Internasional

Demo Di Mesir Berlanjut

Monday, 19 Agustus 2013 | View : 750
Tags : Mesir

KAIRO-SBN.

Besarnya jumlah korban tewas dalam bentrokan antara aparat keamanan dan para pendukung mantan Presiden Mesir, Mohamed Moursi, Rabu (14/8/2013) lalu, tidak menyurutkan langkah simpatisan Morsi untuk kembali berdemonstrasi.

Para pendukung Presiden Mesir terguling Mohamed Moursi dengan suara bulat mereka mengumumkan akan kembali melakukan dan melanjutkan unjuk rasa atau demonstrasi yang baru pada hari Minggu (18/8/2013). “Beberapa aksi demonstrasi akan kembali menggetarkan jalan-jalan Kota Kairo pada Minggu," tulis Aliansi Anti-Coup Mesir dalam pernyataannya, Minggu (18/8/2013).

Meskipun terjadi kekerasan, para pendukung Aliansi Anti Kudeta Moursi mengatakan mereka akan mengadakan beberapa aksi unjuk rasa di Kairo dan tempat lainnya.

Pengumuman itu menyarankan pengawasan tanpa akhir pada konfrontasi-konfrontasi di jalanan yang telah mengcekeram Mesir sejak penggulingan Presiden Mesir Mohamed Moursi.

Korban tewas dalam empat hari bentrok antara Persaudaraan Muslim, kelompok pro-Moursi dengan aparat keamanan dan massa anti-Moursi mencapai 750 orang. Catatan sementara Kementerian Kesehatan Mesir menyebutkan jumlah korban tewas dalam bentrokan empat hari berturut-turut, terhitung mulai Rabu pekan lalu sampai Sabtu kemarin (17/8/2013), sudah lebih dari 750 orang. Besarnya jumlah korban tewas menjadikan Mesir dalam kondisi darurat dan lebih buruk dari masa ketika Hosni Mubarak digulingkan.

Protes baru dari para pendukung Presiden Mesir terguling Mohamed Moursi terjadi setelah adanya kebuntuan yang sengit antara kelompok beraliran Islam tersebut dan pasukan keamanan di sebuah Masjid di pusat kota Kairo pada Sabtu (17/8/2013) yang dengan singkat merubah daerah tersebut menjadi medan pertempuran. Kondisi Mesir semakin kacau setelah pada Sabtu kemarin simpatisan Moursi dari kelompok Ikhwanul Muslimin dan aparat keamanan kembali bentrok di Masjid Al-Fath, yang berlokasi di Alun-alun Ramses, ibu kota Kairo. Tempat ibadah itu dalam sekejap berubah menjadi medan pertempuran.

Pasukan keamanan saling melepas tembak dengan pria bersenjata di dalam Masjid Al-Fath sebelum pada akhirnya menyeret para pengunjuk rasa keluar, di mana massa yang menanti mereka dengan rasa marah, meneriakkan ‘teroris’.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyebutkan 385 orang yang ada di dalam Masjid itu telah ditangkap dan sudah ditahan. Pemerintah menyampaikan jumlah total koban tewas yang baru dalam bentrokan antara aparat keamanan dan simpatisan Moursi yang menambah jumlah korban tewas selama empat hari mencapai 751 orang. Jumlah itu diyakini akan terus bertambah menyusul sikap pendukung Moursi yang akan tetap melanjutkan aksi unjuk rasa menuntut mantan Presiden Morsi dibebaskan. Menurut hitungan catatan AFP menyebutkan sudah lebih dari seribu orang telah tewas sejak demonstrasi massa terhadap Mohamed Moursi, ketika massa mendesak Moursi mundur pada akhir Juni 2013. Mohamed Moursi digulingkan  oleh militer pada 3 Juli yang disebut oleh para pendukungnya sebagai sebuah kudeta, namun para penentangnya menganggap pemberontakan rakyat itu seperti saat menggulingkan Presiden Hosni Mubarak pada tahun 2011. Mohamed Moursi dianggap salah langkah dalam memerintah dan berniat menancapkan kekuasaan kelompoknya di pemerintahan.

Ada spekulasi yang baru bahwa pemerintah akan bergerak untuk melarang Persaudaraan Muslim dan membubarkan Ikhwanul Muslimin, meskipun tampaknya Presiden Mesir interim yang ditempatkan oleh pihak militer mengabaikan gagasan tersebut. Sikap pendukung Moursi yang tidak gentar memunculkan spekulasi bahwa Pemerintah Mesir sementara juga tidak akan melunak dan terus melarang aksi unjuk rasa yang dilakukan Ikhwanul Muslimin (IM). Bukan hanya itu, Pemerintah Mesir sementara juga diyakini akan menentang segala ide yang dicetuskan IM. "Kami tidak dalam upaya membubarkan atau menghalangi siapa pun atau mencegah orang lain untuk ikut mengambil bagian dalam panggung politik Mesir,” demikian ditegaskan oleh penasehat Presiden, Mustafa Hegazy, pada Sabtu (17/8/2013) meluruskan desas-desus itu. (afp) 

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.124 Since: 05.03.13 | 0.1796 sec