Hukum

Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal

Friday, 06 Januari 2017 | View : 97

JAMBI-SBN.

Polda Jambi akhirnya resmi mengekspos atau gelar perkara penyelidikan insiden hiasan Natal di Hotel Novita, Jl. Gatot Subroto No.44, Pasar Jambi, Sungai Asam, Kota Jambi, Provinsi Jambi yang terjadi pada akhir Desember 2016. Ekspos di Kantor Polda Jambi, Jl. Jenderal Sudirman No.45, Tambak Sari, Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi, ini dihadiri Gubernur Jambi Zumi Zola, Wali Kota Jambi Sy Fasha, beberapa tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, serta sejumlah organisasi kepemudaan.

Polda Jambi resmi menetapkan seorang tersangka dalam kasus insiden hiasan Natal di Hotel Novita Jambi pada Jumat (23/12/2016) lalu. Satu tersangka itu laki-laki berinisial RZ (20). Kapolda Jambi Brigjen Pol. Yazid Fanani mengatakan, sudah ada satu orang tersangka kasus insiden hiasan Natal, yakni berinisial RZ (20 tahun).

"Penetapan tersangka ini setelah kita mendapatkan alat bukti dari hasil pemeriksaan saksi dan rekonstruksi," ucap Brigjen Pol. Yazid Fanani di Jambi, Kamis (5/1/2017) siang.

Menurut dia, RZ tercatat sebagai salah satu pegawai di Hotel Novita, Jambi. RZ diduga yang membuat hiasan mirip tulisan lafaz Allah di ornamen Natal di salah satu sudut lobby hotel.

Dalam keterangan persnya, Kapolda Jambi Brigjen Pol. Yazid Fanani mengatakan, motif tersangka membuat hiasan mirip tulisan lafaz Allah pada ornamen Natal di Hotel Novita adalah karena sakit hati.

"Tersangka merasa dizalimi pihak hotel karena lalai dalam pembayaran gaji," ungkap Brigjen Pol. Yazid Fanani di Mapolda Jambi, Jl. Jenderal Sudirman No.45, Tambak Sari, Jambi Selatan, Kota Jambi, Kamis (5/1/2017).

Menurut Brigjen Pol. Yazid Fanani, tersangka adalah pegawai kontrak di Hotel Novita. Karena sakit hati itulah, RZ nekat membuat hiasan mirip lafaz Allah pada ornamen Natal di salah satu sudut lobi hotel berbintang itu.

Kepolisian, menurut Brigjen Pol. Yazid Fanani, masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk meminta keterangan tersangka dan sejumlah saksi lainnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya pada hari Jumat (23/12/2016) malam, sekitar pukul 19.30 WIB, kawasan Pasar Kota Jambi tiba-tiba menjadi heboh. Sejumlah orang mendatangi salah satu hotel ternama di kota itu, Hotel Novita Jambi, Jl. Gatot Subroto No.44, Pasar Jambi, Sungai Asam, Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi.  

Dari kabar yang beredar, ada sebuah miniatur pohon natal dipasang di salah satu sudut hotel. Yang bikin heboh adalah di salah satu bagian hiasan miniatur itu, ada hiasan yang mirip dengan tulisan lafaz Allah.

Di salah satu sudut hotel hiasan pohon natal lengkap dengan rumah-rumahannya tersusun rapi. Selintas tidak ada yang aneh pada hiasan tersebut. Namun di bagian bawah, ada hiasan terbuat dari batu serbuk putih yang mirip tulisan lafaz Allah.

Hiasan tersebut cukup menyita para pengunjung yang langsung mengabadikannya dengan memfoto maupun merekam video. Beberapa video bahkan sudah di sebarkan ke media sosial.

Insiden ini bermula ada unggahan foto dan video yang menjadi viral di Jambi. Dalam video dan foto yang diunggah Jumat (23/12/2016) malam, sekitar pukul 19.00 WIB itu, memperlihatkan ada ornamen hiasan pohon natal di bagian lobby hotel bintang 4 di kawasan Pasar Kota Jambi.

Selintas tidak ada yang aneh pada hiasan tersebut. Namun di bagian bawah hiasan, tepatnya di depan hiasan rumah terlihat ada hiasan terbuat dari bebatuan putih yang selintas mirip tulisan lafaz Allah.

Hal ini memancing reaksi dari warga di Kota Jambi untuk melihat langsung hal tersebut. Hotel yang pernah diinapi mantan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak Jumat (23/12/2016) malam langsung dikerumuni banyak warga yang penasaran.

Namun setelah datang warga dan aparat, tak lama hiasan batu yang mirip tulisan lafadz Allah langsung dihapus. Sementara ornamen hiasan langsung diberi garis polisi.

Sementara itu, Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Bernard Sibarani mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi atas insiden hiasan Natal bermasalah pada Jumat (23/12/2016) petang.

Salah satunya adalah keputusan Wali Kota Jambi, Sy Fasha, yang menutup sementara Hotel Novita sesaat setelah hiasan Natal bermasalah tersebut terungkap. Dengan keputusan tepat dan cepat, kerukunan umat beragama di Jambi tetap terjaga ditandai dengan jalannya ibadah Natal di Bumi Siginjai itu berlangsung aman dan damai.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Bernard Sibarani meminta agar masyarakat Jambi bisa tenang dan tetap menjaga toleransi.

"Serahkan ke kami (polisi). Kita cari siapa-siapa (pelaku) dalam kasus ini," tandas Kombes Pol. Bernard Sibarani di depan sejumlah wartawan di lokasi hotel.

Menurut Kombes Pol. Bernard Sibarani, usai mendengar kejadian tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat. Polisi hingga Sabtu (24/12/2016) dinihari sudah memeriksa sekitar 8 orang saksi.

Jajaran Polresta Jambi telah memeriksa sejumlah saksi dalam mengusut insiden hiasan Natal di salah satu hotel ternama di Kota Jambi pada Jumat (23/12/2016) malam.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Bernard Sibarani mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari 14 orang saksi.  Empat orang diantaranya diduga menjadi orang pertama yang mendapat dan mengunggah foto atau video rekaman adanya hiasan mirip tulisan lafaz Allah di sebuah hiasan Natal di lobby hotel bintang 4.

Kombes Pol. Bernard Sibarani menyebutkan, hingga Senin (26/12/2016), pihaknya sudah meminta keterangan 22 saksi termasuk mengamankan sejumlah bukti.

"Dalam proses ini, kami dibantu Mabes Polri terkait peralatan penyelidikan," tutur Kombes Pol. Bernard Sibarani, Senin (26/12/2016).

Dari sejumlah barang bukti yang diamankan itu, penyidik mulai mendapatkan sedikit titik terang atas siapa pelaku yang diduga membuat hiasan mirip tulisan lafaz Allah di ornamen Natal tersebut.

Salah satunya adalah mendapatkan rekam sidik jari. Nantinya akan diketahui sidik jari siapa yang paling banyak.

Sejak Senin (26/12/2016), kasus ornamen Natal bermasalah sudah resmi dilimpahkan ke Polda Jambi. "Ini untuk mempermudah penyelidikan. Kami (Polresta Jambi) hanya mendukung. Beri kami waktu, dan kami tidak akan main-main," ujar Kombes Pol. Bernard Sibarani memungkasi.

Kombes Pol. Bernard Sibarani menyebutkan, pihaknya belum bisa menentukan siapa tersangka pelaku dalam kasus tersebut. "Sampai saat ini belum. Soalnya tidak gampang, berikan kami waktu bekerja," terang Kombes Pol. Bernard Sibarani saat menerima perwakilan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sabtu (24/12/2016).

Lebih lanjut, Kombes Pol. Bernard Sibarani mengatakan, dari pemeriksaan saksi itu, nantinya akan berkembang ke tahap selanjutnya. Salah satunya adalah melibatkan sejumlah pakar atau ahli khusus. Seperti ahli bahasa dan ahli IT.

"Menetapkannya (tersangka) tidak gampang," ucap Kombes Pol. Bernard Sibarani.

Ia juga meminta dan mengimbau agar masyarakat Jambi tetap tenang, jangan saling memprovokasi.

Sebelumnya, Gubernur Jambi, Zumi Zola juga sudah terlebih dahulu datang melihat ornamen hiasan pohon natal di hotel tersebut. Mendengar ada kehebohan, Zumi Zola yang rumah dinasnya tidak begitu jauh langsung mendatangi lokasi hotel. Ia mengaku penasaran dengan berita yang sudah menyebar secara viral di media sosial khususnya di Jambi itu.

Menyikapi insiden hiasan Natal itu, Sabtu (24/12/2016) siang, Gubernur Jambi, Zumi Zola langsung mengumpulkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di rumah dinasnya dan menggelar rapat khusus bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas hingga pimpinan sejumlah media di Jambi. Selain unsur Forkopimda, turut diundang sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas hingga sejumlah petinggi media di Jambi.

Gubernur Jambi Zumi Zola tak ingin insiden hiasan Natal di salah satu hotel ternama di Kota Jambi menjadi isu gaduh. "Jangan sampai Jambi menjadi gaduh. Kita harus menahan diri agar Jambi tetap kondusif," ujar Zumi Zola usai rapat bersama, Sabtu (24/12/2016).

Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan rapat tersebut salah satunya bertujuan agar ada satu sikap bersama dalam menyikapi insiden hiasan Natal tersebut. Sikap tersebut adalah saling percaya, menahan diri, dan tidak terprovokasi yang bisa menjurus keributan atau anarki.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Jambi Zumi Zola juga mengimbau agar kasus tersebut diserahkan kepada kepolisian untuk diusut tuntas. "Sekali lagi kita harus bijaksana menyikapi masalah ini," ucapnya.

Dari rapat tersebut, diperoleh tiga kesepakatan penting. Berikut tiga kesepakatan itu:

1. Percaya dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap motif dan modus hiasan Natal yang ada hiasan mirip tulisan lafaz Allah di Hotel Novita, Kota Jambi.

2. Menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengambil tindakan hukum, apabila ternyata terdapat unsur kesengajaan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penistaan terhadap agama Islam.

3. Sepakat untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Provinsi Jambi dan tidak akan melakukan tindakan (aksi) turun ke jalan atau melakukan tindakan-tindakan anarki terkait permasalahan tersebut.

Gubernur Jambi Zumi Zola sekaligus mantan artis itu terlihat marah dengan peristiwa itu. Ia mendesak polisi mengusut tuntas oknum yang mencoba membuat ribut dan ketenangan masyarakat Jambi.

"Saya akan tegur pihak hotel. Merayakan hari besar silahkan. Tetapi lakukan dengan cara bertanggungjawab," katanya.

Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, pelaku harus dihukum sesuai apa yang telah dilakukannya. Ia pun mengajak masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif.

Gubernur Jambi Zumi Zola yang turut hadir dalam keterangan pers itu mengatakan, secara tertutup tersangka mengaku tidak berniat menistakan agama. "Jadi ini (motifnya) lebih pada masalah pribadi," ujar Zumi Zola.

Gubernur Jambi Zumi Zola juga mengaku sudah bertemu langsung dengan tersangka RZ. Menurut Zumi Zola, di depan dirinya serta beberapa perwakilan organisasi masyarakat atau ormas, tersangka RZ menangis dan menyesal. "Menurut dia (RZ), motifnya lebih pribadi," pungkas Gubernur Jambi Zumi Zola. (lip/jos)

See Also

Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
Gubernur Sultra Tersangka KPK
Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda
Cegah Pelanggaran Kodim 0716/Demak Gelar Suluh Hukum Dari Korem 073/Makutarama
Keluarga Hilang Kontak Dengan Mahasiswa FK Unair Terduga ISIS
Dandim Dan Kapolres Demak Beri Arahan Tentang Mencegah Konflik Sosial Dan Tindakan Intoleransi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.847.190 Since: 05.03.13 | 0.205 sec