Agama & Masyarakat

Tradisi Grebeg Besar

Friday, 26 Agustus 2016 | View : 280

DEMAK-SBN.

Grebeg Besar dan Sejarah Kota Wali tak bisa disangkal lagi jika membuat orang Demak akan membanggakan dirinya sebagai warga Kota Wali. Catatan sejarah Kabupaten Demak memang tidak lepas dari perjuangan para wali (Walisongo) dalam kegiatan menyebarkan agama Islam pada abad XV, yaitu keberadaan Demak sebagai pusat kerajaan Islam (Kasultanan Bintoro) di Pulau Jawa dengan “masterpieces”nya adalah Sunan Kalijaga dan Sultan Fatah yang diakui merupakan tokoh-tokoh besar dan berpengaruh dalam lintas sejarah Kabupaten Demak.

Tidaklah mengherankan jika kemudian beragam acara ritual yang dimulai atau diperkenalkan oleh kedua tokoh tersebut masih berlangsung sampai saat ini dan menjadi semacam upacara ritual yang selalu dinantikan orang, tidak hanya oleh para warga kota wali sendiri tetapi juga dari luar daerah.

Pada masa Sunan Kalijaga menjadi penasihat spiritual Sultan Bintoro, khususnya pada masa emas kejayaan pemerintahan Sultan Fatah. Beliau antara lain menyelenggarakan Grebeg Besar sebagai media da’wah. Tradisi ini diselenggarakan tiap tanggal 10 Dzulhijjah bersama dengan datangnya peringatan Hari Raya Idul Adha (Qurban).

Hanya saja sebetulnya Grebeg Besar ini pada masa pertama kalinya mulai dilaksanakan di Demak, tidak hanya sekali setahun pada saat Idul Adha. Tetapi memang menurut catatan sejarahnya, semula tradisi Grebeg Besar ada empat, yaitu Grebeg Maulid, Grebeg Dal, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar.

Adapun sampai kini masih berlangsung di Demak adalah Grebeg Besar. Sementara di luar Grebeg besar yang kini masih dilestarikan adalah di kerajaan Solo, Yogyakarta, dan Cirebon.

Adapun Grebeg Besar sampai sekarang masih menjadi bagian dari tradisi bernilai jual (selling point) yang rutin diselenggarakan, tampaknya dipengaruhi oleh beberapa factor utama yaitu sosio-ekonomi-religi.

Tata Cara Perayaan Grebeg Besar

Diawali dengan saling bersilaturahmi antara pihak Kasepuhan Kadilangu dengan Bupati dan Wakil Bupati Demak, beserta jajaran Muspida Demak. Bupati Demak bersama rombongan bersilaturahmi ke Kasepuhan Kadilangu yang ditempatkan di Pendopo Noto Bratan Kadilangu Demak. Selanjutnya, sesepuh Kadilangu dan keluarga Kasepuhan bersilaturhmi ke Kabupaten Demak dan biasanya mereka diterima Bupati di ruang tamu Kadipaten Demak.

Setelah silaturahmi, Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Muspida Demak dan jajaran pemerintah Kabupaten Demak ziarah ke makam-makam leluhur Sultan Bintoro di kompleks Masjid Agung Demak, dan dilanjutkan ziarah ke makam Sunan Kalijaga. (Pendim 0716/Demak)

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
Selamat Jalan Mike Mohede
Rais Syuriah PB NU KH Mas Subadar Wafat
22 Acara Puncak Satu Abad Qudsiyyah
Kasdim 0716/Demak Hadiri Silaturahmi Bupati, Wakil Bupati Dengan Ulama & Tokoh Masyarakat
Kuatkan Nilai-nilai Aswaja, Iksab TBS Agendakan Silatnas
Dandim 0716/Demak Hadiri Open House Bupati
Marwah Band Semarakkan Halalbihalal UMK
Ibunda Nyai Hajjah Siti Fatmah Berpulang Ke Rahmatullah
Pelantikan PDM & PDA Kudus, Kuatkan Sinergitas Dengan AUM
Launching Rembug Warga NU Dengan Bedah Buku Masterpiece Islam Nusantara
Khosifah Nahkodai Aisyiyah Kudus
Ahmad Hilal Majdi Kembali Pimpin PDM Kudus
Pembukaan Musyda Muhammadiyah Dan Aisyiyah Kudus Periode Muktamar Ke-47
Tektek Kampling
Shalat Gerhana Matahari Ajarkan Kesyukuran Dalam Hidup
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.161.902 Since: 05.03.13 | 2.3513 sec