Hukum

Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda

Tuesday, 16 Agustus 2016 | View : 207

SURABAYA-SBN.

Saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memperpanjang masa penahanan Ketua Umum PSSI yang juga adalah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, para pengacara La Nyalla Mahmud Mattalitti mengabarkan bahwa La Nyalla Mahmud Mattalitti sakit.

“Kuasa hukumnya memberitahu ke kami bahwa La Nyalla kondisinya sakit. Namun kami sarankan agar kuasa hukumnya melaporkan hal itu ke dokter Rutan Salemba cabang Kejagung,” beber Didik Farkhan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, saat ditemui diruang kerjanya, Jl. Raya Sukomanunggal Jaya No.1, Kecamatan Suko Manunggal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Saat ditanya perihal La Nyalla Mahmud Mattalitti sakit apa, Didik Farkhan mengaku belum bisa memastikannya. Hanya saja Didik Farkhan enggan langsung mempercayai kabar tersebut begitu saja, hingga akhirnya dirinya menyarankan agar kuasa hukumnya berkordinasi dengan dokter rutan,” ungkapnya.

“Atas dasar kabar tersebut, kami juga memutuskan untuk menunda pelimpahan berkas perkara La Nyalla ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat,” terangnya.

Seperti diketahui, La Nyalla Mahmud Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham perdana/Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2012 lalu. Selama ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla Mahmud Mattalitti kabur ke Singapura, hingga akhirnya tertangkap dan dideportasi ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya (PP Surabaya) yang juga pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti, Bajo Suherman menyatakan bahwa Kejaksaan telah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia). “Seharusnya bapak La Nyalla segera dibebaskan dari tahanan karena sakit. Orang sakit kok ditahan, itu tidak berperikemanusiaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya itu menyatakan bahwa selain melanggar HAM, Kejaksaan juga tidak menghormati lembaga tinggi negara, yakni Mahkamah Agung (MA). “Sudah tahu bahwa bapak La Nyalla itu keponakan Ketua MA, harusnya segera dibebaskan. Apalagi bapak Hatta Ali Ketua MA sudah pernah menyatakan di media, bahwa bapak La Nyalla adalah keponakan beliau. Bahkan Ketua MA menyatakan bahwa bapak La Nyalla merupakan keponakan langsung dari beliau,” ketus dia.

“Dan juga, berdasar keterangan para pengacara bapak La Nyalla pada media, bahwa selama diperiksa oleh kejaksaan bapak La Nyalla bungkam dan  sama sekali tidak mau menjawab serta tidak mau memberi keterangan, kecuali pertanyaan tentang identitas dirinya,” tambahnya.

“Meski ada alat bukti maupun keterangan dari para saksi, tetapi karena tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla sebagai tersangka, maka pengusutan harus dihentikan dan kasus dinyatakan selesai,” jelas pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti, Bajo Suherman.

“Berdasar itu semua, maka bapak La Nyalla Mattalitti harus segera dibebaskan. Percuma saja kejaksaan nekat mengusut kasus itu dan membawanya ke persidangan di Pengadilan Tipikor. Karena pasti akan dikalahkan oleh hakim yang pasti kompak menjaga kehormatan Ketua MA sebagai pimpinan tertinggi lembaga peradilan. Apalagi dalam kasus itu sama sekali tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla. Maka sikap Kejaksaan yang membawa kasus ini ke pengadilan tipikor adalah langkah yang cacat hukum,” pungkasnya. (jarak/bt)

See Also

Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.955.511 Since: 05.03.13 | 0.1717 sec