Olah Raga

Eko Yuli Irawan Raih Perak Kedua Bagi Indonesia

Wednesday, 10 Agustus 2016 | View : 569
RIO DE JANEIRO-SBN.

Pengurus provinsi Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalimantan Timur mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai oleh lifter Indonesia Eko Yuli Irawan dengan meraih medali perak Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro, Brasil.

Sekretaris pengprov PABBSI Kaltim, Sugeng Mochdar yang dihubungi dari Samarinda, Selasa (9/8/2016), mengatakan meski saat ini Eko Yuli Irawan sudah hijrah ke Jawa Timur, namun Eko Yuli Irawan pernah menjadi bagian tim Kaltim dan saat ini telah membawa harum nama Bangsa Indonesia di kancah Olimpiade.
"Tentunya kami bangga karena sebelumnya Eko merupakan atlet Kaltim, dan telah membawa prestasi angkat besi Indonesia di kancah dunia," kata Sugeng Mochdar.
Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 62 kg, meraih perak kedua untuk tim Indonesia, setelah sebelumnya perak diraih oleh lifter putri Indonesia di kelas 48 kg.
Lifter kelahiran Lampung tersebut harus puas menduduki juara kedua dengan catatan angkatan total 312 kilogram, hasil dari snatch 142 kg dan clean and jerk 170 kg.
Menurut Sugeng Mochdar, saat Olimpiade London 2012, Eko Yuli Irawan juga telah menyumbangkan medali perunggu untuk timnas, dan saat itu Eko Yuli Irawan masih berstatus sebagai atlet Kaltim.
"Makanya pada saat pon 2012, dia (Eko) masih berseragam Kaltim dan turut menyumbangkan medali emas untuk tim Kaltim," jelasnya.
Dia mengatakan Kaltim masih punya lifter yang menjadi wakil Indonesia yakni Triyatno, dan saat ini lifter yang berprofesi sebagai PNS Dispora Kaltim tersebut masih belum menjalani pertandingan.
Menurut Sugeng Mochdar, Triyatno yang meraih perak pada Olimpiade London, 2012, akan menjalani pertandingan pada, Rabu (10/8/2016).
"Tentunya kami juga akan mendoakan Triyatno untuk bisa mengikuti rekan-rekanya meraih medali, syukur-syukur bisa meraih medali emas," ujarnya.
Akhirnya, atlet angkat besi Indonesia Triyatno gagal mempertahankan medali perak yang dia dapat di Olimpiade London 2012 dalam pertandingan angkat besi kelas 69 kg putra di kompleks Riocentro.
Atlet kelahiran Lampung 20 Desember 1987 itu mencatatkan angkatan total 317 kg di Riocentro.
Atlet Indonesia lain yang tampil di kelas 69 kg putra, I Ketut Ariana, juga tak berhasil meraih medali Olimpiade.
Atlet China Shi Zhiyong meraih medali emas di kelas ini dengan angkatan total 352 kg, sedang medali peraknya dibawa pulang Ismayilov Daniyar dari Turki dengan angkatan total 351 kg, dan Izzat Artykov dari Kyrgizstan meraih perunggu dengan angkatan total 339 kg.
Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) memberikan apresiasi kepada Triyatno yang telah berjuang dalam pertandingan kelas 69 kg putra Olimpiade 2016 meski akhirnya gagal.
Triyatno pun tak berhasil mempertahankan medali perak yang pernah diraihnya pada Olimpiade 2012.
"Kami memang sudah memperkirakan peluangnya di nomor ini, melihat lawan-lawannya yang berat. Saya hanya memberi semangat agar dia berjuang semaksimal mungkin dan Triyatno sudah melakukannya," kata Ketua Umum PB PABBSI Rosan P. Roeslani setelah menyaksikan penampilan Triyatno di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (9/8/2016) malam atau Rabu (10/8/2016) WIB.
Rosan P. Roeslani memaklumi beratnya peluang Triyatno, apalagi di kelas ini persaingan cukup ketat terutama dari lifter-lifter China dan negara-negara bekas Uni Soviet.
"Makin tinggi kelasnya, makin berat persaingan bagi Indonesia. Secara postur fisik saja sudah terlihat kita kalah," kata Rosan P. Roeslani yang ikut mendampingi para lifter Indonesia selama berada di Brasil.
Ia yakin nantinya di kelas 69 kg ini akan ada lifter lainnya yang bisa menyamai prestasi puncak seperti yang pernah dicatat Triyatno di Olimpiade London 2012.
"Kaderisasi akan terus berjalan untuk Olimpiade berikutnya yang masih empat tahun lagi. Lifter-lifter kita juga perlu diperkuat secara teknik dan mental," ujar Rosan P. Roeslani yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) itu.
Menurut Rosan P. Roeslani, hal yang juga penting diperhatikan adalah nutrisi para atlet. Selain pelatih, katanya, para atlet juga harus mengerti soal nutrisi ini sehingga mereka dapat tetap menjaga perfomanya.
Dari cabang angkat besi, Indonesia sudah mengantongi dua medali perak Olimpiade ke-31, yang diraih Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg putra dan Sri Wahyuni di kelas 48 kg putri.
Cabang angkat besi pada Olimpiade 2016 ini telah meraih dua medali perak yakni melalui Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg putra, dan Sri Wahyuni ke kelas 48 kg putri. Pencapaian angkat besi di Rio de Janeiro ini merupakan yang terbaik dibanding pada Olimpiade sebelumnya. (ant)

See Also

Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
Jaga Kebugaran Tubuh, Persit Kodim 0721/Blora Gelar Senam Aerobic
Owi/Butet Selamatkan Muka Indonesia Dengan Raih Emas Olimpiade Rio 2016
Posisi Rio Haryanto Di Manor Racing Digantikan Esteban Ocon
Michael Phelps Sabet Emas Ke-21
Mahasiswi Universitas Bhayangkara Sri Wahyuni Rebut Medali Perak Olimpiade
Victoria Fyodorovna Azarenka Umumkan Dirinya Sedang Hamil
Setelah Lebaran Kodim 0716/Demak Gelar Latihan Yongmoodo
Portugal Lolos Ke Final Setelah Tundukkan Wales 2-0
Prancis Ke Semi Final Setelah Kalahkan Islandia 5-2
Jerman Menang Adu Penalti Atas Italia 6-5
Piala Eropa 2016, Wales-Belgia 3-1
Zinedine Zidane Tak Yakin Bertahan Di Real Madrid
Nico Rosberg Juara GP F1 Rusia
Valentino Rossi Juara MotoGP Spanyol
Mahasiswa UMK Raih Perunggu Di Kejuaraan Internasional PSHT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.161.816 Since: 05.03.13 | 0.1613 sec