Redaksi

Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Sunday, 14 Agustus 2016 | View : 277

SBN.

Selamat jalan Mas Slamet Riyadi Sabrawi, dokter hewan, wartawan penyair, aktivis HIV/AIDS dan teman saya dan Mas O'ong (O’ong Maryono) lebih dari 20 tahun.... Baru ketemu 2 minggu kemarin di kota Yogyakarta, walaupun tidak bisa lama, berhasil menjalani niat mampir bersama Mbak Atik Chawasi di rumah adik di mana anda tinggal sesudah keluar dari rumah sakit karena stroke ringan. Rasa kekhawatiran teratasi sedikit dengan obrol dan bercanda yang penuh hangatan. Ada rasa kagum atas daya juang Mas untuk pulih kembali dengan dukungan penuh istri dan anak tercinta. Maaf saya hanya bisa doa dari jauh dan kirim peluk erat pada istri dan anak yang ditinggalkan.

Hatiku terhentak ketika membaca status Rosalia Sciortino Sumaryono tentang kepergian selamanya Mas Slamet Riyadi Sabrawi yang ampirkan pada wallku. Terima kasih Lia. Mas Slamet Riyadi Sabrawi adalah kawan satu geng di dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Dia konsentrasi di isu pelatihan jurnalis sedangkan aku konsentrasi pada isu pencegahan, tes dan pendampingan perempuan.

Aku bertemu terakhir setelah operasi jantung yang berhasil dilakukan beberapa tahun lalu. Dia bermaksud menuliskan keberhasilan operasinya. Sakit membuat dia menjadi lebih lembut. Dia menceriterakan pengalaman dasyatnya dengan begitu mendetail dan penuh perasaan. Moga-moga bukunya berhasil dia tulis. 
Aku juga mendapat kesempatan istimewa melihat bagaimana istrinya setia dan ada untuk Mas Slamet Riyadi Sabrawi.

Dulu begitu sering kami bersama dengan teman-teman lain yang terutama dipertemukan oleh Rosalia Sciortino Sumaryono. Bertemu di conference HIV-AIDS internasional atau event jaringan nasional. Kadang bertemu di rumah Rosalia Sciortino Sumaryono di Jakarta untuk menghadiri event Rosalia Sciortino Sumaryono dan O`ong Maryono. Geng ini meninggalkan memori indah dan kuat.

Aku tidak pernah melihat dia marah. Namun sikap dan perilakunya jelas terarah ke mana. Dokter hewan yang aktif di dunia jurnalistik praktis yang kemudian melabuhkah diri pada pelatihan jurnalistik bersama Ashadi Siregar. Terakhir dia masuk ke dalam dunia sastra melalui puisi. Sebelumnya dia memang penulis puisi hanya tidak ditonjolkan ketika dia aktif untuk HIV-AIDS. Ada beberapa buku puisi terakhirnya. Sayangnya aku belum sempat ikut eventnya ini.

Dia mendorong ku masuk ke struktur Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Satu urusan yang belum selesai bisa dimenangkan yakni mengendalikan epidemi HIV/AIDS di Indonesia. Semoga ada kesempatan untuk terlibat pada membangun sistem dan struktur serta menempatkan orang-orang tepat untuk bisa bersama-sama mengendalikan epidemi yang terkait dengan seksualitas ini.

Kematian telah menyapa orang-orang yang ada di hati. Menyebut nama dan bertemu membuat hatiku menjadi lebih hangat. Moment seperti ini membuat aku semakin serius memikirkan kematian. Menuruku kematian harus kita pikirkan dan bisa kita tentukan bagaimana caranya kita ke sana. Aku mau mati dengan bermartabat, indah, sukses dan tenang. Dari kematian aku atur langkah demi langkah hidupku sekarang. Selamat jalan Mas Slamet Riyadi Sabrawi. Semoga kau kembali pada-Nya dalam Damai. Aku yakin kau telah mengunyahnya dengan baik sehingga kau siap masuk penuh di dalamnya.

Sajak yang ditulis oleh Mas Slamet Riyadi Sabrawi.

Sajak Pejalan Malam

Kupindahkan tubuhku dari suatu malam
ke lorong kesenyapan. Dingin mengajak diam
Di ujung, sepotong cahaya dan segelintir suara
berencana

Mengangkatku ke suatu tempat. Berpadang datar,
berbutir pasir. Putih merintih getir.
Inikah Mahsyar yang kau janjikan? Tak ada teriakan
sangkakala. Hanya samar suara gemerincing
Scalpel mengadu pada gunting. “Aku lelah menjagai
kamar bedah.“

Kedua pengawal pun mencatat alamat singgah
Subuh tubuhku kutinggalkan dalam demam
Lamat-lamat kuingat tempat kuberangkat
Sebuah alamat di ruang penat.
Selamat datang pejalan malam
Tempatmu sudah dipersiapkan
Bimbang hilang.

Yogyakarta 2015

MENGENANG MAS SLAMET RIYADI SABRAWI.

SEMOGA KEMBALI PADANYA DALAM DAMAI.

MATI UNTUK HIDUP KEMBALI

Aku telah masuk ke dalam dunia orang mati
Melalui beribu-ribu orang yang terinfeksi HIV
Juga sekarang melalui kawan-kawan seperjalanan.

Perjalananku ini
Telah melucuti topeng dan tembok pertahananku
Memudahkanku datang dan meminta padaNya
Agar hidupku menjadi berguna sampai waktu terakhir.

Dari kematian aku hidup kembali
Persaingan, permusuhan dan konflik
Adalah ilusi yang membuat hidup kita terhenti
Juga kesombongan, rasa tidak aman, ketakutan, superioritas
Hanyalah mampu meciptakan topeng
Yang membuat manusia tidak bertemu dengan yang lain.

Melalui dunia orang mati
Aku menjadi tahu tentang kesia-siaan hidup
dan mengambil yang terbaik darinya
Yakni memberi cinta dan kepedulian
Yang memungkinkan terjadinya pertemuan
Yang membuat kita berproses menjadi.

14 Agustus 2016 (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.114.023 Since: 05.03.13 | 0.1707 sec