangat disesalkan" dan bahwa Jepang sementara menarik duta besarnya.

“Pemerintah Jepang akan terus mendesak tegas agar Pemerintah Korsel dan pejabat kota yang bersangkutan untuk menyingkirkan patung gadis tersebut,” kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Wakil Presiden Amerika Serikat Joseph Robinette "Joe" Biden, Jr. menyentuh isu itu dalam pembicaraan lewat telepon pada Jumat (6/1/2017) menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Amerika Serikat mendukung perbaikan hubungan antara dua sekutunya di Asia tersebut dan menyambut kesepakatan tahun 2015.

Menurut pernyataan kementerian, Joe Biden mengatakan kepada Shinzo Abe bahwa Washington sangat berharap kedua negara melanjutkan kesepakatan tersebut.

Shinzo Abe sepakat dan mengatakan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kesepakatan itu "bukan tindakan konstruktif" menurut pernyataan kementerian.

Yoshihide Suga menyatakan Jepang akan menunda dialog ekonomi bilateral "tingkat tinggi" dan pembicaraan mengenai  kesepakatan currency swap yang baru dengan Korea Selatan.

"Tanpa pembangunan kepercayaan dalam hubungan, itu tidak akan stabil," kata Menteri Keuangan Taro Aso kepada para pewarta merujuk pada kesepakatan currency swap.

Langkah itu bisa mengobarkan kembali perseteruan puluhan tahun atas para korban budak seks tentara Jepang, yang biasanya disebut perempuan penghibur. Pada akhir Desember lalu, para aktivis meletakkan sebuah patung emas seorang perempuan muda yang sedang duduk di kursi, tepat di depan Konsulat Jepang di kota sebelah Selatan, Busan.

Otoritas setempat awalnya sudah memindahkan patung itu karena masalah izin. Tapi setelah kemarahan publik, otoritas mengizinkan patung itu ditempatkan kembali dan wali kota menggelar konferensi pers untuk meminta maaf.

Konsep perempuan penghibur adalah eufemisme untuk para gadis dan perempuan dari Korsel, China, Filipina, atau tempat lainnya, yang dipaksa bekerja di rumah bordil saat penjajahan Jepang. Istilah "perempuan penghibur" adalah eufemisme bagi perempuan dari Korea Selatan, China, Filipina dan negara lain yang dipaksa bekerja di bordil-bordil militer Jepang.

Aktivis Korea Selatan (Korsel) memperkirakan jumlah perempuan warga Korea yang menjadi korban perbudakan seks itu hingga sebanyak mencapai 200.000 orang warga Korea.

Para aktivis Korsel meletakkan patung baru di luar gedung Konsulat Jepang sebagai tanda perlawanan mereka atas kesepakatan Korsel-Jepang tahun lalu yang mengakhiri masalah perempuan penghibur tersebut. Jepang dan Korsel sepakat melupakan masalah itu setelah Jepang secara resmi meminta maaf dan membayar sekitar satu juta yen atau setara dengan US$ 8,3 juta untuk mendanai 46 perempuan penghibur yang masih hidup.

Menteri Keuangan Korea Selatan pada Jumat (6/1/2017) menyesalkan pembicaraan mengenai kesepakatan currency swap ditunda karena alasan-alasan politik, demikian menurut warta kantor berita Reuters. (reuters/jos)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.512 Since: 05.03.13 | 0.1796 sec