Hukum

Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda

Tuesday, 16 Agustus 2016 | View : 390

SURABAYA-SBN.

Saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memperpanjang masa penahanan Ketua Umum PSSI yang juga adalah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, para pengacara La Nyalla Mahmud Mattalitti mengabarkan bahwa La Nyalla Mahmud Mattalitti sakit.

“Kuasa hukumnya memberitahu ke kami bahwa La Nyalla kondisinya sakit. Namun kami sarankan agar kuasa hukumnya melaporkan hal itu ke dokter Rutan Salemba cabang Kejagung,” beber Didik Farkhan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, saat ditemui diruang kerjanya, Jl. Raya Sukomanunggal Jaya No.1, Kecamatan Suko Manunggal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Saat ditanya perihal La Nyalla Mahmud Mattalitti sakit apa, Didik Farkhan mengaku belum bisa memastikannya. Hanya saja Didik Farkhan enggan langsung mempercayai kabar tersebut begitu saja, hingga akhirnya dirinya menyarankan agar kuasa hukumnya berkordinasi dengan dokter rutan,” ungkapnya.

“Atas dasar kabar tersebut, kami juga memutuskan untuk menunda pelimpahan berkas perkara La Nyalla ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat,” terangnya.

Seperti diketahui, La Nyalla Mahmud Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham perdana/Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2012 lalu. Selama ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla Mahmud Mattalitti kabur ke Singapura, hingga akhirnya tertangkap dan dideportasi ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya (PP Surabaya) yang juga pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti, Bajo Suherman menyatakan bahwa Kejaksaan telah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia). “Seharusnya bapak La Nyalla segera dibebaskan dari tahanan karena sakit. Orang sakit kok ditahan, itu tidak berperikemanusiaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya itu menyatakan bahwa selain melanggar HAM, Kejaksaan juga tidak menghormati lembaga tinggi negara, yakni Mahkamah Agung (MA). “Sudah tahu bahwa bapak La Nyalla itu keponakan Ketua MA, harusnya segera dibebaskan. Apalagi bapak Hatta Ali Ketua MA sudah pernah menyatakan di media, bahwa bapak La Nyalla adalah keponakan beliau. Bahkan Ketua MA menyatakan bahwa bapak La Nyalla merupakan keponakan langsung dari beliau,” ketus dia.

“Dan juga, berdasar keterangan para pengacara bapak La Nyalla pada media, bahwa selama diperiksa oleh kejaksaan bapak La Nyalla bungkam dan  sama sekali tidak mau menjawab serta tidak mau memberi keterangan, kecuali pertanyaan tentang identitas dirinya,” tambahnya.

“Meski ada alat bukti maupun keterangan dari para saksi, tetapi karena tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla sebagai tersangka, maka pengusutan harus dihentikan dan kasus dinyatakan selesai,” jelas pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti, Bajo Suherman.

“Berdasar itu semua, maka bapak La Nyalla Mattalitti harus segera dibebaskan. Percuma saja kejaksaan nekat mengusut kasus itu dan membawanya ke persidangan di Pengadilan Tipikor. Karena pasti akan dikalahkan oleh hakim yang pasti kompak menjaga kehormatan Ketua MA sebagai pimpinan tertinggi lembaga peradilan. Apalagi dalam kasus itu sama sekali tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla. Maka sikap Kejaksaan yang membawa kasus ini ke pengadilan tipikor adalah langkah yang cacat hukum,” pungkasnya. (jarak/bt)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.443.582 Since: 05.03.13 | 0.5029 sec