Internasional

Badai Kilat Tewaskan Ratusan Rusa Kutub Di Norwegia

Tuesday, 30 Agustus 2016 | View : 235
Tags : Norwegia, Oslo
OSLO-SBN.
Badai kilat besar di daerah pegunungan terpencil Norwegia menewaskan 323 rusa kutub di sana.
Hewan yang mati ditemukan tergeletak di tanah, banyak di antaranya dengan tanduk terjerat, setelah badai menerjang dataran tinggi Hardanger di Selatan Norwegia pada Jumat (26/8/2016) lalu.
“Kami belum pernah mengalami yang seperti ini karena badai,” kata petugas pemantau alam Kjartan Knutsen, dikutip dari Reuters.
Selama ini, kasus yang biasa mereka temui adalah domba atau rusa yang tertimpa sesuatu karena badai.
Rusa biasanya berada dalam kelompok bila berada dalam keadaan bahaya.
Belum diketahui apakah mereka tewas tersambar satu atau beberapa kali petir.
Hardanger pada Jumat (26/8/2016) itu sangat basah, mendukung terjadi petir.
“Kelembaban tinggi di tanah dan udara mungkin penjelasan mengapa banyak sekali hewan yang mati,” kata Olav Strand, peneliti senior di Norwegian Institute for Nature Research, dalam keterangan tertulis.
Para ahli terbang dengan helikopter untuk mengambil sampel rusa yang mati untuk memonitor penyakit.
Lima dari 323 hewan sebetulnya ditemukan hidup namun terluka sangat parah sehingga ditembak oleh petugas satwa.
Belum jelas apa yang akan dilakukan dengan bangkai hewan tersebut, salah satunya adalah dengan membiarkannya membusuk.
“Ini bagian ekologi alami dan jauh dari permukiman penduduk,” kata Knutsen.
Hardanger memiliki sekitar 12.000 rusa kutub dan para pemburu diizinkan menembak 2.000 per tahun untuk mengambil daging mereka, demikian Reuters melaporkan.
Tim peneliti dari The Biotechnology and Biological Sciences Research Council (BBSRC) dari University College London (UCL) menemukan bahwa mata rusa kutub di Arktik berubah warna, menyesuaikan diri pada musim yang sedang berlangsung.
Beberapa hal yang menarik berkenaan dengan rusa kutub ini yaitu perubahan warna mata itu berguna untuk membantu rusa  melihat lebih jelas saat cahaya terang pada musim panas maupun kegelapan di musim dingin. Rusa kutub Arktik, seperti banyak mamalia lainnya, memiliki lapisan jaringan mata yang disebut Tapetum Lucidum (TL), terletak di belakang retina dan memantulkan cahaya untuk menambah penglihatan di malam hari.
Dengan mengubah warna mata, TL memantulkan gelombang cahaya yang berbeda.
Saat cahaya terang di musim panas, TL rusa berwarna keemasan, sama seperti kebanyakan mamalia lainnya, memantulkan cahaya kembali melalui retina.
Semetara itu, saat musim dingin, warnanya berubah menjadi biru gelap yang lebih sedikit memantulkan cahaya keluar dari mata.
Perubahan ini menyebarkan lebih banyak cahaya melalui fotoreseptor di belakang mata, meningkatkan sensitivitas retina dalam merespon sedikitnya cahaya saat musim dingin.
Para peneliti yakin, ini merupakan keuntungan dalam kegelapan di musim dingin karena membantu rusa untuk lebih mudah mendeteksi predator bergerak dan makanan.
"Ini merupakan yang pertama kalinya perubahan warna di mamalia. Dengan mengubah warna TL di mata, rusa memiliki keluwesan untuk menghadapi perbedaan ekstrim cahaya di habitat mereka saat musim berlangsung," kata kepala tim peneliti Profesor Glen Jeffery dari UCL, seperti yang dikutip dari Science Daily.
"Hal ini memberi keuntungan pada mereka untuk menemukan predator,  itu dapat menyelamatkan hidup mereka."
Perubahan itu mungkin juga disebabkan tekanan pada mata. Saat musim dingin, tekanan di mata rusa meningkat, mungkin disebabkan oleh pelebaran pupil permanen yang mencegah cairan pada bola mata mengering secara alami.
Hal itu menekan TL, mengurangi ruangg antara kolagen di jaringan sehingga memantulkan gelombang cahaya biru yang umumnya lebih pendek saat musim dingin di Arktik.
Penelitian Prof. Glen Jeffery sebelumnya, bersama kolega dari Norwegia menunjukkan bahwa mata rusa Arktik juga dapat melihat ultraviolet, yang banyak terdapat di Arktik tetapi tidak terlihat bagi manusia. Mereka menggunakannya untuk mencari makanan dan melihat pemangsa. (reuters/newyorktimes)

See Also

China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
Joko Widodo Dinobatkan Pemimpin Terbaik Asia-Australia
PBB Minta Yunani Lindungi Pengungsi Saat Musim Dingin
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.071.860 Since: 05.03.13 | 0.1989 sec