Hukum

Bendahara Umum Partai Golkar Kembali Diperiksa KPK

Tuesday, 20 Agustus 2013 | View : 913

JAKARTA-SBN. 

Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), S.N. kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dalam pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue atau arena penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.

Kali ini, Setya Novanto (S.N.) yang juga merupakan Bendahara Umum Partai Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal.

S.N. yang diperiksa selama sekitar empat jam tersebut tidak mau berbicara banyak soal pemeriksaannya. S.N. hanya mengatakan pemeriksaan kali ini sama seperti pemeriksaan sebelumnya maupun di dalam persidangan. “Enggak ada yang lain seperti yang dulu dan seperti yang disampaikan di bawah sumpah di Pengadilan, Lukman Abbas,” tutur S.N. di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/8/2013). Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Bidang Hukum DPP Partai Golkar, Rudi Alfonso. Menurut Rudi Alfonso, hasil pemeriksaan S.N. ini sama dengan pemeriksaan ketika menjadi saksi untuk mantan Kadispora Riau, Lukman Abbas.

Anggota Bidang Hukum DPP Partai Golkar, Rudi Alfonso mengaku ada dua keterangan tambahan yang ditanyakan tim penyidik KPK kepada S.N. terkait Komisi X DPR RI namun, S.N. mengatakan tidak tahu.

Sedangkan, mengenai pengakuan Lukman Abbas yang mengatakan S.N. telah menerima uang sebesar Rp 9 miliar, Rudi Alfonso menyatakan hal itu hanya pengakuan sepihak dan pengadilan sudah membuktikan tidak ada keterangan lain. “Lukman menerima uang itu kan terbukti tetapi dia mau lempar uang itu kemana mungkin saja dia yang tau sendiri, tanyakan saja sama dia. Karena sampai saat ini nggak ada uang itu kita terima,” ucap Rudi Alfonso.

Rudi Alfonso juga membantah adanya pertemuan antara S.N. yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI dengan Rusli Zainal membicarakan masalah PON Riau. Pertemuan itu, menurut Rudi Alfonso, hanya membicarakan undangan kepada S.N. untuk menjadi pembicara di acara partai dan hanya berlangsung selama 10 menit. Pertemuan itu diketahui dua staf Rusli Zainal, salah satunya Lukman Abbas.

Seperti diketahui, terkait penyidikan kasus suap PON Riau ini, selain memeriksa S.N., tim penyidik KPK juga pernah menggeledah ruangan kerja S.N. di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK menyita empat kardus berisi dokumen.

Dugaan keterlibatan S.N. dalam kasus suap PON Riau ini terungkap melalui kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu. Saat itu, Lukman Abbas mengaku menyerahkan uang US$ 1.050.000 atau sekitar Rp 9 miliar kepada anggota Komisi X Kahar Muzakir. Penyerahan uang itu merupakan kelanjutan pertemuan antara S.N., Lukman Abbas, dan Gubernur Riau Rusli Zainal untuk membahas proposal bantuan dana APBN untuk keperluan PON melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga senilai Rp 290 miliar. (id/sp/ant) 

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.118 Since: 05.03.13 | 0.2841 sec