Hukum

Rekonstruksi Pembunuhan PRT Di Apartemen Belleza

Saturday, 16 Juli 2016 | View : 2442

JAKARTA-SBN.

Polres Metro Jakarta Selatan yang mengungkap kasus pembunuhan Jeni Nurjanah (25) oleh tersangka Ferdianto (23) di Apartemen Belleza, Jalan Letjen Soepeno Arteri Permata Hijau No.34, Permata Hijau, Jakarta Selatan pada tanggal 3 Juni 2016, memastikan bahwa pembunuhan tersebut bukan merupakan pembunuhan berencana. Karena pembunuhan dilakukan dengan menggunakan barang yang ada di sekitar lokasi.

"Kalau indikator direncanakan adalah mempersiapkan alat sejak awal. Tapi ini pelaku kan memakai alat yang ada di lokasi. Maka kecil kemungkinan direncanakan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat saat menggelar rilis kasus pembunuhan Jeni Nurjanah di kantornya, kantor Polres Metro Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II No.42, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/7/2016).

Jeni Nurjanah dibunuh oleh Ferdianto di tangga darurat lantai 30 tangga darurat lantai 30 apartemen. Pembunuhan dilakukan oleh tersangka karena merasa sakit hati korban menghina istri tersangka. Karena alasan sakit hati tersebut akhirnya tersangka membunuh korban dengan cara dicekik.

“Korban menemui pelaku di tangga darurat lantai 30. Di tangga tersebut terjadi cekcok mulut antara tersangka dan korban. Cekcok terjadi karena korban sudah 2 kali menghina istri tersangka dengan mengatakan istri tersangka cacat dan karena itu tersangka selingkuh dengan korban," jelas Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

"Tidak terima dengan perkataan korban, tersangka lalu mencekik leher korban hingga tewas," lanjut mantan Kapolresta Pontianak tersebut.

Setelah Jeni Nurjanah tewas, Ferdianto kemudian membawa korban dengan cara menyeret melalui tangga darurat dari lantai 30 sampai lantai 23. Lalu tersangka membawa masuk Jeni Nurjanah yang sudah meninggal ke kamar apartemen 23A LV 6, yang merupakan tempat ditemukan jasad Jeni Nurjanah, melalui pintu belakang apartemen dimana tersangka memiliki kunci akses ke kamar tersebut.

"Tersangka kemudian melilit leher korban denhan menggunakan tali ikat gorden yang diambil dari kamar tersebut untuk memastikan korban sudah meninggal," ujar Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

Setelah memastikan korban tewas, kemudian tersangka memasukan korban ke dalam plastik hitam dan disembunyikan di bawah wastafel kamar mandi dengan menutup dengan gorden putih.

Jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan rekonstruksi seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), Jeni Nurjanah (25) yang dibunuh satpam di Apartemen Belleza, Jl. Letjen Soepeno Arteri Permata Hijau No.34, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (16/7/2016) sore.

Sebanyak 26 adegan diperagakan pelaku dalam rekonstruksi yang digelar secara tertutup itu.

Pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menghadirkan 7 saksi dalam rekonstruksi tersebut.

Namun, dari para saksi tidak ada yang melihat langsung pembunuhan sadis tersebut.

Hanya bermodalkan Closed Circuit of Television (CCTV) polisi berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Ternyata, pembunuhnya adalah satpam Apartemen Belleza yang mempunyai kisah asmara dengan korban.

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Mohamad Iskandarsyah menuturkan, ada 26 adegan dan pada saat pembunuhan dilakukan.

Adegan kelima saat pelaku satpam membunuh korbannya disaat dicekik terlebih dahulu di lantai 30 dan diseret ke bawah 23 A tanggal 3 Juni, sekitar pukul 22.30 WIB lalu.

Kemudian di lantai 23 jalan lewat pinggir, dengan kain gorden akhirnya leher korban dililit kembali oleh tersangka.

Uang Rp 120 ribu dan HP diambil oleh pelaku.

"Untuk kejadiannya sinkron dengan saksi. Tak ada yang melihat saat kejadian. Hanya CCTV," kata AKP Mohamad Iskandarsyah, Sabtu (16/7/2016).

Lalu jasad korban dibawa ke kamar mandi dan pelaku membawa plastik untuk membungkus jasad korban.

Saat ini ada 7 saksi yang dilibatkan dan hasil penyidikan antara korban dan pelaku memiliki hubungan khusus.

Ketika itu pelaku disinggung oleh korban tentang pasangan tersangka. Sehingga tersangka nekat melakukan aksinya tersebut.

"Motifnya adalah pelaku diejek oleh korban," ucapnya.

Diduga karena terlalu sering diajak bercinta di tangga darurat jadi salah satu pemicu pembunuhan seorang wanita di apartemen Bellezza, beberapa waktu lalu.

Korban adalah Jeni Nurjanah (25), warga Tulang Bawang, Lampung, pembantu di salah satu unit apartemen di sana.

Sementara pelaku adalah Ferdianto (26), security di apartemen tersebut. Dia sudah diringkus polisi di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Minggu (3/7/2016). Pelaku sendiri ditangkap di kediaman orang tuanya di Ciamis, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada tanggal 3 Juli 2016.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 3 Juni 2016 di apartemen tersebut.

Namun baru ketahuan pada 29 Juni 2016, setelah jenazah Jeni Nurjanah ditemukan disembunyikan di salah satu unit apartemen tak terpakai di lantai 23.

Tersangka ternyata memiliki hubungan khusus dengan korban. Padahal keduanya sudah memiliki pasangan yang sah. Namun untuk sejauh mana hubungan tersebut, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat mengatakan masih perlu didalami.

"Motifnya adalah sakit hati karena ada perkataan korban yang menyinggung pelaku. Ini bukan penganiayaan tapi pembunuhan karena tindakannya dilakukan secara sadar dan dapat mengilangkan nyawa," sambung Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

"Tersangka sudah berkeluarga dan istrinya tinggal di Lampung. Tersangka selama ini tinggal di kosan sekitar tempat tinggal. Korban juga sudah berkeluarga," imbuh mantan Kapolresta Pontianak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Hadi Santoso, mengatakan, pembunuhan terjadi karena Jeni Nurjanah menghina istri Ferdianto yang cacat.

"Mungkin korban kesal karena terlalu sering diajak bercinta oleh pelaku," terang AKBP. Eko Hadi Santoso kepada awak media, usai jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav.55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/7/2016).

Saat akhirnya membunuh Jeni Nurjanah, Ferdianto juga sebenarnya mengajak korban bercinta. Dan lagi-lagi Jeni Nurjanah diajak bercinta di tangga darurat apartemen di lantai 30.

"Tangga darurat itu memang kerap jadi tempat mereka bercinta," papar AKBP. Eko Hadi Santoso. Sebab lokasinya memang sepi. Tak ada penghuni yang lewat disitu. Sedangkan office boy pun hanya lewat disana saat pagi atau sore hari.

Rupanya lantaran Jeni Nurjanah kesal karena selalu diajak bercinta di tangga darurat, ia pun berceloteh istri Ferdianto sebagai wanita cacat. Sehingga pria itu terus-terusan mengajaknya bercinta.

AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, pelaku yang kalap mendengar celoteh Jeni Nurjanah lekas mencari benda apa saja yang ada di tangga darurat.

Dia kemudian menemukan tali, lalu dipakainya untuk menjerat Jeni Nurjanah sampai tewas.

Setelah tewas, Ferdianto menyeret korban lewat tangga darurat dari lantai 30 ke sebuah unit di lantai 23.

Dalam rekaman kamera CCTV, Ferdianto terlihat memakai topi saat menyeret jenazah korban keluar dari pintu darurat di lantai 23.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.230 Since: 05.03.13 | 0.2776 sec