Ekonomi

Saham Wall Street Melemah

Friday, 09 September 2016 | View : 303

NEW YORK-SBN.

Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Kamis (8/9/2016) atau Jumat (9/9/2016) pagi WIB, dengan National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ) Stock Market menghentikan empat hari kemenangan beruntun, karena investor terutama mencerna klaim pengangguran mingguan dan keputusan Bank Sentral Eropa (ECB).
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 46,37 poin atau 0,25 persen menjadi ditutup pada 18.479,77. Indeks S&P 500 kehilangan 4,87 poin atau 0,22 persen menjadi 2.181,29, dan indeks komposit NASDAQ (Nasdaq) turun 24,44 poin atau 0,46 persen menjadi 5.259,48.
ECB telah mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dan memelihara program pelonggaran kuantitatif (QE)-nya, media melaporkan pada Kamis (8/9/2016).
Di sisi ekonomi di Amerika Serikat (AS), dalam pekan yang berakhir 3 September angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 259.000, turun 4.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 263.000, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan, Kamis (8/9/2016).
Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 261.250, sebuah penurunan 1.750 dari rata-rata tidak direvisi minggu sebelumnya pada 263.000.
Data yang baru dirilis, termasuk laporan gaji (payrolls) non pertanian pekan lalu, telah menjadi fokus baru-baru ini, karena para investor mempertimbangkan tentang kapan Federal Reserve AS akan memutuskan untuk menaikkan suku bunganya.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit kebijakan moneter The Fed, akan menggelar pertemuan pada 20-21 September.
Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik 4,77 persen menjadi  12,51 pada Kamis (8/9/2016).
Indeks dolars AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,08 persen menjadi 95,029 pada akhir perdagangan.
Dalam berita perusahaan, saham Apple Inc. turun 2,62 persen pada Kamis (8/9/2016), sehari setelah perusahaan meluncurkan iPhone 7 di sebuah acara di San Francisco, demikian Xinhua melaporkan.
Dikabarkan sebelumnya, saham-saham di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (31/8/2016) waktu setempat atau Kamis (1/9/2016) dinihari WIB, dengan saham-saham sektor energi mengikuti jatuhnya harga minyak dunia.
Indeks S&P mencatatkan kerugian untuk Agustus, bulan negatif pertama untuk indeks acuan ini sejak Februari.
Sektor energi dari S & P 500 .SPNY berakhir 1,4 persen lebih rendah pada Rabu (31/8/2016), penurunan harian terbesar dalam tiga minggu, ketika minyak mentah berjangka AS CLc1 jatuh lebih dari 3 persen.
Data sebelumnya menunjukkan sektor swasta menciptakan 177.000 lapangan kerja pada bulan Agustus, sesuai dengan harapan, dan kontrak membeli rumah yang sudah ada pemiliknya melonjak pada bulan Juli, menunjukkan ekonomi itu mendapatkan kembali momentum yang cukup untuk Federal Reserve menaikkan suku bunga tahun ini.
Angka-angka yang kuat mempertajam fokus pada laporan payrolls hari Jumat (2/9/2016).
Data ekonomi yang kuat dan komentar dari pejabat bank sentral telah meningkatkan spekulasi bahwa Fed akan menaikkan suku setidaknya sekali sebelum akhir tahun.
Hal itu telah menciptakan pergeseran kepemimpinan pasar saham, jauh dari bertahan, sektor unggul dan siklus waktu seperti industri dan teknologi.
Dow Jones industrial average turun 53,42 poin atau 0,29 persen menjadi 18,400.88, S & P 500 kehilangan 5,17 poin atau 0,24 persen ke 2,170.95 dan NASDAQ (Nasdaq) Composite turun 9,77 poin atau 0,19 persen ke 5,213.22.
Sekitar 6,82 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 5,98 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.
Palo Alto Networks (PANW.N) turun 7,2 persen menjadi $133,17 setelah perusahaan keamanan siber keamanan ini pada Selasa memperkirakan keuntungan kuartalan di bawah estimasi analis.
H & R Block Inc (HRB.N) adalah saham yang mengalami penurunan terbesar pada S & P 500, jatuh 10,5 persen setelah ahli pajak AS melaporkan pendapatan kuartalan meleset dari ekspektasi analis dengan margin besar, demikian Reuters melaporkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, saham-saham sektor keuangan dan komoditas mendorong indeks S&P 500 lebih tinggi dalam sesi dengan volume rendah pada Senin (29/8/2016) setelah belanja konsumen empat bulan berturut-turut, menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Para investor terus mencerna komentar-komentar dari para pejabat Federal Reserve AS pada Jumat (26/8/2016) lalu.
Setelah Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan alasan untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini menguat, Wakil Ketua Stanley Fischer tampak mengindikasikan tidak hanya kemungkinan langkah pengetatan pada September tapi juga pengetatan kedua pada Desember.
Selain kinerja yang lebih baik dari sektor-sektor siklis, utilitas juga naik, mengembalikan kerugian dari aksi jual di sektor ini Jumat (26/8/2016) lalu, yang terbesar dalam empat bulan.
"Saham-saham utilitas berbalik naik," kata Art Hogan, kepala ahli strategi pasar Wunderlich Securities di New York.
Dia mengatakan para investor menganggap pernyataan Stanley Fischer kurang hawkish dibandingkan perkiraan awal, sementara mengakui telah ada perubahan menjadi lebih baik dalam data ekonomi AS dalam beberapa pekan terakhir yang bisa menopang kebijakan moneter ketat.
Departemen Perdagangan AS mengatakan belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua-pertiga dari aktivitas ekonomi AS, naik 0,3 persen bulan lalu setelah naik 0,5 persen pada Juni.
"Ada pemikiran kembali dua kenaikan suku bunga dari Fischer," kata Art Hogan, tetapi "The Fed tentu ingin pasar siap untuk kenaikan suku bunga," tambah dia.
Sektor keuangan, yang telah kinerjanya kurang baik sebagian besar tahun ini, menjadi pemain dengan performa terbaik dalam S&P 500, dengan Wells Fargo & Company naik 2,2 persen.
Sektor ini biasanya naik karena pembicaraan kenaikan suku bunga, di tengah ekspektasi bahwa pendapatan bank-bank bisa naik karena biaya lebih besar karena mereka mematok biaya pinjaman lebih banyak. Namun, korelasinya tidak langsung karena membutuhkan kurva imbal hasil (yield), yang telah memjadi datar akhir-akhir ini, menjadi lebih curam.
Art Hogan dari Wunderlich Securities mengatakan keuntungan saham-saham bank kemungkinan dari pedagang-pedagang jangka pendek, karena mereka membeli guna menutupi taruhan mereka.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 107,59 poin atau 0,58 persen menjadi ditutup pada 18.502,99; S&P 500 (S&P) bertambah 11,34 poin atau 0,52 persen menjadi berakhir di 2.180,38; dan indeks komposit NASDAQ (Nasdaq) bertambah 13,41 poin atau 0,26 persen menjadi 5.232,33.
Indeks S&P ditutup 0,45 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai awal bulan ini.
Volume perdagangan saham merupakan yang terlemah sepanjang tahun ini, di bawah lima miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,1 miliar selama 20 hari terakhir.
Volume perdagangan diperkirakan tetap rendah sepanjang minggu ini, yang terakhir dalam musim liburan musim panas AS.
Saham operator penjara swasta jatuh setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan akan mengevaluasi apakah lembaga tersebut akan terus dikontrak, menyusul keputusan yang diumumkan 18 Agustus oleh Departemen Kehakiman untuk penghapusan kontrak bertahap dengan operator swasta.
Corrections Corporation of America (CCA) turun 4,1 persen menjadi 16,79 dolar AS dan The GEO Group, Inc. kehilangan 3,0 persen menjadi 21,25 dolar AS.
Apple Inc. berakhir turun 0,1 persen pada 106,82 dolar AS. Perusahaan dapat menghadapi lebih dari satu miliar euro dalam pengembalian pajak karena Komisi Eropa menetapkan perintah pada Selasa (30/8/2016) yang menentang kesepakatan pajak Irlandia dengan Apple Inc.
Caesars Entertainment Corporation anjlok 15,7 persen menjadi berakhir pada 6,35 dolar AS setelah seorang Hakim AS membuka jalan bagi miliaran dolar tuntutan hukum pemegang obligasi terhadap kelompok kasino itu.
Jumlah saham-saham naik melebihi jumlah yang menurun dengan rasio 2,6:1 di New York Stock Exchange (NYSE) dan rasio 1,68:1 di NASDAQ (Nasdaq).
S&P 500 membukukan 27 tertinggi baru 52-minggu, dan dua posisi terendah baru, sementara komposit Nasdaq mencatat 121 tertinggi baru dan 20 terendah baru, demikian menurut kantor berita Reuters. (reuters/xinhua)

See Also

Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
Vice President Lotte Gantung Diri Di Pohon
Dandim 0716/Demak Hadiri Demak Expo 2016
Kodim 0716/Demak Siap Dukung Sergap Demi Kedaulatan Pangan
Saham Hang Seng Berakhir Lebih Rendah
Dandim 0716/Demak Tinjau Lokasi Panen Yang Akan Dihadiri Mentan RI
21 Trayek Baru Transjakarta Jabodetabek
Menteri Perhubungan Minta Jaminan China Terkait Standar Teknologi KA Cepat
Tangerang Reklamasi Pantai Mutiara Seluas 9.000 Ha
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.072.594 Since: 05.03.13 | 0.2138 sec