Internasional

AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi

Friday, 06 Januari 2017 | View : 476

WASHINGTON D.C.-SBN.

Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) akan memindahkan empat tahanan militer di Teluk Guantanamo ke Arab Saudi dalam 24 jam ke depan, kata sejumlah pejabat setempat pada Rabu (4/1/2017).
Keputusan ini adalah bagian dari upaya terakhir Presiden Barack Obama untuk mengurangi jumlah tahanan Guantanamo meski presiden terpilih Donald John Trump meminta sebaliknya.
Keempat orang itu merupakan rombongan pertama dari 19 tahanan yang juga akan dipindah ke Italia, Oman, dan Uni Emirat Arab, sebelum Donald John Trump resmi diangkat sebagai presiden pada 20 Januari 2017 mendatang.
Jika 19 orang itu berhasil dipindahkan, hanya akan ada 40 tahanan yang tersisa di Guantanamo.
Barack Obama, delapan tahun lalu sempat berjanji akan menutup penjara kontroversial yang terkenal kejam tersebut.
Namun, Donald John Trump berjanji akan terus membuka penjara militer Guantanamo dan "memenuhinya dengan orang-orang jahat."
Pada Selasa (3/1/2017), Donald John Trump mengatakan bahwa mereka yang saat ini ditahan di Guantanamo harus tetap meneruskan hukuman mereka, meski penyelidikan sejumlah badan pemerintah menemukan beberapa layak dibebaskan.
"Seharusnya tidak ada pembebasan lagi di Guantanamo. Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya dan tidak boleh dibiarkan kembali ke medan peperangan," kata Donald John Trump di akun Twitternya.
Gedung Putih menepis keberatan Donald John Trump dan mengatakan pemindahan dari Guantanamo fasilitas penjara militer yang dibangun oleh mantan presiden George W. Bush di Kuba untuk menahan terduga teroris dari luar negeri akan tetap diteruskan sampai Barack Obama turun jabatan.
"Kami berharap akan terus memindahkan tahanan," kata juru bicara Gedung Putih Emily Horne.
Sementara itu, dua orang pejabat Amerika Serikat, yang menolak identitasnya diungkap, mengaku tidak tahu asal kebangsaan empat orang yang akan pindah ke penjara Arab Saudi.
Pada April lalu, Arab Saudi menerima sembilan tahanan Guantanamo asal Yaman, setelah Washington berunding lama dengan Riyadh.
Saat ini ada 59 tahanan di Guantanamo. Sebanyak 10 di antaranya diduga terlibat dalam merencanakan serangan 11 September 2001, sementara dua-puluhan lainnya tidak memperoleh dakwaan namun dianggap terlalu berbahaya untuk dilepaskan.
Sebelum naik menjadi presiden pada 2009, Barack Obama mewarisi 242 tahanan Guantanamo. Pada masa kampanye saat itu, dia menyebut fasilitas tersebut sebagai "alat perekrutan" teroris.
Di bawah kepemimpinan George W. Bush, Guantanamo adalah simbol yang menggambarkan kekejaman Amerika Serikat. Fasilitas itu dituding telah melakukan penyiksaan di luar batas.
Upaya Barack Obama selama delapan tahun untuk menutup Guantanamo selalu mendapat tentangan dari kubu oposisi Partai Republik yang menguasai Kongres, demikian Reuters.
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald John Trump, pada Selasa (3/1/2017) meminta pemerintahan Presiden Barack Obama untuk menghentikan pemindahan tahanan dari penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
Donald John Trump menyebut para tahanan di penjara itu sebagai "orang-orang yang sangat berbahaya."
"Seharusnya jangan ada (tahanan-tahanan) lainnya yang dibebaskan dari Guantanamo. Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya dan tidak boleh dikembalikan ke medan pertempuran," kata Donald John Trump melalui Twitter.
Presiden AS Barack Obama telah menyatakan janji untuk menutup penjara tersebut semasa ia masih menjabat. Pemerintahan yang dipimpinnya telah menunjukkan tanda-tanda untuk memindahkan lebih banyak tahanan sebelum Barack Obama resmi meninggalkan jabatannya sebagai presiden pada 20 Januari 2017 mendatang.
Pada masa kampanye presiden tahun lalu, Donald John Trump menyatakan menentang rencana Barack Obama untuk menutup penjara Guantanamo. Donald John Trump bertekad tetap menjaga keberadaan penjara tersebut dan "mengisinya dengan orang-orang jahat", demikian Xinhua melaporkan. (reuters/xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.189.820 Since: 05.03.13 | 0.2035 sec