HAM

Teror Bom Di Gereja Katolik Medan

Sunday, 28 Agustus 2016 | View : 313

MEDAN-SBN.

Bom meledak terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph di Jalan Dr. Mansyur Nomor 75, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Minggu (28/8/2016) pagi. Teror dengan membawa bom melukai seorang Pastor terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph di Jalan Dr. Mansyur Nomor 75, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Minggu (28/8/2016).

Aksi nekad tersebut diduga percobaan bunuh diri.

Atas kejadian teror bom bunuh diri tersebut menyebabkan pengkotbah di gereja itu, seorang Pastor bernama Albert S. Pandiangan, mengalami luka ringan di bagian lengan kiri akibat serpihan bom di tangan kirinya.

Beberapa saksi menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Pastor Albert S. Pandiangan hendak berkhotbah di mimbar, namun tiba-tiba seorang laki-laki yang diduga berinisial IAH menghampiri pastor tersebut sambil membawa sebuah bom rakitan dalam tas dan sebilah pisau.

Sumber yang diperoleh awak media di kepolisian menyebutkan, ‎saat pastor Albert S. Pandiangan mau berkhotbah di depan mimbar dikejar dan hendak dihampiri oleh seorang laki-laki berinisial IAH, 18 tahun, warga Jalan Setia Budi, Gang/Lorong Sehati No.26, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, sambil menggendong bom rakitan dengan pipa warna kuning.

Tidak hanya bom, IAH juga memegang pisau dapur hendak menyerang Pastor Albert S. Pandiangan. ‎Alhasil bom yang digendong oleh IAH meledak.

Namun beruntung, IAH tidak tewas dalam insiden itu. Sementara Tim Jibom Brimob Polda Sumut yang meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) berhasil mengamankan pelaku, IAH.

Dari hasil interogasi pelaku IAH, masih ada dua rekannya yang terlibat dalam aksi diduga bom bunuh diri tersebut.

Beberapa jemaat gereja tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian yang menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Polda Sumut).

Selain mengamankan pelaku teror, pihak kepolisian juga melakukan sterilisasi di gereja tersebut melalui tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Sumut.

Hingga kini situasi di Gereja Katolik Santo Yoseph aman terkendali.

Namun, hingga menjelang pukul 10.00 WIB, belum ada pejabat kepolisian yang memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut, dan gereja langsung mendapatkan pengamanan ketat.

Kepala Polisi Resort Kota (Kapolresta) Medan Kombes Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum. yang menggantikan Kombes Pol. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., pada Selasa (16/6/2015) silam, belum memberikan komentar resminya soal meledaknya bom rakitan di tempat ibadah tersebut. Dikabarkan pada pukul 12.00 WIB, mantan Kapolres Nias dan Kapolres Madina tersebut, Kombes Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum. akan memberikan keterangan resminya.

Menurut salah seorang warga yang berada di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph bermarga Simanjuntak, 36, sempat kaget mendengar suara ledakan dari dalam gereja. “Sempat kaget aku, Bang ada suara ledakan dari dalam gereja. Nah setelah kulihat rupanya ada seorang pria mengejar-ngejar pastor. ‎Enggak lama jemaat yang didalam gereja berhamburan keluar. Barulah datang Tim Jibom bang,” bebernya.

Salah seorang jemaat gereja itu dalam Facebook Gereja Katolik St. Yoseph Dr. Marsur Medan, Hotlin Marbun, menuliskan komentar: "Gilak lah itu yang ledakin bom di gereja ...Ntah apa maksud dan tujuannya itu..." (ant/krim/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.846.854 Since: 05.03.13 | 0.5286 sec