Hukum

Kepala SKK Migas Non Aktif Belum Penuhi Syarat Justice Collaborator

Tuesday, 20 Agustus 2013 | View : 705

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R), yang tertangkap basah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menerima gratifikasi di kediaman rumah dinasnya, Jalan Brawijaya VIII No.30, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam (13/8/2013) belum memenuhi syarat sebagai Justice Collaborator atau pelaku yang bekerja sama dalam mengungkap suatu kasus. Adapun syarat menjadi Justice Collaborator adalah dia bukan pelaku utama serta bersedia bekerja sama dengan penyidik KPK untuk membeberkan semua informasi yang berkaitan dengan kasusnya.

“Indikasinya sederhana, berikanlah keterangan yang secara kualitatif bisa membongkar kasus ini dan dia akan mendapat claimentcy sehingga jaksa menuntut yang paling minimal," papar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Jumat (16/8/2013), usai pemeriksaan lanjutan tersangka R. “Dari pemeriksaan terhadap R. diharapkan muncul informasi-informasi penting yang dapat membuka kasus ini secara terang-benderang,” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto malah mengungkapkan, ada sesuatu yang masih disembunyikan oleh R. dan yang bersangkutan belum sepenuhnya membuka diri. “Bahwa misalnya ketika ditangkap dia menunjukkan tasnya itu berarti kerja sama tetapi terhadap semua proses itu belum dibuka, di mana saja pertemuannya. Hal itu yang belum terungkap semua,” tukas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Karena itu, sambung Bambang Widjojanto , KPK terus mendalami motif penyuapan terkait kegiatan di hulu migas di lingkungan SKK Migas. Upaya ini dilakukan dengan memeriksa mantan Kepala SKK Migas sekaligus tersangka kasus ini, R.

Dalam kasus suap Kepala SKK Migas, KPK telah menetapkan Kepala SKK Migas non aktif, R., sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerima suap terkait kewenangan lembaganya bersama dua orang lainnya, yakni seorang pelatih golf bernama Deviardi alias Ardi dan salah satu pemilik dari PT. Kernel Oil Private Limited, SGT. R. ditangkap dengan sangkaan menerima suap sejumlah uang sebesar US$ 400.000 dari SGT, petinggi perusahaan Kernel Oil Private Limited melalui Deviardi alias Ardi, pelatih golf R. terkait pengelolaan kegiatan hulu migas di lingkungan SKK Migas. Tapi, diduga pemberian yang diterima R lebih dari US$ 400.000. Sebab, ditemukan kembali uang sejumlah US$ 90.000 dan SIN$ 127.000 di rumah dinasnya R. yang diduga juga pemberian dari SGT.

KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Hasilnya, jadi ditemukan uang total US$ 490 ribu dan SIN$ 127 ribu dari kediaman R. Sedangkan, uang sebesar US$ 200 ribu juga ditemukan di kediaman Ardi. Uang tersebut diduga terkait dengan kewenangan R. sebagai Kepala SKK Migas. Mengingat, SGT adalah petinggi Kernel Oil Private Limited, perusahaan minyak yang berniat merambah ke dunia bisnis di Indonesia.

Tim penyidik KPK juga telah menggeledah kantor Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM di Jalan Medan Merdeka dan kantor PT. Kernel Oil Private Limited (KOPL) di Gedung SCBD. Hasilnya, tim penyidik KPK berhasil menyita uang sebesar US$ 200.000 dari ruang kerja Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karyo, serta uang US$ 320.100 dan kepingan emas 180 gram milik R. yang disimpan dalam deposit box di Bank Mandiri.

Tim penyidik KPK mendalami penemuan dana sebesar US$ 200.000 di ruangan Sekjen Kementerian ESDM. Sedangkan tersangka dugaan suap SKK Migas, R. selama pemeriksaan masih tertutup. “Penyidik sedang menelusuri dari mana asal uang itu, apakah ada pihak lain atau tidak,” jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/8/2013). “Pada bagian lain, R. masih tertutup soal kasus yang menjeratnya,” terang Johan Budi Sapto Prabowo. “Yang bersangkutan masih tertutup dalam konteks tindak pidana,” ucap Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

“KPK sesungguhnya tidak mengejar pengakuan tersangka soal kasus yang menjeratnya. Dengan sikap tertutup itu, beban tuduhan perkara hanya akan berhenti pada R,” ketus Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo. “Kami imbau R. bisa jelaskan apa adanya dan bisa memberikan info terkait kasus ini. Apalagi, ada pihak lain yang terlibat,” tandas Johan Budi Sapto Prabowo. 

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto membeberkan bahwa dari dugaan sementara, modus penyuapan terhadap R berkaitan dengan sebuah proses tender yang dilakukan SKK Migas dan melibatkan perusahaan Kernel Oil Private Limited. Namun, Bambang Widjojanto enggan menjelaskan secara rinci terkait nama tender yang dimaksud. "Anda lacak yang namanya KOPL berapa kali dia ikut menjadi tender sebagai trader ketika pengadaan tahun yang lalu. Bisa seperti begitu cuma kita kan tidak bisa menjelaskan seperti itu," pungkas Bambang Widjojanto. Lebih lanjut, Bambang Widjojanto juga menegaskan bahwa pihaknya belum akan berhenti pada penetapan R. dan dua orang lainnya sebagai tersangka. Jika ditemukan dua alat bukti yang cukup, bukan tidak mungkin KPK menetapkan tersangka baru. (ant/kj)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.581 Since: 05.03.13 | 0.4385 sec