Hukum

Keluarga Hilang Kontak Dengan Mahasiswa FK Unair Terduga ISIS

Wednesday, 10 Agustus 2016 | View : 9326

TRENGGALEK-SBN.

Keluarga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang diduga bergabung organisasi radikal kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), Zefrizal Nanda Mardani, di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengaku hilang kontak dengan bungsu dua bersaudara tersebut semenjak hijrah ke Pakistan pada 2015.

"Kami sudah tidak berkomunikasi lagi semenjak ananda Zefrizal pamit pergi ke negara asal keluarga besar istrinya di Pakistan, sekitar pertengahan 2015," kata Radan (50), ayahanda Zefrizal Nanda Mardani di Dukuh Jarakan, Kelurahan Karangsuko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (9/8/2016).

Ia mengaku selama ini tidak ada upaya berkomunikasi dengan putra bungsunya tersebut karena dianggap sudah dewasa dan berumah tangga.

Radan mengaku selama ini hanya bisa mendoakan keselamatan dan kemudahan bagi putranya Zefrizal Nanda Mardani dalam beradaptasi dan melanjutkan studi di negara asal sang istri di Pakistan.

"Kami tidak ingin memikirkan masalah itu dulu. Kami ingin fokus pada tanggung jawab dan kesibukan kami mendidik anak-anak sekolah ini supaya menjadi pintar, serta persiapan menunaikan ibadah suci haji tahun depan (2016)," kata Radan.

Radan yang berprofesi sebagai guru Matematika di SMP Negeri 4 Trenggalek mengaku hanya pasrah dengan kabar berita yang menyebut anaknya telah bergabung organisasi Islam radikal, kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), dan beberapa kali dicari tim Detasemen Khusus (Densus) 88 AntiTeror (AT).

Radan mengaku yakin anaknya tidak terlibat ataupun bergabung organisasi radikal kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

"Saya yakin anak saya tidak semudah itu terbawa pengaruh (ISIS). Saya mengenal betul watak pribadinya dan dia cukup cerdas untuk memilih mana yang baik mana yang tidak," ketus Radan.

Zefrizal Nanda Mardani adalah mahasiswa FK Unair asal Trenggalek yang memiliki sederet prestasi akademis bidang Astronomi dan Matematika.

Tertinggi, prestasi pemuda kelahiran 30 Desember 1993 itu tercatat pernah menyabet medali emas Olimpiade Astronomi di Crimea, Ukraina pada 2007 saat masih duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 1 Trenggalek.

Ia kembali meraih medali emas Olimpiade Matematika tingkat nasional pada 2010 saat duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 1 Trenggalek.

Dari histori akademik mahasiswa di fakultas kedokteran, menurut keterangan Kepala Bagian Akademik FK Unair Dr. dr. Gadis Meinar Sari, Zefrizal Nanda Mardani termasuk jenius dan cerdas. 

Pada awal masuk kuliah, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Zefrizal Nanda Mardani mencapai 3,58 dan IPK di atas 3,00 itu bertahan hingga dua tahun pertama.

Namun, memasuki tahun ketiga pada semester ganjil, IPK-nya hanya 2,96.

"Terakhir pada semester genap 2014/2015, IPK-nya 2,2 dan tidak ada lagi kabar kuliahnya hingga akhirnya dicari-cari oleh pihak Densus 88," beber Dr. dr. Gadis Meinar Sari.

Zefrizal Nanda Mardani yang tidak diketahui rimbanya kini terancam sanksi DO (Drop Out) dari kampus FK Unair, karena sudah dua semester berturut-turut tidak aktif kuliah dan membayar biaya studi.

"Kami sudah melapor, tapi belum ada keputusan universitas, jadi Zefrizal memang sedang proses DO, karena kami sudah mengusulkan, namun keputusan resminya masih menunggu surat dari Rektor. Itu prosedurnya," pungkasnya. (ant/jos)

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.962.323 Since: 05.03.13 | 0.1836 sec