Hukum

Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda

Tuesday, 16 Agustus 2016 | View : 461

SURABAYA-SBN.

Saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memperpanjang masa penahanan Ketua Umum PSSI yang juga adalah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, para pengacara La Nyalla Mahmud Mattalitti mengabarkan bahwa La Nyalla Mahmud Mattalitti sakit.

“Kuasa hukumnya memberitahu ke kami bahwa La Nyalla kondisinya sakit. Namun kami sarankan agar kuasa hukumnya melaporkan hal itu ke dokter Rutan Salemba cabang Kejagung,” beber Didik Farkhan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, saat ditemui diruang kerjanya, Jl. Raya Sukomanunggal Jaya No.1, Kecamatan Suko Manunggal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Saat ditanya perihal La Nyalla Mahmud Mattalitti sakit apa, Didik Farkhan mengaku belum bisa memastikannya. Hanya saja Didik Farkhan enggan langsung mempercayai kabar tersebut begitu saja, hingga akhirnya dirinya menyarankan agar kuasa hukumnya berkordinasi dengan dokter rutan,” ungkapnya.

“Atas dasar kabar tersebut, kami juga memutuskan untuk menunda pelimpahan berkas perkara La Nyalla ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat,” terangnya.

Seperti diketahui, La Nyalla Mahmud Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham perdana/Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2012 lalu. Selama ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla Mahmud Mattalitti kabur ke Singapura, hingga akhirnya tertangkap dan dideportasi ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya (PP Surabaya) yang juga pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti, Bajo Suherman menyatakan bahwa Kejaksaan telah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia). “Seharusnya bapak La Nyalla segera dibebaskan dari tahanan karena sakit. Orang sakit kok ditahan, itu tidak berperikemanusiaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya itu menyatakan bahwa selain melanggar HAM, Kejaksaan juga tidak menghormati lembaga tinggi negara, yakni Mahkamah Agung (MA). “Sudah tahu bahwa bapak La Nyalla itu keponakan Ketua MA, harusnya segera dibebaskan. Apalagi bapak Hatta Ali Ketua MA sudah pernah menyatakan di media, bahwa bapak La Nyalla adalah keponakan beliau. Bahkan Ketua MA menyatakan bahwa bapak La Nyalla merupakan keponakan langsung dari beliau,” ketus dia.

“Dan juga, berdasar keterangan para pengacara bapak La Nyalla pada media, bahwa selama diperiksa oleh kejaksaan bapak La Nyalla bungkam dan  sama sekali tidak mau menjawab serta tidak mau memberi keterangan, kecuali pertanyaan tentang identitas dirinya,” tambahnya.

“Meski ada alat bukti maupun keterangan dari para saksi, tetapi karena tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla sebagai tersangka, maka pengusutan harus dihentikan dan kasus dinyatakan selesai,” jelas pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti, Bajo Suherman.

“Berdasar itu semua, maka bapak La Nyalla Mattalitti harus segera dibebaskan. Percuma saja kejaksaan nekat mengusut kasus itu dan membawanya ke persidangan di Pengadilan Tipikor. Karena pasti akan dikalahkan oleh hakim yang pasti kompak menjaga kehormatan Ketua MA sebagai pimpinan tertinggi lembaga peradilan. Apalagi dalam kasus itu sama sekali tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla. Maka sikap Kejaksaan yang membawa kasus ini ke pengadilan tipikor adalah langkah yang cacat hukum,” pungkasnya. (jarak/bt)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.276.219 Since: 05.03.13 | 0.1789 sec