Opini

Sisi Lain Dari Keindahan Bali

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 19 Juli 2016 | View : 213

DENPASAR-SBN.

Pernikahan Giri dan Woro membuat saya bisa masuk ke Katedral Denpasar Bali Paroki Roh Kudus, Banjar Sembung Sari, Desa Sumerta Kelod, Jl. Tukad Musi I, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Gereja yang indah. Megah dengan nuansa Bali yang kuat. Kemegahannya nampak karena tidak didominasi oleh warna kayu yang membuat suasana gereja terang benderang.

Upacara pernikahannya sungguh hikmat. Selain musik koor dari gereja juga begitu banyak burung gereja yang lalu lalang ke dalam gereja dengan kicauan indahnya. Suara burung gereja menambah keagungan gereja dan pernikahan yang berlangsung.

Setelah pemberkatan pernikahan kami menuju ke tempat resepsi di dekat gereja. Tempat resepsinya begitu menyenangkan. Pagi belum minum kopi. Rasa kopi yang nikmat menyempurnakan restoran modern yang simpel ini. Sebuah restoran yang tembus pandang ke luar. Suasana informal dengan dekorasi restoran yang keren, membuat hati bergembira. Saya bisa ngobrol terus dengan group Kiprah Remaja yang datang. Yang menyenangkan adalah sekarang mulai berteman dengan suami mereka.

Lalu saya ke rumah Mbak Rani Rachmani Moediarta melalui Gojek. Pertama kali saya naik gojek. Ternyata nyaman naik gojek karena diberi tutup kepala dan tutup mulut hidung. Celana panjang saya mendukung kenikmatan naik gojek. Sampailah saya ke rumah Mbak Rani Rachmani Moediarta. Rumahnya begitu tenang. Kolam renang di teras rumah dengan lampu yang begitu indah. Kami duduk di meja dan kursi kayu yang begitu kokoh. Saya disuguhi minuman olahan Mbak Rani Rachmani Moediarta yang begitu nikmat. Bagi saya begitu nikmat karena disajikan di gelas yang tepat.

Sore saya diajak oleh Mbak Rani Rachmani Moediarta dan suaminya Dick ke pantai dekat rumahnya. Pantainya baru saja dibuka untuk umum. Sebelumnya pantai ini menjadi milik eksklusif resort yang ada di atas. Mereka berdua terheran-heran karena adanya lubang mendalam dan panjang yang disebabkan oleh hujan sebelumnya. Kemarinnya lubang ini tidak ada. Begitulah hidup sebenarnya. Perubahan ekstrim bisa terjadi oleh suatu faktor. Sayag saya tidak siap bermain air dan pasir. Baju yang membatasi.

Paginya Mbak Rani Rachmani Moediarta menjemput saya untuk mengenal Bali lebih jauh. Kami makan siang di warung yang menjual nasi Tempong. Sungguh nikmat makan nasi ini karena ada sayur, ikan dan sambel pedas. Setelah makan kami pergi ke toko penjual batu untuk dirangkai jadi gelas, kalung dan sebagainya. Saya membeli beberapa batu untuk saya rangkai jadi gelang yang akan alat doa ketika saya membutuhkan ketenangan. Mbak Rani Rachmani Moediarta tanya:”Kok banyak?”. Jawab saya:”Untuk persediaan, kalau-kalau ada yang mau pakai metode saya”.

Setelah itu kami ke Kuta minum kopi dan pisang goreng. Menjelang matahari tenggelam kami masuk ke pantai dan duduk di atas pasir sambil bercakap. Kami tidak mendapatkan kesempurnaan matahari tenggelam. Suasana yang ada dan percakapan kami berdua mendekatkan kami berdua. Kami berpisah untuk bertemu lagi. Ada janji ke Gunung Rinjani, Gunung Kendalisodo, Salatiga dan sekitarnya.

Malamnya rencana bertemu dengan relawan Yayasan Hotline Surabaya yang kemudian jadi terapis/psikolog andal di Bali, Mbak Nirla. Kami berdua terlalu lelah lalu janji ditunda keesokan harinya. Esoknya Mbak Nirla juga ingin membawa saya melihat Bali dari sudut pandang penghuni. Percakapan itu yang lebih penting bagi saya. Melihat Bali dari sudut pandang penghuni adalah sesuatu yang menyenangkan. Itu agenda berikutnya. Tidak ada foto bersama Mbak Nirla karena kami terlalu asyik bercakap. (esh)

See Also

Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
Perempuan Jangan Tanggung Meraih Prestasi: Dobraklah
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.835.840 Since: 05.03.13 | 0.2311 sec