Redaksi

Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 30 Agustus 2016 | View : 320

SBN.

Minggu (28/8/2016) kemarin saya bertemu dengan Ibu Lian Gouw, seorang diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS) di Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Sudah lama saya ingin dipertemukan dengan beliau oleh Pak Harjanto Halim, budayawan dan Pemilik PT. Ulam Tiba Halim produsen minuman serbuk Marimas dan serta anak dari penggagas Yayasan Obor Tani, Budi Dharmawan (Kwik Kian Djin) adik ekonom Kwik Kian Gie, Ibu Lisa Ambarwati Dharmawan (50 tahun).

Menarik sekali kisahnya dan apa yang ingin dikerjakan.

Umurnya sekarang 80 tahun. Tahun 2009 menulis tentang novel sejarah berjudul “Only a Girl”. Tahun 2000 diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama (GPU) dengan judul “Menantang Phoenix”. Novel sejarah bersetting di Indonesia. Minggu (28/8/2016) kemarin saya menanyakan buku ini melalui telepon di Toko Buku Gramedia. Katanya sudah tidak ada. Saya akan datang langsung ke Toko Buku Gramedia untuk mencari novel ini.

Menarik bagi saya adalah gerak jiwanya. Kelahiran Jakarta yang lama tinggal di Bandung dan kemudian merantau ke Amerika Serikat (AS) selama kurang lebih 50 tahun. Di ujung hidupnya dia menyampaikan keterikatannya dengan tanah kelahirannya dengan menulis novel “Only a Girl”. Lalu dia bawa novel ini ke Indonesia dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Kemudian dia mendirikan penerbit yang didedikasikan untuk buku novel sejarah Indonesia. Dia ingin berkontribusi membantu memajukan Indonesia melalui fiksi. Keuntungan dari usaha ini akan disumbangkan untuk program sosial di Indonesia.

Dia hadir sebagai pembicara untuk pembahasan novel di 3 universitas antara lain Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, dan Universitas Indonesia (UI) Depok. Kalau tidak salah jadwal di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada tanggal 1 September 2016.

Kedatangan Ibu Lian Gouw kali ini ke Indonesia dihabiskan waktunya terbanyak di Maluku. Dia nampak bergairah sekali dengan pengalaman bertemu dengan orang-orang di Provinsi Maluku. Kami sedikit diskusi tentang isu trafficking anak. Lalu dia membuat pernyataan yang sungguh mengejutkan hati. Katanya: "Saya beruntung bisa bekerja untuk mengatasi masalah trafficking". Saya tidak merasa beruntung terpanggil mengurus masalah tersebut. Pernyataannya menunjukkan betapa dalamnya dia rindu pada tanah kelahirannya.

Kisahnya menambah pengetahuan saya tentang konsep etnis dan warganegara. Ternyata identitas etnis bisa berbasis fisik dan atau psikis. Begitu juga warganegara. Bisa berbasis legal dan atau psikis. Bagaimana manusia mau menjadi tergantung pada pilihannya. Menjadi Indonesia ternyata adalah pilihan dan berproses terus.

Sudahkah Anda berproses menjadi Indonesia? Indonesia adalah bentuk identitas modern yang tidak berbasis etnis maupun agama tetapi berbasis kesepakatan yang dibangun oleh pendiri bangsa baru. Etnis dan agama adalah sub indentitas dari bangsa yang bernama Indonesia. Menjadi Indonesia dihitung dari kepeduliannya terhadap sekeliling tempat dia hidup. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.114.026 Since: 05.03.13 | 0.2128 sec