Internasional

Media Massa Lokal Mesir Tidak Memihak Ikhwanul Muslimin

Wednesday, 21 Agustus 2013 | View : 865

KAIRO-SBN.

Media massa lokal Mesir, baik milik swasta mau pun milik pemerintah, berbaris di belakang pemerintah dalam melukiskan langkah pemerintah Mesir interim melawan Persaudaraan Muslim dan Ikhwanul Muslimin sebagai ‘perang melawan teror’. Media Mesir juga mencela wartawan asing.

Media massa lokal Mesir tidak bersikap netral dalam memberitakan konfik politik di negara tersebut.

Media massa lokal Mesir berada di belakang pemerintah dan menggambarkan perang melawan Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai sebuah ‘perang melawan teror’ sambil menjelek-jelekkan media asing.

Sejak Mohamed Moursi terguling oleh militer pasca demonstrasi besar, media asing diserang oleh pemerintah dan masyarakat, khususnya yang ada di ibukota Kairo. Pemerintah menuduh para wartawan barat mengabaikan korban yang dilakukan para pendukung Mohamed Moursi, seperti tentara dan polisi. Kini negeri Firaun tersebut amat berbahaya bagi wartawan asing dan sangat sedikit dari mereka bisa meliput dengan membawa kamera. “Saya takut pergi ke jalan dengan kamera saya sejak pemerintah memberi izin kepada pasukan keamanan untuk melepaskan tembakan atas para demonstran,” bilang seorang wartawan asing. Beberapa temannya yang berprofesi fotografer dipukuli oleh sekelompok remaja saat mereka mengambil foto di dalam sebuah gedung pemerintah.

“Mereka menyeret mereka keluar dari gedung sambil berteriak ‘mereka mata-mata!’ sebelum kemudian mulai menggebuki mereka,” kata fotografer yang telah berada di Mesir selama 18 bulan tersebut. Di depan kamar mayat di Kairo Senin lalu, sekelompok orang mengepung dua wartawan kantor berita asing saat mereka mencoba mewawancarai keluarga korban yang tewas. “Sekelompok orang mengelilingi saya, mencoba merebut kamera dari tangan saya,” kata salah seorang wartawan itu, sambil mengatakan ia berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan sejumlah keluarga korban. Tiga jurnalis tewas terbunuh di negeri Piramid tersebut sejak Rabu (14/8/2013) pekan lalu, saat pasukan keamanan membubarkan paksa dua kamp protes kelompok pendukung Mohamed Moursi.

Ketika polisi dan tentara Mesir menangkapi anggota-anggota Persaudaraan Muslim yang menjadi basis pendukung Presiden terguling Mohamed Moursi, media Mesir mengambil bagian dalam kampanye melawan Ikhwanul Muslimin dan gelombang kelompok-kelompok Islam politik lainnya,” demikian kata komentator politik, Hisham Kassem kepada AFP.

Sikap media lokal ini dipahami menyangkut sejarah panjang berbagai gejolak di negara itu. “Dalam satu tahun masa kepresidenan Mohamed Moursi yang didukung kelompok Ikhawanul Muslimin, lebih banyak wartawan yang diadili ketimbang 185 tahun sejarah pers Mesir sebelumnya,” tutur pengamat politik Hisham Kassem seperti ditulis Foxnews, Selasa (20/8/2013).  “Kini media mengeksploitasi dan memanfaatkan situasi yang dihadapi Persaudaraan Muslim dan membuat IM harus menanggung akibat apa yang IM lakukan sebelumnya untuk membalaskan dendam media,” ujar Hisham Kassem.

Selama berhari-hari, tiga saluran televisi negara di Mesir menyiarkan banner dengan sebuah slogan dalam berbahasa Inggris yang berarti ‘Mesir memerangi terorisme’.

Tiga saluran televisi negara di Mesir tak henti melaporkan detik-detik bentrok-bentrok terakhir antara para pendukung Mohamed Moursi dari kelompok Ikhwanul Muslimin dan pasukan keamanan Mesir yang sejak Rabu (14/8/2013) pekan lalu diklaim telah menelan dan merenggut nyawa hampir 900 korban jiwa.

Di antara siaran, tiga televisi bersiaran memutar lagu-lagu perjuangan atau patriotik diperdengarkan untuk mengiringi gambar pasukan keamanan dengan mengirimi cuplikan video berisi pasukan militer saat melakukan latihan atau saat menunjukkan perhatiannya pada warga sipil.

Satu tayangan berjudul ‘Sejarah hitam organisasi Persaudaraan Muslim’ dimaksudkan untuk memperlihatkan sejarah keras Persaudaraan Muslim.

Dalam tayangan ini termasuk video arsip mengenai para anggota Persaudaraan Muslim, upaya pembunuhan Presiden Gamal Abdul Nasser, dan pembunuhan Presiden Anwar Sadat.

Video itu diakhiri dengan bentrokan-bentrokan yang terjadi belakangan ini, dengan mempertontonkan pria-pria bersenjata dari kelompok demonstran tersebut, serta gedung-gedung yang terbakar.

Media Mesir sendiri tampak tidak mendukung aksi unjuk rasa yang dilakukan Persaudaraan Muslim. Media Mesir mendesak kelompok tersebut untuk mengakhiri demo. “Mimpi malam Persaudaraan Muslim telah berakhir,” tulis halaman depan Al Akhbar. Al Shorouk menulis, “Perjuangan Terakhir Persaudaraan Muslim”.

Koran-koran negeri Mesir ini juga seperti seragam mengkritik Persaudaraan Muslim dan berdiri di belakang pemerintah Mesir interim serta Panglima tentara, Jenderal Abdel Fatah al-Sisi.

Harian milik pemerintah Al-Ahram hari Senin lalu mendedikasikan seluruh halaman depan serta sembilan berita utama terpisah untuk memuat pidato yang disampaikan Jenderal Abdel Fatah al-Sisi satu hari sebelumnya.

Abdel Halim Qandil, kepala editor harian independen Sawt al-Ummah, melihat bersatunya media dalam satu front adalah sebuah respon yang normal atas ‘perang nasional’ di negeri itu. Abdel Halim Qandil mengkritik keras para Islamis, dan menuduh media barat berayun diantara dua ekstrim: kebencian atas Islam dan kecintaan pada kelompok Ikhwanul Muslimin. “Ini telah membuat kemarahan serius dan kecurigaan dari kalangan rakyat Mesir“ atas media asing,” pungkasnya.

Harian-harian itu memuat foto demonstran yang membawa senjata dan melempar bebatuan. Tidak ada media di sana yang memuat foto massa Moursi yang berlumuran darah. (afp/foxnews) 

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.202 Since: 05.03.13 | 0.164 sec