Hukum

Saat Pembacaan Putusan Sela Kasus Ahok, Hakim Tegur Novel Bamukmin

Tuesday, 27 Desember 2016 | View : 375

JAKARTA-SBN.

Ketika Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara membacakan putusan sela dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif per 28 Oktober 2016, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok, terdengar suara dari barisan kursi pengunjung. Hakim pun langsung menegur pengunjung tersebut. Saat di tengah pembacaan putusan sela kasus Ahok tersebut, Hakim menegur Novel Bamukmin.

"Mengadili, menyatakan keberatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukumya tidak dapat diterima. Menyatakan sah surat dakwaan penuntut umum," ujar Ketua Majelis Hakim, H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum di eks Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Jalan Gajah Mada Nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

"Allahu Akbar," teriak Novel Bamukmin, anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), yang ada di barisan pengunjung.

Anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin ditegur hakim saat pembacaan putusan sela kasus Basuki Tjahaja Purnama.

Hakim Dwiarso Budi Santiarto lantas mengetuk palu dua kali, menghentikan sementara jalannya sidang. Dia meminta Novel Bamukmin tidak mengomentari sidang yang masih berjalan.

"Saudara perhatian ya. Tidak perlu dikomentari," kata Hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Suasana sidang kemudian kondusif kembali. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Dwiarso Budi Santiarto kembali melanjutkan pembacaan putusan sela. Dalam putusan sela ini, hakim menyatakan sidang diputuskan untuk dilanjutkan ke pokok perkara.

Sementara itu, anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Bamukmin meminta Ahok juga ditegur.

"Enggak masalah. Harusnya hakim tegur juga itu begini (menunjukkan pose dua jari). Kalau mau menunjukkan, tangan itu yang netral," cetus tokoh Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin usai persidangan di eks Gedung PN Jakpus, Jl Gajah Mada Nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Pose dua jari yang dimaksud petinggi Front Pembela Islam (FPI) tersebut, Novel Bamukmin adalah gaya Ahok saat memasuki ruang persidangan. Selama ini pose dua jari memang biasa digunakan Ahok dan CaWaGubnya, Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S., yang merupakan pasangan nomor urut dua, saat berkampanye.

Ahok mengatakan pose dua jari itu bermakna victory atau kemenangan. Menurut Novel Bamukmin, pose itu merupakan bentuk kampanye.

"Victory menurut paham dia. Menurut paham kita, itu kampanye. Itu keberpihakan," ketus Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin menyamakan apa yang dilakukan Ahok dengan pekik takbir dari Novel Bamukmin saat putusan sela. Pekikan itulah yang membuat Novel Bamukmin ditegur hakim.

"Saya juga menyatakan keberpihakan saya dengan Allahu akbar," tukas Novel Bamukmin. (det/jos)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.833.728 Since: 05.03.13 | 0.3739 sec