Opini

Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 20 Juli 2016 | View : 363

DENPASAR-SBN.

Siapa saja yang menempuh jalan spiritualitas terutama dari tradisi Hindu, Buddha dan sealiran serta Sufi memiliki tradisi kuat dengan peran guru. Ada berbagai nama yang digunakan tetapi intinya adalah seseorang yang membimbing. Saya menggunakan metode yang dipakai oleh semua itu, dengan konten Kristen Protestan.

Harus saya akui kalau Kristen Protestan ini miskin tradisi laku (tidak ada puasa dan semacamnya). Memang ajaran yang tidak salah karena bertitik tolak pada pembebasan yang gratis untuk mendapatkan inner power. Sayangnya banyak sekali orang yang terjebak pada arus materialisme, hedonisme dan sebangsanya sehingga inner power yang menjadi spiritualitas utama tidak terealisir dalam banyak pengikutnya. Banyak yang menjalankan laku untuk hidup baru, itupun menempuh jalan pikiran/mind. Ini yang saya tempuh lama sekali dan hasilnya membuat “menderita”. Ego tidak bisa dilawan tetapi dijinakkan. He he he. Teman yang seiman jangan tersinggung. Ini pengalaman pribadi. Barangkali yang lain tidak seperti saya ini.

Laku mendisiplinkan mind dan membersihkan hati spiritualitas yang saya sebut di atas semua berbicara pentingnya kehadiran guru. Lalu saya bertanya:”Bagaimana cara saya mendapat guru? Saya menempuh jalan unik dan di depan sebagai seorang Kristen Protestan”. Secara intuitif saya mengerti bahwa saya harus hati-hati dengan ide guru ini. Saya yakin bahwa guru palsu yang pada akhirnya bersifat manipulatif dan eksploitatif itu banyak sekali. Karena itu saya tidak mencari guru tetapi saya berdoa agar bisa mendapatkan jawaban atas masalah ini.

Ketika saya ke Bali beberapa hari yang lalu, saya menemukan jawabannya. Jawaban saya temukan ketika berdialog dengan Mbak Rani Rachmani Moediarta. Kami menempuh jalan yang sama yakni jalan masuk ke dalam hati untuk menemukan harta harun yang ada sebagai bekal hidup di episode kedua. Dialog itu sangat produktif karena ada tukar menukar ide dan energi yang positif. Kami menjadi guru dan murid sekaligus dalam moment tersebut.

Setelah selesai berdialog tentang tema-tema dari perjalanan ke hati, di kamar hotel saya TERSADAR. “OH YANG NAMANYA GURU ADALAH SIAPA SAJA YANG MAMPU MEMBERI TRIGGER/STIMULUS KELUARNYA KESADARAN MURNI MELALUI FEEDBACK YANG DIBERIKAN. FEEDBACK BISA DENGAN CARA LANGSUNG DAN BISA DENGAN CARA TIDAK LANGSUNG”.

Terima kasih banyak saya menemukan jawaban atas fasilitasi Mbak Rani Rachmani Moediarta. Temuan ini saya sampaikan ke Mbak Rani Rachmani Moediarta dan kami lalu mengambil kesimpulan bersama yakni guru itu tidak permanen dan yang penting adalah indikatornya. Lalu saya menemukan model orang yang akan bisa menstimulus kesadaran saya. Prinsip saya ini khusus untuk aliran spiritualitas yang tidak memiliki tradisi laku atau pencarian spiritualitas. Yang sudah ada, tidak perlu mengikuti prinsip saya ini. Ternyata berdialog dengan orang yang selevel itu sangat penting. Ada banyak inspirasi. Moga-moga bisa saya sampaikan semua pada teman-teman pembaca tulisan saya. God bless you all. (esh)

See Also

Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
Perempuan Jangan Tanggung Meraih Prestasi: Dobraklah
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.952.430 Since: 05.03.13 | 0.1769 sec