Hukum

Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi

Friday, 06 Januari 2017 | View : 96

JAMBI-SBN.

Polda Jambi mengekspos atau melakukan gelar perkara penyelidikan atas kasus insiden hiasan Pohon Natal bermasalah di Hotel Novita Jambi, Jl. Gatot Subroto No.44, Pasar Jambi, Sungai Asam, Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi pada Jumat (23/12/2016) lalu. Seorang pemuda berinisial RZ (20) ditetapkan sebagai tersangka.

Usai menghadiri gelar perkara itu, Wali Kota Jambi Sy Fasha mengungkap cerita miris yang membuat RZ nekat membuat hiasan mirip tulisan lafaz Allah di ornamen Natal tersebut.

Saat bertemu langsung dengan Sy Fasha, RZ mengaku kesal karena gajinya selama beberapa bulan tak dibayarkan oleh pihak hotel. Padahal, RZ butuh uang untuk biaya kuliahnya di Universitas Negeri Jambi (Unja).

"Dia (RZ) mengaku kuliah di Unja baru masuk pertengahan 2016," ujar Sy Fasha di Mapolda Jambi, Jl. Jenderal Sudirman No.45, Tambak Sari, Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Kamis (5/1/2017).

Kepada Sy Fasha, RZ juga mengaku terpaksa menyambi bekerja di Hotel Novita sebagai tenaga kontrak lepas untuk biaya kuliah karena berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, RZ juga mengaku ia dan keluarganya tinggal di Kota Jambi.

"Jadi, ia membuat tulisan yang bikin heboh itu sebagai bentuk protes atas manajemen hotel yang tak membayar gajinya," ujar Sy Fasha mengakhiri.

Hiasan Natal bermasalah itu sempat memancing kehebohan di Jambi. Bahkan beberapa hari usai kejadian, ribuan massa warga dan organisasi Islam menggelar aksi damai di depan Hotel Novita.

Kejadian itu bermula dari unggahan foto dan video yang menjadi viral di Jambi. Dalam video dan foto yang diunggah Jumat (23/12/2016) malam sekitar pukul 19.00 WIB itu, memperlihatkan ada ornamen hiasan pohon Natal di bagian lobi hotel bintang empat di kawasan Pasar Kota Jambi.

Selintas tidak ada yang aneh pada hiasan tersebut. Namun di bagian bawah hiasan, tepatnya di depan hiasan rumah, terlihat ada hiasan terbuat dari bebatuan putih yang selintas mirip tulisan lafaz Allah.

Hal ini memancing reaksi dari warga di Kota Jambi untuk melihat langsung hal tersebut. Hotel yang pernah diinapi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung dikerumuni banyak warga yang penasaran.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah petugas kepolisian juga tampak mendatangi lokasi hotel. Bahkan Gubernur Jambi, Zumi Zola bersama WaKapolresta Jambi, AKBP Sri Winugro turun langsung ke lokasi.

Sementara itu, WaKapolresta Jambi, AKBP Sri Winugro mengatakan, pihaknya nanti akan meminta keterangan pihak manajemen hotel atas peristiwa tersebut. "Iya nanti kita ambil keterangan dahulu," ucap AKBP Sri Winugro singkat.

Mendengar kabar tersebut, Gubernur Jambi Zumi Zola ikut datang langsung ke lokasi. Melihat kebenaran kabar yang didengarnya, Zumi Zola terlihat marah kepada pihak hotel. Ia meminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Seperti dikabarkan sebelumnya, insiden hiasan Pohon Natal bermasalah di salah satu hotel ternama di Kota Jambi sempat membuat heboh warga setempat. Namun, berkat kesigapan aparat pemerintah daerah, kepolisian dibantu TNI, ibadah Natal di Bumi Siginjai itu berlangsung aman dan damai.

Hal ini ditegaskan Kapolda Jambi Brigjen Pol. Yazid Fanani. Ia memastikan mulai dari Jumat (24/12/2016) malam hingga Senin (26/12/2016) pagi ini, tidak ada sedikit pun gangguan bagi umat yang menjalankan ibadah Natal 2016 ini.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani menjamin perayaan Natal dan Tahun Baru di Jambi tetap aman dan kondusif meski sempat ada insiden. Ia meminta warga bersatu menjaga keamanan bersama.

Menurut Brigjen Pol. Yazid Fanani, perbedaan itu adalah keindahan, sehingga keindahan itu tak perlu diusik. "Pokoknya kita jamin saudara kita yang akan menjalankan ibadah bisa terlaksana dengan baik," ujar Brigjen Pol. Yazid Fanani di sela meninjau pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Jambi, Sabtu (24/12/2016) malam.

Untuk mengamankan Natal 2016 hingga malam pergantian tahun, Polda Jambi menurunkan 1.800 personel. Polda Jambi juga mendirikan 200 unit pos komando (posko) di 10 wilayah polres dan polresta. Ia menjelaskan, Polda Jambi memiliki 10 kepolisian sektor (Polres). Untuk mengamankan proses perayaan Natal 2016 hingga pergantian tahun, ada 1.800 personel diturunkan. Kemudian Polda Jambi juga mendirikan 200 unit pos komando (posko) di 10 wilayah polres dan polresta.

Kekuatan pengamanan kepolisian itu akan dibantu dari unsur TNI serta instansi terkait lainnya. Tak hanya itu, petugas juga akan didukung oleh pengamanan khusus, yakni anjing pelacak untuk mengantisipasi teror bom.

Terkait insiden hiasan Natal di salah satu hotel ternama di Kota Jambi pada Jumat (23/12/2016) malam, Kapolda Jambi menyatakan kasus ini ditangani serius oleh jajaran Polresta Jambi.

Aparat sudah memeriksa 14 saksi. "CCTV juga sudah disita," kata dia.

Kembali, Brigjen Pol. Yazid Fanani mengimbau agar seluruh elemen masyarakat di Jambi bisa saling menjaga diri. Tetap mengedepankan saling menghormati dan tidak memprovokasi. Ia juga mengatakan, Jambi adalah satu daerah paling aman di Indonesia.

"Maka harus kita jaga, jangan dinodai. Nanti kita semua yang rugi," Kapolda Jambi memungkasi.

Sebelumnya, Kapolda Jambi bersama Gubernur Jambi Zumi Zola, Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf. Refrizal serta Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston telah meninjau langsung pengamanan di lapangan.

"Terima kasih warga Jambi sudah ikut membantu pengamanan tahun ini," ucap Brigjen Pol. Yazid Fanani di Jambi, Senin (26/12/2016) pagi ini.

Ucapan terima kasih juga dilayangkan Kapolresta Jambi Kombes Pol. Bernard Sibarani. Melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kasubag Humas Brigadir Polisi Alamsyah Amir, Kapolresta sangat bersukur insiden hiasan Natal di Jambi tidak lantas membuat warga Jambi yang mayoritas muslim terpancing atau terprovokasi.

"Sekali lagi kami berterima kasih. Petugas siap menjaga umat yang beribadah merasa aman," ujar polisi yang biasa disapa Alam ini.

Menanggapi kehebohan tersebut, Husairi Seger selaku General Manager (GM) Hotel Novita mengatakan, hiasan ornamen pohon natal sengaja dibuat oleh sejumlah staf hotel.

Menurut Husairi Seger, hiasan tersebut sudah dipasang sejak dua pekan lalu. "Tau-taunya ada (hiasan mirip tulisan lafadz Allah). Padahal tadi siang belum ada," kata Husairi Seger.

Ia juga membantah ada unsur kesengajaan dalam membuat hiasan hingga terbentuk mirip tulisan lafadz Allah. Apalagi, kata dia, hampir semua staf hotel adalah Muslim.

Pada Senin (26/12/2016) sore, bertempat di rumah dinas Wali Kota Jambi, General Manager (GM) Hotel Novita, Husairi Seger, meminta maaf secara terbuka di depan Wali Kota Jambi, perwakilan ulama dari MUI, NU, Muhammadiyah, lembaga adat, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Kepolisian, Dandim Batanghari, Komandan Denpom, hingga sejumlah ormas Islam yang hadir.

"Kami atas nama manajemen Hotel Novita meminta maaf sedalam-dalamnya. Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Jangankan berbuat, terniat saja tidak," ujar Husairi Seger.

Ia menuturkan, ornamen Natal di lobby Hotel Novita sudah dibuat sejak Jumat (9/12/2016). Hingga akhirnya pada Jumat (23/12/2016) petang, memicu kehebohan.

"Awal dibuat tidak ada masalah atau hiasan yang bermasalah. Kami menduga ada oknum yang sengaja mengubah ornamen itu," tuturnya.

Husairi Seger juga memperkirakan, hiasan Natal itu diubah antara pukul 16.30-18.30 WIB. Ia juga mengakui pihaknya kurang pengawasan dalam hal ini.

"Ini menunggu dari kepolisian, sejumlah staf sedang dipanggil polisi," pungkas Husairi Seger mengakhiri.

Insiden pemasangan hiasan Natal kontroversi di lobby hotel ternama di Jambi menyita perhatian ribuan warga. Hingga Sabtu (24/12/2016) dini hari tadi, massa masih menyemut di depan hotel.

Sempat terjadi sedikit ketegangan. Sebagian warga memaksa agar hotel bintang 4 itu segera ditutup. Karena menjurus anarkis, aparat kepolisian langsung sigap. Dibantu sejumlah pihak TNI, ratusan aparat berjaga-jaga di luar dan bagian dalam hotel setinggi 11 lantai itu.

Tak hanya polisi biasa, sejumlah petinggi Polresta dan Polda Jambi turun langsung ikut menjaga situasi.

Mendengar desakan massa, Wali Kota Jambi, Sy Fasha yang ikut berada di barisan kerumunan massa akhirnya memutuskan menghentikan sementara aktivitas hotel yang berada tepat di jantung Kota Jambi itu.

"Kita tutup ini (hotel) bersama-sama. Jadi semuanya tenang, bisa menjaga diri," ujar Wali Kota Jambi, Sy Fasha di depan massa.

Penutupan hotel ditandai dengan pemasangan segel tepat di pintu lobby utama. Tak lama kemudian, aparat kepolisian memasang garis polisi. Hal itu disambut tepuk tangan serta kumandang takbir dari massa yang datang. Hingga Sabtu (24/12/2016) dinihari tadi sekitar pukul 00.30 WIB, warga akhirnya mulai membubarkan diri.

Wali Kota Jambi, Sy Fasha, mengatakan tidak ada yang menghendaki peristiwa menghebohkan tersebut. Untuk itu, ia kembali mengajak agar semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian.

"Saya sangat berterima kasih, warga Jambi bisa tetap menjaga kerukunan umat beragama," kata Sy Fasha. (lip/jos)

See Also

Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
Gubernur Sultra Tersangka KPK
Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda
Cegah Pelanggaran Kodim 0716/Demak Gelar Suluh Hukum Dari Korem 073/Makutarama
Keluarga Hilang Kontak Dengan Mahasiswa FK Unair Terduga ISIS
Dandim Dan Kapolres Demak Beri Arahan Tentang Mencegah Konflik Sosial Dan Tindakan Intoleransi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.847.177 Since: 05.03.13 | 0.2171 sec