Internasional

PBB Minta Yunani Lindungi Pengungsi Saat Musim Dingin

Saturday, 27 Agustus 2016 | View : 237
Tags : Pbb, Yunani

ATHENA-SBN.

Yunani harus meningkatkan upaya untuk melindungi ribuan pengungsi dan imigran dari musim dingin mendatang dan menambah keamanan di kamp-kampnya.
"Dengan datangnya musim dingin, masih ada banyak ribuan orang yang tinggal di tempat-tempat yang belum memenuhi standar," kata kepala UNHCR Filippo Grandi dalam jumpa pers di Athena, Yunani, Kamis (25/8/2016).
"Sangat penting untuk meningkatkan kondisi demi meminimalkan faktor risiko yang dihadapi orang-orang ini. Dan mereka akan semakin berisiko ketika musim dingin tiba.”
Menurut data Yunani, ada lebih dari 50.000 pengungsi dan imigran di puluhan kamp di seluruh negeri, banyak dari kamp tersebut bekas gudang dan kamp tentara dengan kondisi yang kurang memadai.
Sekitar 7.000 lainnya diperkirakan tinggal di luar sistem kamp negara, termasuk di gedung-gedung yang dijalankan kelompok sukarelawan.
Filippo Grandi, yang mengunjungi dua kamp di dekat Thessalonika, Yunani Utara, dan sebuah pusat untuk anak-anak tanpa pendamping, meminta tambahan personel kepolisian untuk menjaga fasilitas tersebut.
"Ada masalah keamanan yang sangat serius di beberapa tempat... saya prihatin dengan keamanan sehari-hari masyarakat itu," kata diplomat Italia tersebut, seperti dikutip AFP.
"Ada perempuan dengan anak-anak tanpa suami mereka... banyak anak-anak yang tidak didampingi, orang lanjut usia, orang-orang ini berisiko."
Perkelahian sering terjadi di kamp-kamp itu, terutama di pulau-pulau tempat banyak imigran muk menunggu selama berbulan-bulan supaya permohonan suaka mereka diproses.
Yunani menerima paling tidak 41.000 pengungsi dan imigran yang mencari suaka, sebagian besar warga Suriah yang memenuhi syarat untuk direlokasi ke Uni Eropa (UE), kata Menteri Imigrasi Yunani, Yiannis Mouzalas, Selasa (23/8/2016).
Menteri Imigrasi Yunani, Yiannis Mouzalas mengatakan di sebuah konferensi pers bahwa Yunani dan badan-badan PBB mencatat 54.000 pengungsi dan imigran di teritorial Yunani antara Juni sampai akhir Juli.
Lebih dari 41.000 di antaranya yang berada di Yunani daratan menunjukkan minat untuk meminta suaka, atau mengajukan permintaan resmi.
Sebanyak 2.000 lainnya setuju untuk dipulangkan ke negara asal mereka. Pada saat yang sama, ada 11.000 orang lain yang saat ini sedang diproses di beberapa pulau di Yunani setelah mendarat di sana dari Turki.
Menteri Imigrasi Yunani Yiannis Mouzalas mengatakan operasi itu didesain untuk “mulai mengekang kekacauan,” yang membuat otoritas Yunani kewalahan setelah sejumlah negara di Eropa Timur dan Balkan secara berturut-turut menutup perbatasan mereka untuk imigran mulai Februari.
Sang menteri mengakui bahwa ada “sekitar 4.000” orang yang menghindari registrasi lanjutan karena mereka ingin melintasi perbatasan dengan bantuan penyelundup manusia.
Namun, Yiannis Mouzalas membantah laporan bahwa ratusan orang dibiarkan menyusup ke seberang perbatsan menuju Makedonia dan Bulgaria.
"Ini adalah sebuah kebohongan," kata Yiannis Mouzalas. "Jika 700 pergi setiap harinya (seperti yang diklaim), kami tak akan punya pengungsi yang tersisa (di Yunani)." (afp)

See Also

China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
Joko Widodo Dinobatkan Pemimpin Terbaik Asia-Australia
Badai Kilat Tewaskan Ratusan Rusa Kutub Di Norwegia
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.071.859 Since: 05.03.13 | 0.2282 sec