Internasional

Ratusan Orang Tewas Dalam Upaya Kudeta Di Turki

Saturday, 16 Juli 2016 | View : 628

ANKARA-SBN.

Sejumlah kalangan militer Turki pada Jumat (15/7/2016) waktu setempat atau Sabtu (16/7/2016) WIB mencoba mengambil alih kekuasaan.

Pelaksana Tugas Panglima Militer Turki, Sabtu (16/7/2016), mengatakan, 104 anggota komplotan kudeta telah tewas setelah upaya mereka untuk menjatuhkan pemerintah Turki.

“Upaya Kudeta telah digagalkan,” kata Jenderal Umit Dundar, dalam wawancara di televisi, setelah ditunjuk sebagai pelaksana tugas panglima oleh Perdana Menteri Binali Yildirim.

Di luar itu, Jenderal Umit Dundar juga menambakan, 91 orang termasuk 41 polisi dan 47 warga sipil telah tewas menjadi “martir”. Sisanya, dua perwira militer, juga tewas.

Jenderal Umit Dundar juga mengatakan bahwa ada banyak komandan militer yang dijemput oleh komplotan kudeta ke ‘lokasi yang tidak diketahui’.

Menurut Jenderal Umit Dundar, upaya kudeta yang itu ‘segera dihadang oleh rantai komando’, sebagaimana dilaporkan Agence France-Presse (AFP).

“Angkatan Bersenjata bertekad untuk membersihkan semua tentara anggota dari struktur paralel,” kata Jenderal Umit Dundar.

Sebutan ‘struktur paralel’ itu mengacu kepada loyalis ulama Turki yang menetap di AS, yang diduga sebagai dalang upaya kudeta untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Sementara itu, Perdana Menteri Binali Yildirin menegaskan bahwa upaya kudeta terus akan digagalkan, seraya menjamin pemerintahan terpilih masih punya kewenangan yang sah.

Jika berhasil, kudeta terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan, berkuasa di Turki sejak 2003, maka akan menjadi pemindahan kuasa terbesar negara Timur Tengah (Timteng) itu, hingga mengubah tatanan negara sekutu terpenting Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, demikian laporan Reuters.

PM Turki Binali Yildirim mengatakan, pemerintahan terpilih masih tetap berwenang atas jabatannya.

PM Turki Binali Yildirim mengatakan, sebuah kelompok dalam militer telah berupaya menggulingkan pemerintahan yang sah, dan pasukan keamanan telah dikerahkan demi "melakukan hal yang dibutuhkan."

"Sejumlah orang melakukan tindakan ilegal di luar rantai komando," ungkap PM Binali Yildirim seperti disiarkan saluran televisi swasta.

Ia menimpali, "Pemerintahan terpilih tetap yang berkuasa. Pemerintah akan mundur, jika rakyat yang meminta."

Dalang di balik percobaan kudeta ini akan menerima ganjaran yang setimpal, demikian PM Turki Binali Yildirin.

Saat ini belum ada komentar langsung dari Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun, seorang sumber dari Kantor Kepresidenan Turki mengatakan, Presiden Recep Tayyip Erdogan dipastikan aman.

Akibat percobaan kudeta itu, bandara pun ditutup, akses Internet ke laman media sosial juga diputus. Bahkan, tentara ikut menyegel dua jembatan Bosphorus, Istanbul, yang salah satunya masih menyalakan lampu berwarna merah, putih, biru sebagai aksi solidaritas terhadap korban penabrakan truk di Nice, Prancis, pada Hari Bastille, Kamis (14/7/2016) malam waktu setempat.

Televisi Pemerintah Turki (TRT) mengumumkan aturan jam malam di seluruh negeri.

Penyiar membacakan pernyataan sesuai perintah militer, menuduh bahwa pemerintah telah mengancam demokrasi dan aturan hukum sekuler negara itu.

Negara itu akan dijalankan oleh "dewan damai" yang akan menjamin keamanan warga, katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov berkomentar usai pertemuan di Moskow, dan keduanya berharap pihak terkait dapat menghindari kemungkinan pertumpahan darah.

Turki, negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan kekuatan militer besar kedua di Blok Barat, merupakan sekutu terpenting AS berperang melawan pegaris keras kelompok ISIS. Secara geografis, Turki berada di tengah Benua Eropa dan Asia.

Negara itu merupakan pendukung utama oposisi Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang warga di negara itu, dan menjadi negara tujuan yang menampung dua juta pengungsi Suriah.

Turki tengah menghadapi perang dengan kelompok pembelot Kurdi, juga sempat banyak diserang aksi penembakan dan bom tahun ini, termasuk insiden dua pekan lalu oleh pegaris keras ISIS di bandara utama Istanbul, menewaskan lebih dari 40 orang.

Seorang sumber pejabat senior Uni Eropa (UE) yang mengamati situasi itu berujar, "Aksi itu tampak seperti kudeta yang dikoordinasi badan penting militer, bukan hanya sejumlah kolonel, mereka telah menguasai bandara, juga stasiun televisi, bahkan tentara juga mengambil alih beberapa lokasi strategis di Istanbul."

Ia menimpali, "Melihat situasi di sana, cukup sulit membayangkan aksi itu akan berlangsung singkat. Operasi itu tak dilakukan oleh beberapa kolonel."

Acara santap malam antara Duta Besar Turki untuk Ibu Kota Eropa bersama seorang diplomat Eropa sempat terganggu oleh bunyi pesan darurat dari telepon genggam para tamu.

"Aksi itu tentu bukan kudeta kecil. Dubes Turki tampak terkejut dan menanggapinya secara serius," kata seorang diplomat usai acara santap malam dibubarkan.

Ia menambahkan, "Namun, pagi ini terlihat upaya itu akan berdampak besar bagi Turki. Hal itu tidak datang dari tempat lain."

Dalam pernyataan via surat elektronik dan dilaporkan oleh sejumlah saluran televisi, militer menyatakan, pihaknya telah mengambil alih kekuasaan demi melindungi demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Seluruh hubungan luar negeri Turki saat ini akan berjalan, dan penegakan hukum tetap jadi prioritas utama, demikian keterangan kelompok militer. 

Adapun kantor berita Pemerintah Turki (Anadolu) melaporkan, Kepala Staf militer merupakan salah satu "tawanan" yang ditahan di Ibu Kota Turki, Ankara.

Salah satu media jaringan internasional yang berpusat di AS, CNN Turki, turut melaporkan bahwa para tawanan tengah ditahan di markas militer.

Usai menjabat sebagai PM Turki sejak tahun 2003, Recep Tayyip Erdogan terpilih sebagai Presiden pada 2014.

Ia berencana mengubah undang-undang demi memberi kekuasaan lebih pada pejabat eksekutif.

Partai pendukungnya, AK, berakar pada ideologi Islam, memiliki hubungan cukup tegang dengan militer dan partai nasionalis yang didirikan atas prinsip sekuler usai Perang Dunia I.

Militer sendiri memiliki catatan sejarah atas sejumlah aksi kudeta demi mempertahankan prinsip sekuler, tetapi pihaknya belum pernah langsung berkuasa sejak 1980.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan pendukungnya pada hari Sabtu (16/7/2016) untuk tetap waspada, memperingatkan risiko kemungkinan upaya susulan setelah upaya kudeta pada Jumat (15/7/2016) malam.

Qatar, sekutu dekat Turki, menyampaikan selamat kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah berhasil menggagalkan upaya kudeta yang mematikan oleh elemen kecil militernya.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, menyampaikan "selamat kepada (Erdogan) atas dukungan rakyat Turki pada pemerintahannya melawan kudeta militer yang gagal."

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi QNA, Sheikh Tamim "sangat mengecap upaya kudeta dan menyuarakan solidaritas (Qatar) dengan Turki”.

Qatar yang kaya akan gas bumi merupakan sekutu terdekat Recep Tayyip Erdogan di kawasan Teluk.

Kedua pemerintah menandatangani kesepakatan pertahanan pada tahun 2014, menyediakan untuk pembentukan sebuah pangkalan militer Turki di Qatar dan pelatihan reguler.

Lima negara Teluk Arab lainnya juga telah menyampaikan komentar mereka tentang peristiwa di Turki. Mereka menyarankan warganya untuk menjauhi jalan-jalan yang rawan. (afp/reuters)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.486 Since: 05.03.13 | 0.1647 sec