Opini

Murid Cinta

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Sunday, 17 Juli 2016 | View : 210

SBN.

Sekarang saya menempuh jalan cinta dan menjadi murid dari cinta yang lagi saya cari dan kejar kompetensinya. Cinta bagi saya adalah kata kerja. Untuk bisa mencintai diri sendiri dan orang lain maka kita harus terus menerus mengembangkan kompetensi untuk mencintai.

Metode yang saya pakai antara lain menjadi guru/konselor. Metode ini cepat sekali menghasilkan kemajuan dari topik yang dipelajari. Misalnya kalau mau cepat bisa belajar berbahasa China maka jadilah guru untuk anak-anak kecil. Apa yang kau pelajari langsung ajarkan pada muridmu. Percayalah hasil akan cepat sekali menempel di memori jangka panjang. Bahkan hatipun menjadi terlibat.

Karena itu saya menjadi tidak ragu-ragu menjadi “guru/konselor” untuk orang-orang yang memiliki cinta. Selain menghadiri dan memberikan berkat atas seseorang yang istimewa di hati saya, saya juga mengkhususkan diri bertemu dengan mantan wartawan Femina top bernama Mbak Rani Rachmani Moediarta (aku lebih tua sedikit. Budaya Jawa menyebut seseorang Mbak bukan berarti kakak saja). Dia memiliki etos dan cara kerja yang “perfect” yang saya kenal dulu. Saya menyukai orang yang mengejar sesuatu dengan dedikasi tinggi. Karena itu diam-diam saya amati Mbak Rani itu. Setelah itu saya putuskan untuk bertemu dan melihat rumah dan bagaimana dia hidup di Bali yang luar biasa.

Saya katakan kepada kedua orang istimewa tersebut:”Saya menginginkan memiliki seseorang (teman intim) yang kalian berdua telah miliki. Dan tidak mudah untuk mendapatkannya yang tepat. Kalian telah memilikinya. Dengan demikian kalian memiliki kesempatan yang lebih baik dari saya untuk mengasah kompetensi mencintai. Melalui hubungan saling cinta yang berhasil dimenangkan maka dengan mudah kita akan meloncat ke cinta yang tidak berbasis fisik”. Saya sungguh percaya bahwa untuk memahami dan mengalami sesuatu bagi manusia jauh lebih mudah kalau dimulai dari dimensi yang terkait dengan fisik”.

Menemukan seseorang tempat kita mengasah kompetensi cinta bukanlah hal yang mudah. Kalau menemukan maka itu adalah harta yang tak ternilaikan. Saya bisa mendapatkan banyak yang bersedia karena hasrat saya adalah memberi. Namun yang bisa membangkitkan kesukarelaan dan kesediaan saya tidaklah gampang. Hati yang memberi energi untuk menyatakan kesanggupannya. Kalau mendengarkan suara mind maka sudah jelas permintaannya adalah yang tidak bertepuk sebelah tangan dan memang diapun punya dan mau mencintai dengan cara yang relatif sama.

Kali ini saya tahu bahwa saya akan selamanya jadi murid cinta dan pada akhirnya saya akan bertemu dengan pemilik cinta sejati. (esh)

See Also

Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
Perempuan Jangan Tanggung Meraih Prestasi: Dobraklah
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.835.868 Since: 05.03.13 | 0.308 sec