Hukum

Saat Pembacaan Putusan Sela Kasus Ahok, Hakim Tegur Novel Bamukmin

Tuesday, 27 Desember 2016 | View : 470

JAKARTA-SBN.

Ketika Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara membacakan putusan sela dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif per 28 Oktober 2016, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok, terdengar suara dari barisan kursi pengunjung. Hakim pun langsung menegur pengunjung tersebut. Saat di tengah pembacaan putusan sela kasus Ahok tersebut, Hakim menegur Novel Bamukmin.

"Mengadili, menyatakan keberatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukumya tidak dapat diterima. Menyatakan sah surat dakwaan penuntut umum," ujar Ketua Majelis Hakim, H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum di eks Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Jalan Gajah Mada Nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

"Allahu Akbar," teriak Novel Bamukmin, anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), yang ada di barisan pengunjung.

Anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin ditegur hakim saat pembacaan putusan sela kasus Basuki Tjahaja Purnama.

Hakim Dwiarso Budi Santiarto lantas mengetuk palu dua kali, menghentikan sementara jalannya sidang. Dia meminta Novel Bamukmin tidak mengomentari sidang yang masih berjalan.

"Saudara perhatian ya. Tidak perlu dikomentari," kata Hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Suasana sidang kemudian kondusif kembali. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Dwiarso Budi Santiarto kembali melanjutkan pembacaan putusan sela. Dalam putusan sela ini, hakim menyatakan sidang diputuskan untuk dilanjutkan ke pokok perkara.

Sementara itu, anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Bamukmin meminta Ahok juga ditegur.

"Enggak masalah. Harusnya hakim tegur juga itu begini (menunjukkan pose dua jari). Kalau mau menunjukkan, tangan itu yang netral," cetus tokoh Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin usai persidangan di eks Gedung PN Jakpus, Jl Gajah Mada Nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Pose dua jari yang dimaksud petinggi Front Pembela Islam (FPI) tersebut, Novel Bamukmin adalah gaya Ahok saat memasuki ruang persidangan. Selama ini pose dua jari memang biasa digunakan Ahok dan CaWaGubnya, Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S., yang merupakan pasangan nomor urut dua, saat berkampanye.

Ahok mengatakan pose dua jari itu bermakna victory atau kemenangan. Menurut Novel Bamukmin, pose itu merupakan bentuk kampanye.

"Victory menurut paham dia. Menurut paham kita, itu kampanye. Itu keberpihakan," ketus Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin menyamakan apa yang dilakukan Ahok dengan pekik takbir dari Novel Bamukmin saat putusan sela. Pekikan itulah yang membuat Novel Bamukmin ditegur hakim.

"Saya juga menyatakan keberpihakan saya dengan Allahu akbar," tukas Novel Bamukmin. (det/jos)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.428.460 Since: 05.03.13 | 0.9394 sec