Redaksi

Cengkeh Dan Petani Berdaya

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Monday, 08 Agustus 2016 | View : 298

SBN.

Kekayaan keluarga Handoko Wibowo dihancurkan oleh Badan Penyanggah Pemasaran Cengkeh (BPPC). Kebun cengkeh papanya tidak bisa dioperasionalkan semenjak Badan Penyanggah Pemasaran Cengkeh (BPPC) berkuasa. Langsung hidup Handoko Wibowo dan keluarga berubah total.

Betapa dia dan keluarga berjuang keras untuk bisa keluar dari situasi terpurung ini, ceritanya nancep kuat di kepala saya. Lalu saya membayangkan situasi yang dihadapi Pak Budi Dharmawan yang juga menjadi pengusaha cengkeh dan harus menghadapi kebangkrutan karena BPPC.

Handoko Wibowo tidak berjuang membangkitkan kembali perkebunan milik keluarganya namun dia kemudian menemukan resonasinya yakni membantu petani. Pada awalnya dia berjuang melalui praktek sebagai pengacara lalu dia melakukan kerja pengorganisasian. Kerja kerasnya melakukan pembelaan petani berbuahkan penghargaan bergengsi yakni Yap Thiam Hien Award.

Lain halnya dengan Pak Budi Dharmawan. Dia mempertahankan kebunnya dengan tiarap terlebih dulu ketika situasi tidak memungkinkan. Ketika penindasnya telah hilang lalu dia membangkitkan kembali kebun cengkehnya dan terinspirasi untuk mengembangkan kebun buah. Yang kemudian menginspirasi untuk memberdayakan petani.

Upaya memberdayakan petani telah dilakukan selama 12 tahun dan sekarang berproses terus. Saya berharap juga Pak Budi Dharmawan bisa berakhir dengan diterima dan dilaksanakan pemikirannya secara nasional tentang memberdayakan petani yang mewujudkan petani-petani berdaya dengan memiliki harga diri sebagai manusia merdeka.

Petani berdaya adalah passion yang dimiliki oleh Pak Budi Dharmawan dan Handoko Wibowo. Satunya bergerak melalui mekanisme entrepreneur (privat maupun sosial) dan satunya melalui mekanisme pengorganisasian dan gerakan dari bawah. Saya berharap keduanya bisa bertemu karena misinya sama.

Kapitalis berjiwa nasionalis Indonesia memungkinkan pertemuan itu. Saya berdoa semoga Indonesia mendapat rachmat dariNya sehingga potensi terbesarnya di bidang pertanian bisa diwujukan kita bersama. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.831 Since: 05.03.13 | 0.2208 sec