Hukum

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang

Saturday, 07 Januari 2017 | View : 5517

SEMARANG-SBN.

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), menyelidiki dugaan korupsi pengelolaan armada Trans Semarang yang disewakan secara tidak sah.
Kepala Polrestabes (Kapolrestabes) Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, S.IK. di Semarang, Jumat (6/1/2017), membenarkan adanya penyelidikan perkara dugaan korupsi Trans Semarang.
Menurut mantan Analis Kebijakan (Anjak) Madya Bidang Sabhara Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri tersebut, terdapat laporan tentang pengoperasian delapan bus Trans Semarang secara tidak sah.
Dugaan penyimpangan pengelolaan armada Trans Semarang tersebut dilaporkan oleh Kepala Badan Layanan Umum Daerah Trans Semarang Agung Nurul Falaq.
Delapan bus yang rencananya akan digunakan untuk melayani Koridor VI rute Universitas Diponegoro menuju Universitas Negeri Semarang itu ternyata sudah dioperasikan.
Padahal, menurut dia, koridor tersebut belum dibuka, sehingga ada dugaan bahwa delapan bus tersebut disewakan ke pihak swasta untuk melayani koridor lain yang sudah ada.
"Ada delapan armada yang dioperasikan untuk koridor lain. Ini yang sedang diselidiki," beber mantan Analis Kebijakan (Anjak) Madya Bidang Sabhara Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri tersebut.
Dari informasi yang diperoleh, dikemukakannya, biaya sewa armada tersebut senilai Rp 200 juta untuk periode September hingga Oktober 2016.
"Aliran dana sewa tersebut yang saat ini masih ditelusuri kepolisian," ungkapnya.
Menurut dia, peminjaman kendaraan yang berasal dari hibah Kementerian Perhubungan tersebut memiliki mekanisme yang harus dipenuhi.
Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi menyempatkan menguji coba armada baru BRT (bus rapid transit) Trans Semarang bantuan dari Kementerian Perhubungan.
Usai meluncurkan fasilitas uji kir "drive thru" di Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, Senin (11/4/2016), orang nomor satu di Kota Semarang itu melirik deretan bus baru Trans Semarang.
Sebanyak 25 bus bantuan Kemenhub yang sedianya dipergunakan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang untuk meremajakan armada itu sudah tiba di Kantor Dishubkominfo Kota Semarang.
Hendi kemudian berjalan menuju deretan bus baru berwarna biru terang itu dan berniat menjajal mengemudikannya, didampingi Kepala BLU Trans Semarang Joko Umboro Jati.
"Susah dikendarai atau tidak, Pak?," tanya Hendi pada Kepala BLU Trans Semarang Joko Umboro Jati, sembari tersenyum, kemudian bus itu langsung melaju dan berputar dengan kendali sang Wali Kota.
Setelah berputar beberapa waktu, Hendi memarkirkan bus yang dikendarainya diiringi tepuk tangan Kepala Dishubkominfo Agus Harmunanto beserta jajarannya melihat kepiawaian walikota mengendarai bus.
"Bus-bus ini hanya tinggal menunggu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)-nya turun. Kan tidak bisa turun ke jalan kalau belum ada STNK-nya," kata Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto.
Rencananya, sebanyak 25 bus bantuan Kemenhub itu akan menggantikan armada-armada yang usia operasionalnya sudah melewati batas, khususnya di Koridor I yang melayani jurusan Mangkang-Penggaron pulang-pergi (PP).
Kepala BLU Trans Semarang Joko Umboro Jati menjelaskan peremajaan armada itu dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan penumpang melihat usia ekonomis dari operasionalitas armada.
"Bus-bus bantuan Kemenhub ini akan menggantikan armada lama buatan tahun 2008 yang juga bantuan dari Kemenhub. Total ada sebanyak 25 armada yang akan diremajakan dengan bus-bus baru ini," katanya.
Selain tahun pembuatan yang lebih baru, bus-bus bantuan Kemenhub itu juga bernuansa lebih cerah dengan tampilan warna biru, berbeda dengan armada lama Trans Semarang yang berwarna abu-abu.
Kemenhub memberikan bantuan armada bus sebanyak 1.150 unit kepada kabupaten/kota yang telah menjalankan layanan BRT di seluruh Indonesia, sementara Kota Semarang kebagian sebanyak 25 armada. (ant)

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.885.502 Since: 05.03.13 | 0.1812 sec