Opini

Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Sunday, 31 Juli 2016 | View : 195

SBN.

Aku menjalani hidup begitu serius sejak kecil. Terus mengejar pengetahuan dan ketrampilan hingga sekarang. Karena itu begitu banyak ketrampilan yang aku miliki. Bahkan aku telah mampu meciptakan metode healing yang praktis. Namun aku tidak pernah bertepuk dada memamerkan ketrampilanku. Barangkali karena inilah sehingga tidak dikenali keahlian khusus yang aku miliki.

Ada 3 isu yang aku suka dan kembangkan terus. Terkait dengan ilmu maka metode etnografi dan life history ini yang paling aku suka. Aku suka berada bersama orang dan komunitas untuk jadi pengamat untuk waktu yang lama. Terus terang aku tidak terlalu suka dengan psiko tes. Selain aku mempelajari dengan tekun dulu dan tahu bagaimana psiko tes itu dibuat, juga aku sebenarnya telah jadi korban konyol. Karena itu aku lebih senang mengenal orang melalui pengamatan panjang dan dialog. Termasuk aku mempelajari budaya yang membentuk identitas dan kepribadian seseorang. Itu hadiah terbaik, aku kuliah jurusan Sosiologi antropologi Universitas Airlangga. Aku belajar etnografi dari pakarnya seperti Pak Dede Oetomo dan Prof. Michael Eric Dyson.

Dari studi feminis/gender aku belajar life history. Pengalaman bisa dihitung sebagai data. Ini hasil perjuangan berdarah-darah dari perempuan-perempuan hebat di dunia. Aku belajar metode ini sungguh-sunguh untuk thesis S-2. Pembimbingku adalah Prof. Dr. Dra. Emy Susanti, M.A. yang aku kagumi kepintarannya. Dia seorang peneliti yang tekun. Aku mengerti kekuatan dan kelemahan metode life history. Tidak mudah menggunakan metode ini untuk urusan ilmiah. Metode baru dan kalau tidak hati-hati bisa terjebak pada banyak hal. Sebelumnya metode ini dipakai oleh jurnalis dan sastra. Ilmu yang memulai barangkali antropologi.

Aku suka sekali kisah dan belajar dari kisah-kisah. Karena itu aku paling suka menulis kisah. Akhirnya Aku boleh bangga dengan kemampuan menemukan diksi yang kuat yang muncul dari latihan begitu lama. Aku suka kisah yang ditulis orang lain maupun menulis kisah dalam ruang ilmiah, sastra maupun jurnalistik. Bahkan agama atau spiritual menggunakan kisah untuk mentransformasi orang. Metode ini terus dipakai oleh rohaniwan. Yang tekun menggunakan metode ini adalah almarhum Romo Anthony de Mello dari India. Semua bukunya aku punya dan baca semua. Memang kisah memiliki energi untuk mentransformasi orang.

Lalu soal ketrampilan melihat kenyataan apa adanya aku latih dari remaja. Tekanan yang luar biasa dari luar atas sikap, pilihan dan tindakanku membuat aku membangun prinsip untuk menyaring mana yang benar dan yang tidak benar. Dulu begitu banyak konflik batin dalam melihat kebenaran sesungguhnya. Dilahirkan dalam nilai primordial yang begitu kuat sebagai tionghoa totok. Lalu aku menghadapi kata-kata yang menyerang ketionghoaan totokku. Tidak hanya dari orang non tionghoa. Bahkan dari teman tionghoapun sepertinya menjadi tionghoa totok adalah sebuah kesalahan.

Yang paling menjengkelkanku dulu adalah serangan terhadap kerakusan orang China yang diwakili oleh Sudono Salim (Liem Sioe Liong) dan kawan-kawan. Di mana mereka berhasil menguasai perekonomian Indonesia. Serangan media massa terhadap mereka serasa menyerang diriku sebagai orang China. Karena China disebut-sebut bersama nama mereka. Aku tidak mengerti, apa salahku sehingga aku harus ikut disalahkan. Padahal aku berusaha keras menjadi manusia baik termasuk menjadi perempuan baik. Lalu aku takut menjadi kaya. Begitu alergi masuk ke dunia bisnis. Padahal aku memiliki jiwa entrepreneur dari keluarga. Sekarang aku lagi memulihkan diri.

Lebih kesal lagi, dapat minum segelas saja tidak dari mereka. Mengapa harus ikut menanggung penghinaan yang tidak sepantasnya aku pikul. Masih banyak lagi isu lain yang membuat aku merasa disudutkan tetapi aku merasa tidak berbuat salah sama sekali.

Alasan inilah mengapa aku begitu membela Hak Asasi Manusia (HAM) dan proses individuasi manusia. Manusia hanya bertanggung jawab terhadap perbuatannya bukan perbuatan manusia lain yang tidak ada hubungan sama sekali. Kebingungan ini aku selesaikan dengan belajar melihat kenyataan apa adanya. Sejak remaja aku melatih diri melihat kebenaran atau fakta apa adanya. Termasuk aku berani mengoreksi kesalahan yang aku lakukan. Ini latihan yang sungguh tidak mudah. Apalagi pada latihan awal. Ampun beratnya.

Ketrampilan itu ternyata begitu berguna. Melihat kenyataan, kebenaran apa adanya dan menghilangkan bias yang ada dalam diri. Dengan bekal 3 ketrampilan yang aku miliki yakni metode etnografi, menulis life history dan melihat fakta apa adanya membuat aku bisa jadi penulis riwayat hidup orang yang aku pilih. Sekarang aku menulis riwayat hidup Pak Budi Dharmawan, pengusaha petani yang membela petani. Menulis riwayat hidup orang yang tepat, sungguh memberi kebahagiaan. Kemandirian, obyektifitas, kebebasan dan merangkai kata sama sekali tidak memberi tekanan yang menyengsarakan. Kalau tekanan deadline sama sekali tidak mengganggu. Saatnya aku bahagia, bebas dan bisa melihat keindahan orang. (esh)

See Also

Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
Perempuan Jangan Tanggung Meraih Prestasi: Dobraklah
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.835.878 Since: 05.03.13 | 0.2184 sec