Hukum

Bendahara Umum Partai Golkar Kembali Diperiksa KPK

Tuesday, 20 Agustus 2013 | View : 985

JAKARTA-SBN. 

Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), S.N. kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dalam pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue atau arena penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.

Kali ini, Setya Novanto (S.N.) yang juga merupakan Bendahara Umum Partai Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal.

S.N. yang diperiksa selama sekitar empat jam tersebut tidak mau berbicara banyak soal pemeriksaannya. S.N. hanya mengatakan pemeriksaan kali ini sama seperti pemeriksaan sebelumnya maupun di dalam persidangan. “Enggak ada yang lain seperti yang dulu dan seperti yang disampaikan di bawah sumpah di Pengadilan, Lukman Abbas,” tutur S.N. di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/8/2013). Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Bidang Hukum DPP Partai Golkar, Rudi Alfonso. Menurut Rudi Alfonso, hasil pemeriksaan S.N. ini sama dengan pemeriksaan ketika menjadi saksi untuk mantan Kadispora Riau, Lukman Abbas.

Anggota Bidang Hukum DPP Partai Golkar, Rudi Alfonso mengaku ada dua keterangan tambahan yang ditanyakan tim penyidik KPK kepada S.N. terkait Komisi X DPR RI namun, S.N. mengatakan tidak tahu.

Sedangkan, mengenai pengakuan Lukman Abbas yang mengatakan S.N. telah menerima uang sebesar Rp 9 miliar, Rudi Alfonso menyatakan hal itu hanya pengakuan sepihak dan pengadilan sudah membuktikan tidak ada keterangan lain. “Lukman menerima uang itu kan terbukti tetapi dia mau lempar uang itu kemana mungkin saja dia yang tau sendiri, tanyakan saja sama dia. Karena sampai saat ini nggak ada uang itu kita terima,” ucap Rudi Alfonso.

Rudi Alfonso juga membantah adanya pertemuan antara S.N. yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI dengan Rusli Zainal membicarakan masalah PON Riau. Pertemuan itu, menurut Rudi Alfonso, hanya membicarakan undangan kepada S.N. untuk menjadi pembicara di acara partai dan hanya berlangsung selama 10 menit. Pertemuan itu diketahui dua staf Rusli Zainal, salah satunya Lukman Abbas.

Seperti diketahui, terkait penyidikan kasus suap PON Riau ini, selain memeriksa S.N., tim penyidik KPK juga pernah menggeledah ruangan kerja S.N. di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK menyita empat kardus berisi dokumen.

Dugaan keterlibatan S.N. dalam kasus suap PON Riau ini terungkap melalui kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu. Saat itu, Lukman Abbas mengaku menyerahkan uang US$ 1.050.000 atau sekitar Rp 9 miliar kepada anggota Komisi X Kahar Muzakir. Penyerahan uang itu merupakan kelanjutan pertemuan antara S.N., Lukman Abbas, dan Gubernur Riau Rusli Zainal untuk membahas proposal bantuan dana APBN untuk keperluan PON melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga senilai Rp 290 miliar. (id/sp/ant) 

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.276.199 Since: 05.03.13 | 0.1787 sec