Hukum

Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau

Saturday, 27 Agustus 2016 | View : 187
Tags : Bareskrim

PEKANBARU-SBN.

Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 85 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
"Ada 85 tersangka perorangan yang ditangkap," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (KaBareskrim) Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2016).
Selain itu, polisi juga menyelidiki sembilan korporasi yang diduga menjadi pelaku pembakaran lahan.
Para tersangka terancam pasal berlapis, yakni Pasal 78 UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.
Kemudian, Pasal 4 UU RI Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar serta Pasal 108 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan diancam pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.
Sebelumnya sebanyak 15 korporasi yang tersangkut kasus karhutla mendapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), yakni PT. Parawira Group (ditangani Polres Pelalawan), KUD Bina Jaya Langgam (ditangani Polres Pelalawan), PT. Bukit Raya Pelalawan (ditangani Polres Pelalawan), PT. Bina Duta Laksana (Ditreskrimsus), PT. Perawang Sukses Perkasa Indah (Ditreskrimsus) dan PT. Pan United (Ditreskrimsus).
Selain itu, PT. Alam Sari Lestari (Ditreskrimsus), PT. Riau Jaya Utama (Ditreskrimsus), PT. Suntara Gaja Pati (Polres Dumai), PT. Siak Timber Raya (Ditreskrimsus), PT. Hutani Sola Lestari (Ditreskrimsus), PT. Dexter Rimba Perkasa (Polres Rohil), PT. Ruas Utama Jaya (Polres Rohil), PT. Sumatera Riang Lestari (Ditreskrimsus) dan PT. Rimba Lazuardi (Ditreskrimsus).
Belasan perusahaan tersebut dihentikan proses penyidikannya karena tidak cukup bukti secara hukum.
"Tidak cukup bukti. Data awal ada di kawasan perusahaan, setelah disidik, ternyata izin perusahaan sudah habis. Ada juga yang kawasan sengketa, jadi bukan milik perusahaan," demikian Irjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si.
Tiga unit helikopter yang terdiri dari dua MI-8 dan satu MI-171 terus menggempur lokasi kebakaran hutan dan lahan di dua wilayah pesisir Riau yakni Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, Jumat (26/8/2016).
"Dua helikopter MI-8 dan MI-171 fokus pemadaman di Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. MI-8 pemadaman di Rokan Hilir," kata anggota Satgas Udara Karhutla Riau, Mayor Ferry Duwantoro di Pekanbaru, Provinsi Riau.
Ia mengatakan hingga Jumat (26/8/2016) siang dua heli total telah melakukan sebanyak 104 kali pengeboman air. Sementara itu, pengeboman air masih terus dilanjutkan hingga kini oleh heli yang mampu mengangkut 4-5 ton air sekali terbang tersebut.
Lokasi kebakaran di Tasik Serai telah terjadi dalam sepekan terakhir. Berbagai upaya telah dilakukan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni yang tergabung dalam Satgas Karhutla Riau. Bahkan, Kapolda telah mengerahkan Brimob dan 2 SSK personil Polres Bengkalis untuk menangani kebakaran di wilayah itu.
Meski sempat berhasil ditanggulangi pada awal pekan ini, lokasi tersebut kembali membara hingga menyebabkan asap tebal membumbung ke udara.
Sementara itu, kebakaran lahan di Rokan Hilir, tepatnya di Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko serupa dengan kebakaran di Bengkalis. Wilayah tersebut terus dilanda kebakaran dalam dua pekan terakhir.
Kebakaran lahan di wilayah pesisir Riau perlu dicermati dan ditanggulangi dengan cepat karena berpotensi mengirimkan asap ke negara Jiran.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan asap dari Karhutla di Provinsi Riau pada Jumat (26/8/2016) siang mulai terbawa angin dan mengarah hingga ke Selat Malaka.
"Asap masih di Selat Malaka," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Berdasarkan citra satelit, lanjut Sugarin, angin memang mengarah ke Timur Laut dan membawa asap dari Sumatera ke Selat Malaka. Meski begitu, dia mengatakan hingga Jumat (26/8/2016) siang ini asap belum mencapai negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Jarak pandang di Singapura dan Malaysia masih normal. Kualitas udara di Singapura juga masih normal," pungkasnya. (ant/jos)

See Also

Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
Gubernur Sultra Tersangka KPK
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.955.513 Since: 05.03.13 | 0.164 sec