Nasional

BMKG Sebut Jarak Pandang Mulai Turun Di Riau

Sunday, 28 Agustus 2016 | View : 379

PEKANBARU-SBN.

Dumai dan Pekanbaru di Provinsi Riau, mulai ditutupi kabut asap tebal akibat kebakaran lahan dan hutan yang sepertinya rutin terjadi setiap tahun.
Di Dumai, kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan menyelimuti kota ini hingga pukul 10.00 WIB Minggu (28/8/2016) pagi ini sehingga memperpendek jarak pandang hanya sampai 500 meter.
Demikian juga dengan Pekanbaru di mana Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, jarak pandang mulai memendek dalam dua hari terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
"Dumai dan Pekanbaru mulai terganggu jarak pandangnya terutama di pagi hari karena tertutup kabut asap," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (28/8/2016).
Kondisi lingkungan udara tidak sehat dan tercemar asap membuat warga Dumai memilih tetap di dalam rumah, terutama orang tua dan anak-anak di bawah lima tahun karena mencemaskan kesehatan mereka.
"Bau asapnya sudah tercium di dalam rumah, dan anak-anak mulai diserang flu, karena itu pintu dan jendela tidak dibuka seperti biasanya," kata Ayu Wahyuni, seorang ibu rumah tangga warga Jalan Hasanuddin Dumai.
Jumlah warga sakit akibat polusi asap kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, meningkat seiring dengan semakin luasnya kebakaran hutan di daerah ini.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Penanggulangan Krisis Dinas Kesehatan Riau, Jon Kenedy, mengatakan dalam laporan yang diterima Dinas Kesehatan Riau pada 27 Agustus lalu tercatat dalam sehari 69 warga Bengkalis sakit akibat polusi asap di daerah itu, padahal sebelumnya nihil.
Dari jumlah itu, 63 orang terkena infeksi saluran pernafasan akut, empat orang terkena iritasi kulit, dan masing-masing satu orang terkena asma dan iritasi mata.
"Asap di Bengkalis cukup parah sehingga warga banyak yang mulai sakit," kata Jon Kenedy kepada awak media di Bengkalis, Provinsi Riau, Minggu (28/8/2016).
Ia mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau berupaya membantu instansi kesehatan setempat yang terkena dampak polusi asap kebakaran lahan dan hutan di Riau, antara lain mengirimkan 10 ribu masker medis ke Bengkalis.
"Puskesmas diminta untuk siaga," kata Jon Kenedy. "Mobil ambulans berkeliling untuk mengedukasi masyarakat supaya mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika asap pekat," tambah dia.
Berdasarkan data Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau, kualitas udara di Bengkalis seperti daerah Duri sudah tidak sehat akibat polusi asap, bahkan di Kota Dumai kualitas udara sudah dalam taraf berbahaya karena Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 369.
Komandan Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau Brigjen TNI Nurendi mengatakan terjadi pergeseran pola pembakaran lahan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Titik api cenderung makin banyak pada sore hingga malam hari, terutama pada hari libur yakni Sabtu (27/8/2016) dan Minggu (28/8/2016).
"Kita memang memerlukan peningkatan operasi penindakan karena upaya pencegahan sudah kita lakukan, sampai ada satu anggota kita yang jadi korban jiwa tapi ada saja masyarakat yang tetap membakar," kata Brigjen TNI Nurendi.
Ia mengatakan kini kebakaran terus terjadi daerah pesisir Utara Riau seperti Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, Siak, selain di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru di bagian Selatan Riau.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Riau menyebutkan, kabut asap telah menyebabkan jarak pandang memendek di daerah pesisir Provinsi Riau menjadi hanya 1.000 meter.
Slamet Riyadi mencontohkan, hari ini jarak pandang pukul 7.00 WIB terpantau di Kota Dumai cuma satu kilometer, di Kota Pekanbaru 2,1 km, Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu lima km dan Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan enam km.
"Bila kondisi cuaca normal, maka jarak pandang pada berbagai wilayah di Riau terutama pukul 7.00 WIB tersebut bisa lebih dari lima km seperti Jumat (26/8/2016) rata-rata enam kilometer," kata Slamet Riyadi.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengungkapkan bahwa jarak pandang mulai mengalami penurunan dalam dua hari terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
"Dumai dan Pekanbaru mulai terganggu jarak pandangnya, terutama di pagi hari karena tertutup kabut asap," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, Slamet Riyadi, Minggu (28/8/2016).
Ia menjelaskan, hari ini jarak pandang pukul 07.00 WIB terpantau di Kota Dumai hanya sekilometer (km), di Kota Pekanbaru 2,1 km, Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu sejauh 5 km dan Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan mencapai 6 km.
Padahal, menurut dia, sehari pada Sabtu (27/8/2016) kemarin di Kota Dumai jarak pandang hanya 1,5 km, kemudian di Kota Pekanbaru 2,5 km dan Pangkalan Kerinci 7 km.
"Bila kondisi cuaca normal, maka jarak pandang pada berbagai wilayah di Riau, terutama pukul 07.00 bisa lebih dari 5 km, seperti Jumat (26/8/2016) rata-rata 6 km," ucapnya.
Slamet Riyadi mengatakan, kondisi jarak pandang sempat turun tersebut lazimnya setelah waktu jelang tengah hari atau menunjukan pukul 12.00 WIB, maka kabut asap mulai menipis dan hilang.
"Ini terjadi karena bercampurnya partikel-partikel air yang sangat kecil, terutama terjadi di waktu dini hari atau kita sebut embun, dengan asap diduga dari karhutla pada waktu malam hari," katanya menambahkan.
Sementara itu, satu unit Pesawat Pelita Air Service rute Jakarta-Dumai terpaksa dialihkan penerbangannya (divert) karena kabut asap karhutla karena terbatas jarak pandang di Bandara Pinang Kampai, Dumai, Minggu (28/8/2016).
Pesawat Pelita Air rute Jakarta-Dumai terpaksa mengalihkan penerbangan karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu jarak pandang di Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai, Kota Dumai, Riau, Minggu (28/8/2016).
Pelita Air jenis ATR 72 itu akhirnya melakukan pengalihan penerbangan (divert) ke Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Kota Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau.
"Pelita Air divert ke Pekanbaru karena tidak bisa mendarat di Dumai diakibatkan asap," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II, Bambang.
Pesawat jenis ATR 72-500 tersebut akhirnya melakukan pendaratan sementara di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, sekitar pukul 09.30 WIB.
"Pelita Air divert ke Pekanbaru, karena tidak bisa mendarat di Dumai karena asap," kata Airport Duty Officer Bandara Internasional SSK II, Bambang Setiawan.
Ia menambahkan pesawat Pelita Air Service tersebut mendarat di bandara Pekanbaru sekitar pukul 09.30 WIB.
Ia mengatakan pesawat Pelita Air itu mendarat di Bandara Pekanbaru pada pukul 09.30 WIB.
Sejauh ini, menurut dia, penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru masih normal, meski udara diselimuti asap tipis. Jarak pandang pada pagi hari sempat mencapai 1.800 meter, namun berangsur membaik pada pukul 10.00 WIB mencapai 5.000 meter.
Kota Dumai pada Minggu (28/8/2016) pagi jarak pandangnya sangat buruk karena tercemar asap karhutla. Data dari Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Kahutla Riau memperlihatkan, jarak pandang pada pagi hari di Dumai hanya sekitar satu kilometer akibat asap.
Adapun tingkat konsentrasi polutan mencapai 475 atau setara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 369, yang artinya kondisi udara sangat berbahaya akibat tercemar asap, demikian catatan satgas tersebut.

See Also

Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Kalau Tidak Ada TMMD, Belum Tentu Ada Program Bedah RTLH
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.508 Since: 05.03.13 | 0.181 sec