Opini

Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 27 Juli 2016 | View : 259

SBN.

Aku diundang Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menghadiri dinner di Balai Kota Surabaya, Jl. Walikota Mustajab, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan peserta UN Habitat pada hari Senin tanggal 25 Juli 2016 malam.

Saya dituntun duduk di meja terdepan, menghadap okestra musik. Panggung begitu luas. Saya duduk di kiri panggung. Saya sendiri di meja bulat yang ditata mewah. Untung saja sendiri sehingga bisa minum lebih dari satu gelas dan separuh buah-buahan yang ada, saya makan untuk buka puasa.

Saya merasa terkurung sendirian sekaligus merasa bebas. Hadirnya orang lain untuk bercakap menjadi nampak artinya. Sendiri itu butuh energi untuk berada. Angin semilir dengan banyak pertunjuan kesenian yang dikemas apik menghilangkan perasaan sendiri.

Hanya 4 orang yang saya kenal. Itupun ketika saya beranjak dari meja untuk mencari makanan khas Surabaya dan Indonesia. Pertama ketemu Mbak Diyan. Lalu ketemu Martha teman wartawan dulu. Ketiga ketemu Vinsencius Awey, anggota DPRD Surabaya dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Yang terakhir adalah wartawan Nova, Mas Gandhi Wasono. Saya diambilkan minum oleh Mas Gandhi Wasono dan kami ngobrol sebentar.

Ketika hati saya was-was untuk bisa sampai ke mobil yang akan mengantar saya pulang karena pengamanan dan ramainya orang. Dalam perjalanan ke luar dari gerbang Balai Kota, saya dipanggil. Saya mendapat bingkisan besar. Sungguh saya terkejut mendapat bingkisan tersebut. Besar dan kemasannya cantik.

Ketika saya buka di rumah ternyata isinya adalah simbol kota Surabaya dari kaca bening yang diberi lampu (sungguh aku suka hadiah ini), tas dari enceng gondok dan syal dengan lukisan kupu-kupu.

Selama ini saya yang melayani warga terpinggirkan kota Surabaya (dua puluh tahun lebih) dan baru ini saya diperlakukan dengan terhormat (duduk di depan, makan makanan enak dan souvenir yang apik). Terima kasih. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.792 Since: 05.03.13 | 0.432 sec