Internasional

AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi

Friday, 06 Januari 2017 | View : 155

WASHINGTON D.C.-SBN.

Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) akan memindahkan empat tahanan militer di Teluk Guantanamo ke Arab Saudi dalam 24 jam ke depan, kata sejumlah pejabat setempat pada Rabu (4/1/2017).
Keputusan ini adalah bagian dari upaya terakhir Presiden Barack Obama untuk mengurangi jumlah tahanan Guantanamo meski presiden terpilih Donald John Trump meminta sebaliknya.
Keempat orang itu merupakan rombongan pertama dari 19 tahanan yang juga akan dipindah ke Italia, Oman, dan Uni Emirat Arab, sebelum Donald John Trump resmi diangkat sebagai presiden pada 20 Januari 2017 mendatang.
Jika 19 orang itu berhasil dipindahkan, hanya akan ada 40 tahanan yang tersisa di Guantanamo.
Barack Obama, delapan tahun lalu sempat berjanji akan menutup penjara kontroversial yang terkenal kejam tersebut.
Namun, Donald John Trump berjanji akan terus membuka penjara militer Guantanamo dan "memenuhinya dengan orang-orang jahat."
Pada Selasa (3/1/2017), Donald John Trump mengatakan bahwa mereka yang saat ini ditahan di Guantanamo harus tetap meneruskan hukuman mereka, meski penyelidikan sejumlah badan pemerintah menemukan beberapa layak dibebaskan.
"Seharusnya tidak ada pembebasan lagi di Guantanamo. Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya dan tidak boleh dibiarkan kembali ke medan peperangan," kata Donald John Trump di akun Twitternya.
Gedung Putih menepis keberatan Donald John Trump dan mengatakan pemindahan dari Guantanamo fasilitas penjara militer yang dibangun oleh mantan presiden George W. Bush di Kuba untuk menahan terduga teroris dari luar negeri akan tetap diteruskan sampai Barack Obama turun jabatan.
"Kami berharap akan terus memindahkan tahanan," kata juru bicara Gedung Putih Emily Horne.
Sementara itu, dua orang pejabat Amerika Serikat, yang menolak identitasnya diungkap, mengaku tidak tahu asal kebangsaan empat orang yang akan pindah ke penjara Arab Saudi.
Pada April lalu, Arab Saudi menerima sembilan tahanan Guantanamo asal Yaman, setelah Washington berunding lama dengan Riyadh.
Saat ini ada 59 tahanan di Guantanamo. Sebanyak 10 di antaranya diduga terlibat dalam merencanakan serangan 11 September 2001, sementara dua-puluhan lainnya tidak memperoleh dakwaan namun dianggap terlalu berbahaya untuk dilepaskan.
Sebelum naik menjadi presiden pada 2009, Barack Obama mewarisi 242 tahanan Guantanamo. Pada masa kampanye saat itu, dia menyebut fasilitas tersebut sebagai "alat perekrutan" teroris.
Di bawah kepemimpinan George W. Bush, Guantanamo adalah simbol yang menggambarkan kekejaman Amerika Serikat. Fasilitas itu dituding telah melakukan penyiksaan di luar batas.
Upaya Barack Obama selama delapan tahun untuk menutup Guantanamo selalu mendapat tentangan dari kubu oposisi Partai Republik yang menguasai Kongres, demikian Reuters.
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald John Trump, pada Selasa (3/1/2017) meminta pemerintahan Presiden Barack Obama untuk menghentikan pemindahan tahanan dari penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
Donald John Trump menyebut para tahanan di penjara itu sebagai "orang-orang yang sangat berbahaya."
"Seharusnya jangan ada (tahanan-tahanan) lainnya yang dibebaskan dari Guantanamo. Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya dan tidak boleh dikembalikan ke medan pertempuran," kata Donald John Trump melalui Twitter.
Presiden AS Barack Obama telah menyatakan janji untuk menutup penjara tersebut semasa ia masih menjabat. Pemerintahan yang dipimpinnya telah menunjukkan tanda-tanda untuk memindahkan lebih banyak tahanan sebelum Barack Obama resmi meninggalkan jabatannya sebagai presiden pada 20 Januari 2017 mendatang.
Pada masa kampanye presiden tahun lalu, Donald John Trump menyatakan menentang rencana Barack Obama untuk menutup penjara Guantanamo. Donald John Trump bertekad tetap menjaga keberadaan penjara tersebut dan "mengisinya dengan orang-orang jahat", demikian Xinhua melaporkan. (reuters/xinhua)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.518 Since: 05.03.13 | 0.1766 sec